Rabu, 13 Juli 2022 10:04 WIB

Iritasi Kulit

Responsive image
17041
Tim Promkes RSST - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Semua orang mendambakan kulit yang sehat. Untuk itu, perlu perawatan untuk kulit agar terhindar dari berbagai masalah kulit, salah satunya adalah iritasi. Iritasi akan menimbulkan sensasi tidak nyaman pada kulit dan terkadang dapat mengganggu aktivitas. Iritasi kulit dapat dialami siapa saja dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari hawa panas, parfum, hingga produk perawatan kulit tertentu. Saat kulit mengalami iritasi, kita biasanya akan merasa gatal, perih, serta kulit tampak bersisik dan berwarna kemerahan. Pada kondisi ringan, iritasi kulit umumnya tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, kulit yang mengalami iritasi parah bisa berlangsung lebih lama sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk itu kita perlu melakukan perawatan dan menjaga kelembaban terhadap kulit kita secara rutin dan teratur agar terhindar dari iritasi dan hal lainnya.

Mengenal Tanda dan Gejala

Banyak orang yang menganggap bahwa iritasi hanya terjadi saat kulit mulai terluka dan terasa perih. Padahal, kulit iritasi memiliki gejala yang bertahap. Berikut ini tahapan tanda dan gejala kulit mengalami iritasi.

1. Kulit Terasa Gatal

Mengalami rasa gatal pada kulit itu biasa. Namun, jika rasa gatal tersebut menyebabkan kita merasa terganggu dan gemas ingin terus menggaruknya, bisa jadi tanda awal kondisi ini.

Sayangnya, banyak yang menyepelekan gejala ini dan beranggapan rasa gatal akan hilang. Padahal jika tidak diatasi, gatal akan semakin parah dan memperburuk kondisi.

2. Kulit Kemerahan dan Membengkak

Kulit kemerahan bisa jadi tanda iritasi. Kondisi ini bisa terjadi lebih awal sebelum atau bersamaan dengan rasa gatal. Rasa gatal yang parah, membuat kita terus menggaruk atau menggesekan kulit. Bukan hanya kemerahan pada kulit yang semakin terlihat, kulit juga akan membengkak.

3. Kulit Memunculkan Bercak Ruam

Selain membengkak, tahapan iritasi yang semakin parah adalah munculnya ruam. Ruam kulit ini ditandai dengan bintik-bintik kecil kemerahan yang terasa panas atau perih. Semakin banyak terjadi gesekan pada area kulit ini, semakin besar kemungkinannya ruam jadi menyebar atau melepuh. Akibatnya, akan ada luka pada bagian kulit ini.

Beragam Penyebab Iritasi Kulit

Mengetahui beragam penyebab iritasi kulit bisa membantu kita untuk menghindari penyebab dan mencegah munculnya gejala iritasi. Berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa menyebabkan iritasi kulit :

1. Sinar Matahari

Paparan langsung maupun tidak langsung berupa hawa panas bisa memicu terjadinya iritasi kulit, terutama saat cuaca terik dan lembab. Hal ini dapat terjadi karena penyumbatan saluran keringat di bawah permukaan kulit. Kondisi tersebut dikenal juga dengan istilah biang keringat dan bisa menimbulkan rasa gatal serta ruam merah pada kulit.

2. Pakaian dengan Bahan Tertentu

Pakaian berbahan wol dan sintetis, seperti poliester dan rayon, juga bisa menyebabkan iritasi kulit. Bahan tersebut bisa membuat panas tubuh terjebak, sehingga tubuh akan mengeluarkan lebih banyak keringat. Iritasi kulit akibat bahan pakaian ini cenderung dialami oleh penderita dermatitis atopik.

3. Produk Berbahan Karet

Bahan karet pada pakaian, ikat pinggang, gelang, dan sepatu terkadang bisa memicu munculnya ruam dan rasa gatal pada kulit. Apabila gejala iritasi tersebut timbul pada kulit, sebaiknya pilihlah pakaian, aksesoris, atau sepatu dengan bahan lain yang tidak menyebabkan iritasi.

