Rabu, 06 Juli 2022 11:28 WIB

Puasa Bagi Penderita Penyakit TB Paru

Responsive image
26 kali
R. Lela Nurulhuda, S.S.T - Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Bandung

Berpuasa merupakan kewajiban bagi setiap umat Islam yang mampu menjalankannya. Bagi orang yang tengah dalam kondisi sakit, Islam memberikan kelonggaran dengan memperbolehkan untuk tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain, begitu pula dengan pasien tuberkulosis (TB). Penderita TB dengan kondisi tertentu dapat tetap menjalankan ibadah puasa.

Keputusan untuk berpuasa diserahkan kembali pada pasien TB yang bersangkutan. Kalau kondisi badan sedang stabil menurut dokter maka pasien dapat berpuasa. Tapi kalau tidak memungkinkan ikuti saja kemauan badan. Nanti baru bisa puasa kembali setelah badan terasa kuat.

Jika penderita TB tidak memungkinkan menjalankan puasa karena efek samping obat yang berat, maka pasien TB resistan obat diperbolehkan untuk tidak berpuasa terlebih dahulu dan dianjurkan untuk membayar fidyah atau menggantinya di waktu lain. Orang dengan tuberkulosis boleh menjalankan puasa asal tetap teratur meminum obat setiap hari dengan cara memindahkan jadwal minum obat yang seharusnya pagi atau siang menjadi malam hari. Bagi pasien TB yang mendapat obat TB dosis tunggal saat berpuasa, maka konsumsi obat bisa dipindah menjadi saat sahur atau yaitu sekitar 1 jam hingga 30 menit sebelum sahur. Sedangkan untuk pasien TB yang mendapatkan dosis obat lepasan dapat meminum obat 2 tablet sebelum sahur dan 2  tablet setelah shalat tarawih. Sementara itu bagi pasien TB resistan obat dapat berpuasa dengan meminum obat setelah berbuka atau setelah salat tarawih.

Bagi Pasien TB yang dapat menjalankan ibadah puasa tidak usah khawatir karena menjalankan puasa ternyata bermanfaat untuk kesehatan tubuh kita, yaitu dapat meningkatkan imun pengidap TB. Puasa bisa meningkatkan imun pengidap TB karena selama menjalani ibadah puasa, kuman penyebab penyakit tuberkulosis, Mycobacterium tuberculosis, berhasil terbunuh secara perlahan.

Pengidap TB yang menjalani puasa mengalami perubahan pada pola makan dan juga kualitas makanan yang dikonsumsi. Dalam hal ini puasa yang dijalankan bisa disebut sebagai stressor. Perubahan pola makan dan kebiasaan sehari-hari membuat tubuh merespons terhadap imun orang pengidap TB.

Ada bermacam respons tubuh yang terjadi saat puasa mulai dari perubahan endokrin, perubahan sistem saraf serta perubahan sistem imun baik seluler maupun humoral. Dengan menjalankan ibadah puasa, sistem imun merespons dan bersiaga secara fisiologis yang ditandai dengan optimalnya kondisi sistem imun pada pengidap TB. Kondisi ini menghambat adanya infeksi tuberkulosis pada bagian tubuh yang sehat lainnya. Puasa juga terbukti dapat meningkatkan metabolisme dan pertahanan tubuh.

Selain itu, sebaiknya perhatikan konsumsi makanan yang dikonsumsi pengidap TB ketika berbuka ataupun sahur. Sebaiknya hindari masalah kekurangan gizi ketika menjalani ibadah puasa. Kekurangan gizi pada pengidap TB ternyata dapat membuat penyakit TB menjadi lebih parah.

Bagi pengidap TBC yang menjalankan puasa sebaiknya perhatikan asupan nutrisi yang perlu dipenuhi seperti kalori, protein, vitamin A, vitamin C, vitamin D, mineral, seng dan selenium. Dengan menerapkan pola makan sehat, tubuh akan lebih mudah dalam melawan kuman penyebab tuberkulosis dan keseimbangan gizi mempercepat proses penyembuhan tuberkulosis.

 

Bagi pengidap TB yang puasa sebaiknya menghindari kebiasaan buruk yang dapat memperburuk kondisi penyakit. Sebaiknya saat bulan puasa, batasi pengonsumsian minuman yang mengandung soda maupun kafein. Seperti kopi atau teh. Sebaiknya perbanyak air putih agar kesehatan tubuh kamu terjaga. Dengan mengonsumsi air putih, kamu juga akan terhindar dari dehidrasi dan penyakit lainnya.

Selain itu, bagi pengidap TB yang puasa sebaiknya batasi pengonsumsian makanan yang mengandung lemak tinggi, misalnya gorengan atau makanan cepat saji. Biasanya, gorengan atau makanan cepat saji sangat praktis untuk dikonsumsi ketika berbuka puasa, namun untuk menjaga kesehatan, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan ini ketika berbuka puasa. Hindari juga kebiasan merokok dan asap rokok. Kebiasaan buruk ini juga dapat memperparah keadaan paru-paru anda.

Jika memiliki pertanyaan seputar cara pengaturan nutrisi atau masih bingung dalam menentukan asupan nutrisi yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau Ahli Gizi anda.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

[1]              https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190506134106-255-392288/panduan-berpuasa-bagi-pasien-tuberkulosis, 4 April 2022

[2]              https://gaya.tempo.co/read/1203673/jadwal-minum-obat-ketat-ini-panduan-puasa-bagi-pasien-tbc, 4 April 2022

[3]              https://www.solopos.com/puasa-tingkatkan-imun-pengidap-tbc-ini-penjelasannya-1120790, 4 April 2022