Minggu, 31 Juli 2022 14:22 WIB

Manfaat Zinc

Responsive image
77193
Tim Promkes RSST - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Mencukupi kebutuhan asupan zinc merupakan hal yang sangat penting. Pasalnya, ada banyak manfaat zinc bagi tubuh, seperti memperkuat daya tahan tubuh, meredakan peradangan, dan mempercepat penyembuhan luka. Zinc adalah salah satu mineral yang memainkan banyak peran penting di dalam tubuh, tetapi sayangnya, tubuh kita tidak memproduksi mineral ini. Oleh sebab itu, Anda perlu mencukupi kebutuhannya dengan cara mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan zinc atau mengonsumsi  suplemen zinc.

Selain mencukupi kebutuhan cairan, suplemen zinc untuk diare juga kerap diberikan guna mengatasi kondisi tersebut, terutama pada balita. Pemberian suplemen ini juga dilakukan untuk mencegah munculnya komplikasi akibat diare. Diare  merupakan masalah kesehatan yang menyebabkan kematian cukup tinggi pada balita di dunia, termasuk Indonesia. Berdasarkan riset dari Kementerian Kesehatan, faktor utama kematian balita akibat diare adalah penanganan yang kurang tepat. Agar diare pada balita tidak menimbulkan komplikasi dan kematian, orang tua perlu mengetahui berbagai  cara mengatasi diare pada balita  dan salah satunya adalah memanfaatkan suplemen zinc.

Beragam Manfaat Zinc bagi Tubuh
Berikut ini adalah beragam manfaat zinc yang dapat diperoleh bila asupannya cukup :
1. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh. 

Zinc memiliki fungsi untuk mengaktifkan sel darah putih yang disebut limfosit sel T. Sel ini memiliki peran sangat penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dengan mencukupi kebutuhan zinc, maka kekebalan tubuh dalam melawan dan menetralkan  patogen  yang masuk ke dalam tubuh,
seperti bakteri, virus, dan jamur akan meningkat. Dengan begitu, risiko menderita berbagai penyakit juga bisa menurun.

2. Mengurangi Peradangan.

Selain mampu meningkatkan respons sistem kekebalan tubuh, zinc dapat meredakan  stres oksidatif, sehingga peradangan yang terjadi di dalam tubuh bisa mereda. Hal ini pada akhirnya juga dapat menurunkan risiko Anda mengalami berbagai penyakit kronis akibat peradangan, seperti penyakit jantung, kanker, pneumonia, dan degenerasi makula  terkait usia.

3. Mempercepat Penyembuhan Luka

Zinc juga dapat mempercepat penyembuhan luka. Mineral ini memainkan peran penting dalam produksi  kolagen , yakni serat protein yang memberi kekuatan dan tekstur elastis pada kulit. Bila produksi kolagen maksimal, luka bisa menyusut dan menutup dengan lebih cepat. Berkat manfaatnya ini, zinc kerap dijadikan bahan dasar obat untuk mengatasi luka bakar, bisul, dan luka lainnya.

4. Mengobati Infertilitas Pria
Zinc kerap dijadikan obat untuk menangani kondisi  infertilitas  atau gangguan kesuburan pada pria. Pasalnya, zinc bisa membantu meningkatkan produksi hormon seks pria, yakni testosteron. Selain itu, zinc juga memiliki potensi untuk dijadikan obat guna mengatasi disfungsi ereksi dan meningkatkan kualitas sperma. 

5. Mengobati Jerawat

Zinc memiliki kemampuan untuk mengurangi peradangan pada kulit, menghambat bakteri Propionibacterium acnes, dan menekan aktivitas kelenjar minyak. Semua hal ini pada akhirnya bisa membantu mencegah dan  mengobati jerawat. Oleh sebab itulah, suplemen zinc, baik yang diminum atau dioles, kerap diresepkan untuk mengatasi jerawat.