4. Parfum atau Produk Perawatan Kulit

Sebagian jenis parfum, kosmetik, dan produk perawatan kulit mengandung bahan kimia yang berpotensi memicu iritasi kulit. Gejala yang ditimbulkan dapat meliputi kulit memerah, terasa gatal, bersisik, dan muncul bentol pada kulit.

5. Pembersih Rumah dan Perabot

Detergen, pelembut pakaian, pembersih kaca, atau pembersih lantai umumnya mengandung bahan kimia bersifat keras yang dapat memicu iritasi kulit. Apabila kita memiliki kulit sensitif dan mudah iritasi, sebaiknya kenakan sarung tangan khusus berbahan plastik selama membersihkan rumah dan perabotan. Selain itu, cucilah tangan dengan air mengalir setelah menggunakan produk-produk pembersih tersebut.

6. Tanaman

Menyentuh jenis tanaman atau bunga tertentu, misalnya tanaman hias ivy, bunga dandelion, dan aster, diketahui dapat menimbulkan reaksi iritasi pada kulit. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan sarung tangan, apabila hendak merawat tanaman atau bunga tersebut.

7. Gigitan Serangga

Gigitan serangga bisa menyebabkan iritasi kulit dan reaksi alergi pada sebagian orang. Umumnya, iritasi ini menimbulkan gejala, seperti bentol dan ruam kemerahan, serta rasa gatal pada kulit. Untuk mencegah tubuh terkena gigitan serangga, kita disarankan untuk menggunakan pakaian tertutup dan topi.

Tips Mencegah Kulit Agar Tidak Iritasi

Kondisi ini tentu membuat kita terganggu. Supaya kita terhindar dari kondisi ini, ikuti beberapa tipsnya berikut ini.

1. Menjaga Kelembapan Kulit

Produk pelembab menjaga kulit kita terhidrasi dan tetap lembab. Gunakan krim ini sesering mungkin, terutama setelah mandi atau setiap kali kulit kita terasa kering. Pastikan untuk memilih produk yang sesuai dengan jenis kulit dan bahan-bahannya aman.

2. Minum Banyak Air Putih

Minum air putih memang secukupnya saja. Tapi saat kondisi kulit kita kering, minum air putih lebih banyak bisa jadi salah satu cara untuk mengatasinya. Air bukan hanya menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh saja, tapi juga kelembapan kulit. Selain air putih, buah dan sayur yang kaya vitamin juga bisa mendukung kesehatan kulit.

3. Mencegah Iritasi pada Area Kemaluan

Iritasi kulit vagina sering terjadi ketika menjelang dan selama menstruasi. Pada momen tersebut, kelembaban kulit akan terus meningkat dan risiko terjadinya iritasi jadi semakin besar. Mencegah iritasi pada area kemaluan, berarti menjaga area tersebut tetap terjaga kelembabannya. Nah, itulah sebabnya kita harus bijak memilih pembalut. Pilih pembalut yang lembut, cepat menyerap, dan bersirkulasi udara agar area vagina tetap kering dan bisa bernapas dengan baik sehingga tidak lembap. Hati-hati juga dengan alergi pembalut.

 

Referensi               

Adira Rahmawati. 2019. Peran Perawatan Kulit yang Dapat Merawat atau Merusak Skin Barrier. Jurnal Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Pajajaran Bandung.

Sita Ririn Safitri, dkk. 2014. Pentingnya Melindungi Kulit dari Sinar Matahari dan Cara Melindungi Kulit dengan Sunblock Buatan Sendiri. Jurnal Inovasi dan Kewirausahaan, Jurusan Farmasi Fakultas MIPA Universutas Islam Indonesia Yogyakarta.

Powers, J., & McDowell, R. NCBI Bookshelf 2021. Insect Bites. American Academy of Dermatology Association. How to Relieve Itchy Skin.

National Institute of Health. 2022. U.S. National Library of Medicine Medline Plus. Contact Dermatitis

National Institute of Health. 2021. U.S. National Library of Medicine MedlinePlus Rashes.

Selner, M., Wolfson, E., & Watson, K. Healthline. 2020. Bug Bites and Stings

More, D. Verywell Health. 2020. Common Cause of Clothing Allergies

Dunkin, M. WebMD. 2020. Chemical Allergies : Shampoo, Cleaners, and More