Kamis, 28 Juli 2022 10:21 WIB

Virus Rotavirus

Responsive image
32974
Tim Promkes RSST - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Virus rotavirus dikenal sebagai penyebab paling sering penyakit diare di kalangan bayi dan anak-anak. Infeksi rotavirus adalah adalah infeksi virus yang menyebabkan peradangan di saluran pencernaan. Infeksi rotavirus menjadi penyebab umum diare pada bayi dan anak-anak, terutama di negara-negara dengan sanitasi lingkungan yang kurang baik.  Gejala infeksi rotavirus bisa muncul setelah 2 hari terpapar virus ini. Salah satu gejala yang paling sering terjadi adalah diare. Diare yang disebabkan oleh infeksi virus ini dapat menyebabkan hilangnya cairan dari dalam tubuh dalam waktu yang cepat, sehingga rentan terjadi dehidrasi. Hasil penelitian menunjukkan kasus diare rotavirus banyak terjadi pada anak-anak di bawah usia 2 tahun. Anak-anak berusia 6-11 bulan dan 12-23 bulan memiliki jumlah kasus diare rotavirus tertinggi, masing-masing 54,2% dan 50,6%. Kasus diare rotavirus berat yang harus dirawat inap, sering kali terjadi pada anak dalam kelompok usia 0-36 bulan. Virus rotavirus masuk melalui makanan yang dimakan dan benda-benda yang dimasukkan ke dalam mulut. Dalam beberapa kasus, anak-anak yang mengalami mual dan muntah berkepanjangan akan kesulitan mendapatkan rehidrasi oral di rumah sehingga berisiko menyebabkan kehilangan cairan tubuh yang berat. 

Penyebab Infeksi Rotavirus dan Penularannya

Rotavirus adalah salah satu virus penyebab diare yang penularannya melalui jalur fecal-oral, yaitu menular dari feses penderita yang tidak sengaja masuk ke mulut orang yang sehat.

Rotavirus yang keluar melalui feses bisa mengontaminasi air, makanan, minuman, dan benda-benda yang ada di sekitar, seperti mainan dan alat dapur. Hal ini biasanya terjadi jika kebersihan lingkungan dan kebersihan diri penderitanya tidak terjaga dengan baik.

Misalnya, jika penderita tidak mencuci tangan setelah buang air besar kemudian menyentuh benda yang ada di sekitarnya.

Gejala Infeksi Rotavirus

Gejala awal infeksi rotavirus akan muncul 2 hari setelah penderita terpapar virus ini. Gejala awal infeksi ini adalah :

·         Diare selama 3-8 hari

·         Demam

·         Muntah

·         Nyeri perut

Diare yang terjadi akibat infeksi rotavirus sering menyebabkan dehidrasi, terutama pada anak-anak. Gejala yang bisa muncul bila terjadi dehidrasi adalah :

·         Mulut kering

·         Mata terlihat cekung

·         Mudah mengantuk

·         Frekuensi buang air kecil berkurang

·         Timbul rasa haus yang berlebihan

·         Ujung jari terasa dingin

·         Kesadaran menurun

Selain pada anak, orang dewasa juga bisa mengalami infeksi rotavirus. Gejala yang muncul pada orang dewasa umumnya lebih ringan.

·         Diare lebih dari 2 hari

·         Demam dengan suhu 39oC atau lebih

·         Muntah darah atau buang air besar disertai darah

·         Dehidrasi

Kapan Harus ke Dokter

Segera ke dokter bila Anda atau anak Anda mengalami gejala infeksi rotavirus seperti yang disebutkan di atas. Penanganan yang cepat dapat mencegah komplikasi akibat infeksi rotavirus.

Jika Anda atau anak Anda didiagnosis mengalami infeksi rotavirus, ikuti anjuran dan terapi yang diberikan oleh dokter. Infeksi rotavirus dapat terjadi lebih dari satu kali, bahkan pada orang yang telah mendapatkan vaksinasi.

Pemeriksaan Infeksi Rotavirus

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk melihat ada tidaknya demam dan tanda-tanda dehidrasi.

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang, seperti :

·    Tes darah, untuk mendeteksi infeksi dalam darah, kadar gula, dan elektrolit di dalam darah.

·   Pemeriksaan feses, untuk mengidentifikasi jenis kuman yang menyebabkan diare dan mendeteksi antigen rotavirus pada sampel feses

Penanganan Infeksi Rotavirus

Pengobatan infeksi rotavirus tergantung pada gejala, usia, dan riwayat kesehatan pasien. Pada kondisi yang ringan, infeksi rotavirus bisa sembuh dengan sendiri dalam waktu 3 sampai 7 hari.

Sampai saat ini belum ada antivirus yang secara spesifik bisa mengatasi infeksi rotavirus. Pengobatan umumnya ditujukan untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi.

Jika gejala yang dialami tidak parah dan anak atau penderita masih bisa makan dan minum, dapat dilakukan perawatan secara mandiri di rumah, yaitu dengan :

·         Memperbanyak minum ASI (pada anak usia kurang dari 2 tahun) atau minum air putih (orang dewasa).

·         Minum oralit atau larutan gula garam.

·         Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, termasuk sup dan makanan berkuah atau berkaldu.

·         Menghindari konsumsi kafein, alkohol, dan nikotin yang dapat memperparah keluhan dan menimbulkan rasa tidak nyaman di perut.

·         Menghindari makanan yang terlalu manis atau berlemak.

·         Memperbanyak istirahat

Penting untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Salah satunya dengan selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah merawat penderita infeksi rotavirus, termasuk setelah mengganti popok bayi.

 

Referensi :

Adriani Puspa Asri. 2014. Hubungan Pengetahuan tentang Diare Rotavirus dengan Tingkat Kecemasan Orang Tua di Ruang Pediatric Siloam Hospital Lipo Karawaci. Jurnal Kesehatan Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Universitas Pelita Harapan Jakarta.

Gomez-Rial, et al. 2019. Rotavirus Infection beyond The Gut. Infection and Drug Resistance.

Crawford, et al. 2017. Rotavirus Infection. Nature Reviews Disease Primers.

Centers for Disease Control and Prevention. 2019. About Rotavirus. Treatment.

National Institute of Health. 2016. U.S. National Library of Medicine MedlinePlus. Rotavirus Infections.

National Institute of Health. 2020. U.S. National Library of Medicine MedlinePlus. Rotavirus Antigen Test.

Cleveland Clinic. 2015. Diseases & Conditions. Rotavirus : Management and Treatment.

Mayo Clinic. 2017. Mayo Medical Laboratories. Rotavirus Antigen, Feces.

Lucile Packard Children’s Hospital Stanford. 2020. Rotavirus Infection.

University Rochester Medical Center. 2020. Encyclopedia. Rotavirus Infection in Children.