Selasa, 07 Februari 2023 08:55 WIB

Mari Ketahui Osteoporosis

Responsive image
4035
dr. Fajar Nursulistyo, SpOT - RS Ortopedi Prof.Dr.R.Soeharso Surakarta

Osteoporosis atau yang sering disebut oleh tulang keropos adalah suatu kondisi dimana tulang mengalami penurunan jumlah massa serta penipisan. Osteoporosis sering terjadi pada usia 50 tahun keatas terutama Wanita. Data kemenkes RI mencatat prevalensi osteoporosis di Indonesia sebesar 23% pada wanita berusia 50-80 tahun, dan 53% pada wanita berusia 80 tahun keatas. Kondisi ini dapat menyebabkan dari gejala yang paling ringan seperti nyeri saat berjalan atau saat tulang digerakkan, hingga yang fatal seperti patah tulang dikarenakan tulang mengalami kerapuhan. Adapun lokasi tulang yang sering mengalami efek dari kerapuhan ini yaitu pada tulang belakang bagian bawah, tulang pinggul, dan pergelangan tangan.

<!--[if gte vml 1]> <![endif]-->

Macam-macam osteoporosis

1. Osteoporosis Primer

Osteoporosis primer, atau yang biasa disebut dengan osteoporosis tipe 1, merupakan osteoporosis yang umumnya paling banyak terjadi karena terjadi pada wanita usia lanjut atau mulai memasukki fase menopause. Penyebab utama tipe osteoporosis primer ini adalah menurunnya hormon estrogen pada wanita dan hormon androgen pada pria, yang akan menyebabkan tulang mengalami proses pengapuran.

2. Osteoporosis Sekunder

Adapun osteoporosis sekunder atau yang biasa disebut osteoporosis tipe 2 adalah osteoporosis yang disebabkan oleh penyakit atau konsumsi obat-obatan tertentu. Beberapa penyakit yang rentan terserang osteoporosis tipe ini antara lain diabetes, lupus, ginjal, liver, dan kelainin bawaan lahir.

Faktor risiko dan gejala dini osteoporosis

Osteoporosis dapat terjadi oleh siapa saja dengan faktor yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk kita mengetahui factor risiko serta gejal dini penderita osteoporosis:

Faktor risiko :

1.      Wanita, berhubungan fase menopause .

2.      Bertambahnya usia, semakin rentan terkena osteoporosis karena tulang yang semakin menipis dikarenakan hormon seksual semakin menurun.

3.      Pasien yang sedang dalam masa pengobatan yang cukup lama.

4.      Kurangnya paparan sinar matahari, asupan vitamin D, dan kalsium. 

5.      Merokok, mengkonsumsi alkohol, mengkonsumsi kafein.

Gejala dini:

1.      Sakit punggung dalam jangka waktu yang lama.

2.      Mudah dan sering mengalami cedera pada tulang.

3.      Postur tubuh yang semakin membungkuk.

4.      Menurunnya tinggi badan.

Diagnosis Osteoporosis

Beberapa metode pemeriksaan untuk menentukan seseorang dapat dinyatakan mengidap osteoporosis:

1.      Pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter kepada pasien saat pasien berobat ke dokter

2.      Foto rontgen untuk mendeteksi patah tulang pada pasien. 

3.      Dual energy X-Ray absorptiometry atau yang sering disebut DXA adalah pemeriksaan radiologis penunjang untuk mengetahui massa dan kepadatan tulang yang bisa diukur pada bagian tulang tertentu.

4.      Bone scan untuk mengetahui perkiraan risiko patah tulang pada pasien. 

5.      Tes darah dan urin jika pasien terdeteksi penyakit lain yang dapat memicu osteoporosis.

Tatalaksana/pengobatan Osteoporosis

Berikut adalah jenis pengobatan osteoporosis yang dapat lakukan:

a. Osteoporosis nonhormonal, seperti Bifosfonat, Denosumab, serta suplemen vitamin D dan kalsium. 

b. Osteoporosis hormonal, dapat dilakukan terapi hormonal seperti Selective estrogen receptor modulators (SERMs), hormon testosteron, hormon parathyroid, HRT (Hormone replacement therapy),

Pencegahan Osteoporosis

Berikut adalah cara mencegah osteoporosis yang dapat kita lakukan:

<!--[if gte vml 1]> <![endif]-->

1. Asupan gizi tinggi kalsium dan makanan bergizi

Kalsium direkomendasikan sebanyak 1.000 mg untuk wanita berusia 19-50 tahun dan ibu hamil serta menyusui, 1000 mg untuk pria 17-70 tahun, 1200 mg bagi pria diatas 70 tahun.. Bagi wanita lansia dianjurkan untuk memenuhi asupan kalsium sebanyak 1.200 mg. Kita bisa mendapatkan kalsium dari beberapa jenis makanan atau minuman seperti susu kedelai/susu almond, tempe, tahu, ikan, kacang-kacangan dan brokoli.

2. Mencukupi vitamin D

Direkomendasikan agar vitamin D dikonsumsi sebanyak 600-800 IU. Diketahui vitamin D berfungsi untuk meningkatkan kada penyerapan kalsium di dalam usus serta mengatur kadar kalsium agar tidak terlalu rendah dan Kesehatan tulang  akan tetap terjaga dan terbebas dari osteoporosis.

Cara paling sederhana adalah berjemur di pagi hari setiap 5-15 menit setiap 2-3 kali seminggu. Jangan lupa untuk melindungi tubuh dengan tabir surya (sunblock) agar terhindar dari kanker kulit. Vitamin D dapat diperoleh dari berbagai jenis sumber makanan dan minuman seperti susu dan ikan-ikanan. Kita juga dapat mengonsumsi suplemen vitamin D setiap harinya untuk tetap mempertahankan kadar vitamin D dalam tubuh.

3. Olahraga teratur dan aktif bergerak

Olahraga secara teratur dapat meningkatkan massa otot dan mengurangi risiko fraktur sebesar 40%. Untuk mengurangi risiko osteoporosis, olahraga dengan intensitas gerak ringan-sedang sangat disarankan, seperti jalan sehat, senam, yoga, bersepeda, dan berenan. 

4. Hindari rokok dan minuman alkohol, serta kafein yang berlebih

Kebiasaan merokok, minum alkohol, sampai mengkonsumsi minuman kafein seperti kopi dalam frekuensi sering akan berdampak pada kesehatan tulang. Diketahui zat nikotin didapatkan di dalam rokok memberikan efek toksik langsung pada osteoblast yang akan menyebabkan meningkatnya risiko patah tulang. 

 

Referensi:

Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Situasi Osteoporosis di Indonesia, 2020.  Jakarta: Kemenkes RI

TU, Kristie N., et al. Osteoporosis: a review of treatment options. Pharmacy and Therapeutics, 2018, 43.2: 92.

Clark, E., & Tobias Jon. Apley & Solomon’s System of Orthopaedics and Trauma (9th ed.). 2018.

https://mymilk.com/uploads/2016/03/Osteoporosis-Di-Usia-Muda-Ini-Dia-Penyebabnya.jpg

https://www.anlene.com/content/dam/countries/indonesia/anlene_indonesia/article_3/1280-03.-anlene_indepth_oktober2020_osteoporosis_-waspadai-cegah-si-silent-disease-sejak-dini-(nutritionist-final).jpg

https://sgp1.digitaloceanspaces.com/radarbogor/2017/10/20171030_utama_osteoporosis-lansia-senam.jpg

https://bem.poltekkesdepkes-sby.ac.id/wp-content/uploads/2020/10/2.png