Kamis, 05 Januari 2023 14:31 WIB

Mengenali Quarter Life Crisis dan Cara Menghadapinya

Responsive image
21107
Ns. Yunita Adiyatma, S. Kep. - RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang

Akhir-akhir ini, istilah quarter life crisis makin banyak digunakan. Namun, mungkin banyak dari kita yang belum begitu paham apa sebenarnya quarter life crisis itu, bagaimana tanda-tandanya, dan cara menghadapinya. Simak penjelasan lengkap mengenai quarter life crisis pada artikel ini.

Quarter Life Crisis sendiri merupakan periode dimana manusia mulai masuk  masa dewasa. Krisis ini dianggap sebagai masa sulit yang dialami generasi usia 25-30 tahun, dimana kamu mungkin merasakan serangan emosional luar biasa yang datang dari dalam dan luar dirimu sehingga kamu menjadi cemas, tidak nyaman, kebingungan dengan arah hidup, merasa salah arah dan putus asa. Tidak hanya itu, orang yang mengalami quarter life crisis bahkan kerap mempertanyakan eksistensinya sebagai seorang manusia. Ada juga orang yang sampai merasa bahwa dirinya tidak memiliki tujuan hidup.

Penyebab Quarter Life Crisis

Quarter life crisis biasanya dimulai bila ada masalah “orang dewasa” yang muncul pertama kalinya pada hidup seorang dewasa muda. Ada beberapa kondisi yang sering memicu terjadinya quarter life crisis, di antaranya:

  • Merencanakan karier dan masa depan
  • Menjalani hidup mandiri untuk pertama kalinya
  • Melihat teman sebaya sudah mencapai impiannya lebih dulu
  • Hidup mandiri untuk pertama kalinya
  • Menjalani hubungan serius dan komitmen untuk pertama kalinya
  • Membuat keputusan pribadi atau profesional jangka panjang
  • Takut akan perubahan besar dalam hidup

Tanda-Tanda Quarter Life Crisis

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa menjadi tanda seseorang sedang mengalami quarter life crisis:

  • Sering merasa bingung mengenai masa depannya
  • Mulai mempertanyakan tujuan hidup dan pencapaian
  • Mulai membandingkan diri dengan orang lain terkait capaian
  • Terjebak dalam situasi dimana muncul perasaan terombang-ambil di arah yang tidak jelas
  • Merasa terjebak dalam situasi yang tidak disukai
  • Sulit membuat keputusan ketika dihadapkan dengan beberapa pilihan
  • Kurang motivasi dalam menjalani aktivitas sehari-hari
  • Khawatir akan tertinggal dalam ketidakpastian hidup seorang diri
  • Merasa iri dengan teman sebaya yang sudah lebih dulu mencapai impiannya

Cara Menghadapi Quarter Life Crisis

Secara umum, cara menghadapi krisis ini adalah dengan lebih positif dalam menyikapi lingkungan dan tuntutan sosial. Namun terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan diantaranya :

1. Berhenti membandingkan diri dengan orang lain

Membandingkan diri dengan orang lain hanya akan membuang-buang waktu dan membuat Anda semakin khawatir. Alih-alih memikirkan kehidupan orang lain, mulailah cari tahu apa yang sebenarnya Anda inginkan dalam hidup.

Namun, tanamkan dalam pikiran Anda bahwa jawabannya mungkin tidak akan langsung ada. Fokus saja dengan bagaimana Anda bisa melewati satu hari dengan sebaik-baiknya. Yakinlah bahwa Anda perlahan-lahan akan mengetahui keinginan dan tujuan Anda, bahkan mungkin tanpa Anda sadari.

2. Ubah keraguan menjadi tindakan

Ketika Anda bingung akan suatu hal dalam hidup, jadikan itu kesempatan untuk menemukan tujuan baru. Isi hari-hari Anda dengan hal-hal positif untuk menemukan jawaban atas keraguan Anda, hingga akhirnya jawaban tersebut datang dengan sendirinya.

Misalnya, Anda bingung karena merasa tidak cocok dengan pekerjaan. Di samping tetap menjalankan tanggung jawab Anda dalam bekerja, Anda bisa mulai mengisi waktu luang dengan relaksasi, menambah wawasan, mencari kelas online untuk menambah keterampilan, atau mengobrol dengan teman untuk mendapatkan solusi.

3. Temukan orang-orang yang bisa mendukung Anda

Berada di sekeliling orang-orang yang bisa mendukung impian dan cita-cita Anda juga bisa menjadi cara untuk menghadapi quarter life crisis.

Carilah orang-orang yang memiliki minat yang sama dengan Anda, atau orang-orang yang bisa menginspirasi dan membuat Anda menjadi orang yang lebih baik. Dengan begitu, Anda tidak akan merasa sendiri dalam menjalani hidup.

4. Belajar mencintai diri sendiri

Ketika sedang terjebak dalam quarter life crisis, Anda mungkin akan cenderung mengabaikan berbagai kenikmatan yang sebenarnya Anda miliki. Padahal, untuk mencapai tujuan dalam hidup, Anda perlu menghargai dan mencintai diri Anda terlebih dahulu.

Jadi Quarter Life Crisis ini merupakan fenomena yang telah banyak terjadi di masyarakat, pada usia berapa hal tersebut terjadi tergantung pada lingkungan dan tuntunan sosial yang dialami masing-masing individu. Dan meski tampaknya meresahkan, Quarter Life Crisis juga bisa menjadi titik balik untuk menentukan tujuan hidup dan melakukan yang terbaik untuk tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab.

Quarter life crisis bisa menyerang siapa saja, karena sesungguhnya masalah dalam hidup adalah sesuatu yang sangat wajar. Dalam menghadapi fase ini, Anda membutuhkan fisik dan mental yang kuat supaya krisis ini tidak berlanjut lebih jauh. Apabila Anda mengalami kesulitan dalam menghadapi quarter life crisis, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

 

Referensi:

Agarwal, S., et al (2020). Examining the Phenomenon of Quarter-Life Crisis Through Artificial Intelligence and the Language of Twitter. Frontiers in psychology, 11, pp 341.

Habibie, A., Syakarofath, N. A., & Anwar, Z. (2019). Peran Religiusitas terhadap Quarter-Life Crisis (QLC) pada Mahasiswa. Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP), 5(2), pp 129−138.

Rossi, N. E., & Mebert, C. J. (2011). Does a Quarterlife Crisis Exist? The Journal of Genetic Psychology, 172(2), pp 141−161.
Bradley University. Understanding the Quarter-Life Crisis.
Poswolsky, A. Health (2016). How to Survive a Quarter-Life Crisis and Find Your True Purpose.

Beaton, C. Psychology Today (2017). Why Millennials Need Quarter-Life Crises.
Beaton, C. Psychology Today (2015). Quarter-Life Crises: 5 Steps to Stop Floundering.