6. Mendukung Pertumbuhan Anak

Selain bermanfaat bagi orang dewasa, zinc juga dapat mendukung tumbuh kembang anak. Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang menyebutkan bahwa mencukupi kebutuhan zinc pada anak dapat membantu mereka memiliki tinggi dan berat badan yang ideal. Sebaliknya, kekurangan asupan zinc dapat menghambat pertumbuhan anak serta menyebabkan keterlambatan kognitif dan motoriknya.

Manfaat Suplemen Zinc untuk Diare bagi Balita
Menurut penelitian, zinc berkhasiat bagi balita yang sedang diare karena mampu menurunkan tingkat keparahan penyakit, frekuensi buang air besar, dan kekambuhan diare pada 3 bulan berikutnya. Manfaat zinc tersebut diduga berasal dari kemampuannya dalam mendukung penyerapan air dan  elektrolit  di usus, merangsang reaksi kekebalan tubuh di saluran pencernaan, serta memperbaiki kerusakan sel dengan cepat. Bahkan, pemberian zinc kepada balita yang sehat turut memberikan dampak positif dalam mencegah diare dan penyakit infeksi di saluran pernapasan, seperti  pneumonia . Oleh karena itu, pemberian suplemen zinc kepada balita yang sehat juga dianjurkan. 

Pilihan Makanan dengan Kandungan Zinc yang Tinggi
Jumlah konsumsi harian zinc yang direkomendasikan adalah 8 mg untuk wanita dewasa dan 11 mg untuk pria dewasa. Guna memenuhi kebutuhan ini, Anda bisa mengonsumsi berbagai makanan berikut :
? Makanan laut, seperti : kepiting, tiram, lobster, dan kerang.
? Daging, seperti : daging sapi, kambing, dan domba.
? Unggas, seperti : ayam dan kalkun.
? Ikan, seperti : ikan sarden  dan  salmon .
? Kacang-kacangan, seperti : kacang polong, lentil, kacang hitam, dan  kacang merah .
? Biji-bijian, seperti : biji labu dan biji rami.
? Sayur-sayuran, seperti : kangkung , asparagus, dan  buncis .
? Produk olahan susu, seperti : susu,  yogurt , dan keju.
? Jamur
? Telur

Selain bahan makanan tersebut, ada juga makanan olahan yang diperkaya dengan kandungan zinc, seperti tepung, sereal, dan  snackbar. Umumnya mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan
zinc sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan zinc harian Anda. Kendati demikian, ada juga beberapa kelompok orang yang perlu mengonsumsi suplemen zinc, misalnya lansia atau orang dengan penyakit tertentu yang berpengaruh pada penyerapan zinc dalam tubuh.

 

Referensi :
Riyan Wahyudo, dkk. 2019. Manfaat Pemberian Zink dalam Mengatasi Diare pada Anak. Jurnal Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.

Dhingra, et al. 2020. Lower-Dose Zinc for Childhood Diarrhea - A Randomized, Multicenter Trial. New England Journal of Medicine, 383, pp. 1231-1241.

Florez, et al. 2018. Comparative Effectiveness and Safety of Interventions for Acute Diarrhea and Gastroenteritis in Children : A Systematic Review and Network Meta- Analysis. PLoS One, doi: 10.1371/journal.pone.0207701.

World Health Organization. Zinc Supplementation in the Management of Diarrhoea.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2019. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia.

Wirahmadi, A. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2017. Perlukah Suplementasi Vitamin dan Mineral pada Bayi dan Anak?

Kubala, J. Healthline. 2018. Zinc : Everything You Need to Know.

West, H. Healthline. 2018. The 10 Best Foods That Are High in Zinc.

Read, S. A., Obeid, S., Ahlenstiel, C., & Ahlenstiel, G. 2019. The Role of Zinc in

Antiviral Immunity. Advances in Nutrition, 10(4), pp 696-710.