Kamis, 28 Juli 2022 11:13 WIB

Emboli Paru

Responsive image
8592
Tim Promkes RSST - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Emboli paru adalah penyumbatan di salah satu arteri pulmonalis di paru-paru. Dalam kebanyakan kasus, emboli paru disebabkan oleh gumpalan darah yang mengalir ke paru-paru dari vena dalam di kaki, atau dalam kasus yang jarang, dari vena di bagian lain dari tubuh (deep vein thrombosis). Karena gumpalan menghalangi aliran darah ke paru-paru, emboli paru bisa mengancam jiwa. Emboli paru adalah kondisi saat arteri pulmonalis tersumbat. Arteri pulmonalis adalah pembuluh darah yang membawa darah dari jantung menuju paru-paru. Materi penyumbat arteri pulmonalis biasanya adalah gumpalan darah yang berasal dari kaki, atau bagian tubuh lainnya. Ukuran gumpalan darah yang menyumbat kebanyakan cukup kecil, sehingga tidak membahayakan nyawa. Walau sekecil apapun, gumpalan darah itu tetap bisa merusak paru-paru. Pengidap emboli paru membutuhkan perawatan secepatnya untuk mengurangi risiko kerusakan paru-paru yang dapat berdampak fatal. Emboli paru dapat terjadi karena situasi setelah melahirkan, setelah serangan jantung, operasi jantung atau stroke, setelah cedera parah, luka bakar, atau patah tulang pinggul atau tulang paha, setelah operasi, paling sering operasi tulang, sendi atau otak.

Faktor Risiko Emboli Paru

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko emboli paru karena gumpalan darah, antara lain :

·         Pernah mengalami penggumpalan darah.

·         Berusia 60 tahun atau lebih.

·         Kelebihan berat badan atau obesitas.

·     Kehamilan. Risiko mengalami emboli paru akan meningkat hingga 6 (enam) pekan pasca melahirkan.

·         Merokok

·         Riwayat keluarga dengan emboli paru.

·         Mengidap penyakit jantung atau kanker.

Penyebab Emboli Paru

Penyebab emboli paru umumnya terjadi akibat gelembung udara atau gumpalan darah yang muncul ada lebih dari satu. Beberapa material yang bisa menyumbat arteri pulmonalis selain gumpalan darah adalah :

·         Gelembung udara

·         Lemak dari sumsum tulang panjang yang patah.

·         Bagian dari tumor.

·         Air ketuban

Sebagai salah satu penyebab paling umum terjadinya penyumbatan arteri pulmonalis, gumpalan darah bisa muncul akibat beberapa hal berikut :

·         Darah terlalu mudah menggumpal.

·         Tubuh kurang aktif bergerak.

·         Cedera pada pembuluh darah.

Gejala Emboli Paru

Gejala awal emboli paru dapat berbeda-beda pada setiap orang, tergantung dari luasnya bagian paru yang terpengaruh, ukuran gumpalan darah, dan kondisi kesehatan keseluruhan seseorang, khususnya kondisi jantung dan paru-parunya. Gejala umum emboli paru adalah :

·         Batuk

Biasanya yang terjadi adalah batuk kering, tetapi bisa juga mengandung dahak atau darah.

·         Sakit di dada atau punggung bagian atas. Rasa sakit yang dirasakan tajam seperti ditusuk. Kondisi ini akan semakin sakit saat berusaha menarik napas lebih dalam, batuk, makan, dan ketika membungkukkan tubuh.

·         Sesak napas

Gejala ini bisa muncul secara tiba-tiba dan bisa bertambah buruk.

·         Pingsan

·         Pusing

·         Kulit ujung-ujung jari dan bibir membiru.

·         Berkeringat secara berlebihan.

·         Jantung berdetak lebih cepat dan berdebar-debar.

·         Gelisah

·         Demam

Pemeriksaan Emboli Paru

Pemeriksaan untuk emboli paru didapatkan dari pemeriksaan dan tes gejala yang termasuk ECG, X-ray pada dada, tes darah, CT Scan pada dada, atau pindaian paru-paru. Tes darah dilakukan untuk memeriksa masalah gumpalan (D-dimer). Jika tes tidak menghasilkan apa-apa dan emboli paru masih terjadi, X-ray khusus yang dikenal dengan angiography akan dilakukan.

Penanganan Emboli Paru

Tujuan utama dari penanganan emboli paru adalah untuk mencegah terbentuknya gumpalan darah yang baru dan agar gumpalan darah yang sudah ada tidak membesar. Ada 4 (empat) cara penanganan emboli paru, yaitu :

·         Pemberian obat

·         Saringan pembuluh darah.

·         Operasi

·         Penggabungan prosedur ultrasound dan obat.

Penyumbatan arteri pulmonalis yang tidak diobati dengan benar bisa memicu hipertensi pulmonalis. Hipertensi jenis tersebut adalah kondisi ketika tekanan darah dalam paru-paru dan jantung bagian kanan terlalu tinggi. Jantung akan terus-menerus memompa darah melalui tekanan pembuluh yang tinggi, akibatnya bisa melemahkan otot-otot jantung.

Pencegahan Emboli Paru

Cegah emboli paru dengan mencegah pembentukan gumpalan darah di kaki (trombosis vena dalam). Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penggumpalan darah, yaitu :

·         Mengonsumsi obat antikoagulan sesuai resep dokter.

·         Banyak melakukan aktivitas fisik.

·         Mengangkat kaki lebih tinggi, kapan pun ada waktu luang atau ketika malam hari.

·         Konsumsi air putih yang cukup.

·         Tidak merokok

·         Mengonsumsi makanan sehat dan berimbang.

·         Olahraga secara teratur, serta menjaga berat badan.

 

Referensi :

Diah Asri Wulandari, dkk. 2017. Trombo Emboli Paru pada Anak. Jurnal Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya.

Muhammad Perdana Airlangga. 2012. Diagnosis dan Tatalaksana Trombo Emboli pada Kehamilan. Jurnal Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Pacheco, L., et al. 2020. Amniotic Fluid Embolism : Principles of Early Clinical Management. American Journal of Obstetrics and Gynecology, 222(1), pp. 48-52.

Tawar, A., & Gokulakrishnan, P. 2019. Decompression Illness. Journal of Marine Medical Society, 21(2), 112. 

Mayo Clinic. 2020. Diseases & Conditions. Pulmonary Embolism

Huizen, J. Healthline. 2019. What’s The Difference Between Thrombosis and Embolism?