Kamis, 20 Oktober 2022 14:55 WIB

Minuman Manis “Kekinian” Tingkatkan Risiko Kematian

Responsive image
9013
Hepiriyani, S.Kep, Ners - RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang

Beberapa tahun kebelakang, berbagai minuman kekinian menjamur di mana-mana, mulai dari teh, kopi, dan variasi minuman lainnya. Minuman ini kian menjadi tren di Indonesia. Minuman-minuman ini dengan mudah menjadi favorit banyak orang, terutama di kalangan anak muda. Tidak sedikit orang yang bahkan rela mengonsumsi minuman ini setiap harinya karena terasa nikmat dan membantu melegakan dahaga. Padahal, berlebihan dalam mengonsumsi jenis minuman ini bisa berdampak buruk pada kesehatan tubuh, lho.

Sebuah penelitian baru menemukan bahwa minuman manis meningkatkan risiko kematian dini akibat penyakit tidak menular seperti serangan jantung dan beberapa tipe kanker. Penelitian yang diterbitkan oleh T.H. Chan School of Public Health Universitas Harvard bulan lalu(Maret 2019), yang menganalisis data dari 37 ribu laki-laki dan 80 ribu perempuan selama 30 tahun, menemukan bahwa semakin banyak minuman bergula yang dikonsumsi seseorang, semakin besar pula risiko kematian dini bagi orang tersebut. 

"Dibandingkan dengan orang yang minum kurang dari satu minuman manis per bulan, meminum minuman manis satu sampai empat porsi sebulan meningkatkan risiko sebanyak satu persen. Minum dua hingga enam per minggu, risiko meningkat enam persen. Satu sampai dua minuman manis per hari, risikonya 14%. Sedangkan untuk minum dua atau lebih, risikonya 21%," kata Vasanti Malik, ilmuwan dari Harvard's Department of Nutrition dan penulis utama pada penelitian tersebut yang dimuat pada BBC awal April 2019.

Sebuah jurnal kesehatan berjudul Kandungan Gizi dalam Minuman Kekinian “Boba Milk Tea” (2021) menjelaskan, segelas minuman manis kekinian rupanya memiliki kadar gula maupun kalori yang sangat tinggi. Penelitian ini dilakukan di Yogyakarta dan merupakan penelitian deskriptif dengan Simple Random Sampling. Penelitian itu menemukan kalori yang terdapat dalam Boba Milk Tea adalah > 300 Kkal, rata-rata protein dan lemak adalah 0,47% dan 2,99%. Rata-rata kandungan sukrosa adalah 73,44 %. Padahal, Pedoman diet Indonesia untuk konsumsi gula adalah 10 persen dari energi. Sementara energi yang kita butuhkan dalam sehari hanya sebesar 2.000 Kkal. Maka, idealnya energi dari gula hanya 200 Kkal dalam sehari. Persoalannya, saat seseorang meminum minuman Boba Milk Tea, tubuh akan menerima energi dari gula sebesar > 300 Kkal. Artinya tubuh telah kelebihan 100 Kkal dalam sehari. Itu pun dengan asumsi seseorang tersebut hanya menerima gula dari Boba Milk Tea, tidak dari minuman atau makanan manis lain.

Berikut bahaya mengonsumsi minuman manis secara rutin:

1. Obesitas

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, minuman kekinian yang tinggi gula bisa memberikan kalori yang banyak. Namun, kebanyakan orang yang punya kebiasaan minuman manis tidak mengimbanginya dengan mengurangi kalori dari makanan yang dikonsumsinya. Inilah yang menyebabkan kebiasaan tidak sehat tersebut bisa meningkatkan berat badan yang berujung pada obesitas. Berat badan berlebih atau obesitas juga bisa meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, osteoarthritis, sleep apnea dan masalah pernapasan, dan masih banyak lagi.

2. Diabetes tipe 2

Dampak kebiasaan minum minuman manis lainnya yang juga sudah jelas terbukti adalah diabetes tipe 2. Orang yang mengonsumsi minuman manis secara teratur, 1-2 kaleng sehari atau lebih, memiliki risiko 26 persen lebih besar terkena diabetes tipe 2 dibanding orang yang jarang mengonsumsi minuman tersebut. Risiko bahkan lebih besar pada orang dewasa muda dan orang Asia.

3. Penyakit jantung

Sebuah penelitian yang diikuti 40.000 pria selama dua dekade menemukan, bahwa mereka yang rata-rata minum satu kaleng minuman manis per hari memiliki risiko 20% lebih tinggi terkena serangan jantung, atau meninggal akibat serangan jantung dibandingkan pria yang jarang mengonsumsi minuman manis. Sebuah studi pada wanita juga menemukan hal yang serupa dalam hubungan minuman manis dengan penyakit jantung. 

Studi Kesehatan Perawat, yang melacak kesehatan hampir 90.000 wanita selama dua dekade, menemukan bahwa wanita yang minum lebih dari dua porsi minuman manis setiap hari, memiliki risiko 40 persen lebih tinggi terkena serangan jantung atau kematian akibat penyakit jantung, daripada wanita yang jarang minum minuman manis. 

4. Nyeri sendi (gout)

Menurut sebuah penelitian, kebiasaan mengonsumsi minuman manis setiap hari juga meningkatkan risiko asam urat sebanyak 75 persen lebih tinggi daripada orang yang jarang meminumnya.

5. Penyakit ginjal

Minuman tinggi gula bisa menyebabkan obesitas, diabetes, dan hipertensi, yang semuanya itu merupakan faktor risiko untuk penyakit ginjal.

6. Penyakit hati non-alkohol

Sebuah studi baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology menemukan, bahwa minum satu atau lebih minuman manis setiap hari selama lima sampai tujuh tahun dapat menyebabkan penyakit hati berlemak. 

7. Kerusakan gigi

Bahaya mengonsumsi minuman manis lainnya yang mungkin sudah diketahui banyak orang adalah kerusakan gigi. Hal itu karena bakteri dalam mulut bisa menggerogoti sisa gula yang ditinggalkan minuman tidak sehat tersebut. Saat bakteri mengonsumsi gula, ia mulai menghasilkan asam yang akan mengikis email gigi kamu. Akibatnya, gigi menjadi lebih tipis dan rapuh, sehingga kamu berisiko mengalami gigi berlubang. 

Mengingat ada berbagai dampak kesehatan yang berbahaya akibat kebiasaan mengonsumsi minuman manis, cobalah untuk mulai mengurangi konsumsi minuman kekinian dari sekarang. Menurut Peraturan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor 30 tahun 2013, kebutuhan gula bagi orang Indonesia adalah kurang dari 50 gram/hari atau maksimal setara dengan 4 sendok makan gula. Sedangkan, menurut American Hearts Association, pembatasan kebutuhan gula tambahan bagi laki-laki adalah tidak lebih dari 9 sendok teh atau 36 gram gula (150 kkal), serta bagi perempuan sebanyak 6 sendok teh atau 25 gram gula (100 kkal) setiap harinya.

 

Referensi :

Kemenkes RI. Minuman manis 'tingkatkan risiko kematian dini', menurut penelitian Harvard. https://p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/minuman-manis-tingkatkan-risiko-kematian-dini-menurut-penelitian-harvard. Diakses tanggal 12 Oktober 2022

Rosyida Awalia Safitri, Sunarti Sunarti, Annisa Parisudha, Yuni Herliyanti (2021) Kandungan Gizi Dalam Minuman Kekinian “Boba Milk Tea”. Gorontalo Journal of Public Health, Volume 4 Nomor 1, Tahun 2021. https://jurnal.unigo.ac.id/index.php/gjph/article/view/1443

Kemenkes RI. Berapa rekomendasi konsumsi gula harian?. https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-diabetes-melitus/page/11/konsumsi-gula-harian-tidak-lebih-dari-50-gram-hari-setara-dengan-4-sendok-makan. Diakses tanggal 12 Oktober 2022

Waspada, Ini 7 Bahaya Kebiasaan Konsumsi Minuman Manis. https://www.halodoc.com/artikel/waspada-ini-7-bahaya-kebiasaan-konsumsi-minuman-manis. Diakses tanggal 12 Oktober 2021

Sumber Foto :https://www.dreamstime.com/bubble-tea-iced-coffee-fruit-smoothie-other-sweet-drinks-bubble-tea-iced-coffee-fruit-smoothie-other-sweet-drinks-hand-image193081929#_