Rabu, 06 Juli 2022 10:33 WIB

Stroke Infark

Responsive image
44915
Tim Promkes RSST - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Stroke menurut WHO adalah suatu gangguan fungsi saraf akut yang disebabkan oleh karena gangguan peredaran darah otak, dimana secara mendadak (dalam beberapa detik) atau secara cepat (dalam beberapa jam) gejala dan tanda yang sesuai dengan daerah fokal di otak yang terganggu.

Stroke merupakan penyakit yang perlu perhatian, terutama bagi pasian dan keluarganya kerap kali tanpa menyadari sama sekali, meskipun kita barangkali mengenal serangan stroke sebagai kelumpuhan separuh badan yang terjadi mendadak.

Stroke infark atau infark serebral adalah kondisi ketika aliran darah di otak terhambat, sehingga menyebabkan kerusakan jaringan otak. Kerusakan ini terjadi karena jaringan otak tidak mendapatkan cukup oksigen yang disebabkan oleh adanya hambatan di pembuluh darah arteri otak. Tanpa oksigen yang memadai, sel dan jaringan otak akan mengalami kerusakan dan mati. Stroke infark disebut juga sebagai stroke iskemik atau stroke non-hemoragik.

Stroke infark merupakan jenis yang paling banyak terjadi, beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami stroke infark mulai dari diabetes, hipertensi, penyakit jantung, kolesterol tinggi, obesitas, hingga gaya hidup kurang sehat. Stroke merupakan kondisi darurat medis, sehingga perlu penanganan yang cepat dan tepat, Penanganan dini dalam stroke infark dapat meminimalkan kerusakan otak dan menurukan risiko komplikasi. Beberapa gejala / tanda fisik yang dapat menandakan dan gejala yang perlu diwaspadai :

1.    Tubuh terasa lemah dan sulit digerakkan (kelemahan, kelumpuhan, mati rasa pada wajah, lengan atau tungkai).

2.    Kesulitan saat berbicara dan mengerti ucapan orang lain (melemahnya otot wajah).

3.    Gangguan penglihatan pada satu atau kedua mata. Tiba-tiba saja penglihatan kabur atau buram pada satu maupun kedua mata yang berlangsung lama.

4.    Kesulitan berjalan, stroke infark juga ditandai dengan pusing mendadak, sehingga penderitanya kehilangan keseimbangan atau koordinasi saat berjalan.

5.    Sakit kepala mendadak parah tanpa diketahui penyebabnya, muncul secara tiba-tiba, terlebih jika disertai gejala lain seperti muntah, pusing atau penurunan kesadaran, dapat menjadi pertanda / mengindikasi bahwa anda mengalami stroke.

Waspadai tanda dan gejala stroke, sehingga apabila muncul gejala dapat segera dilakukan penanganan sedini mungkin guna mencegah kerusakan parah pada otak dan komplikasi stroke, semakin cepat ditangani peluang pulih dan sembuh akan semakin tinggi sebaliknya jika dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan, stroke bisa menyebabkan kerusakan permanen pada otak.

Oleh karena itu upaya pencegahan stroke bisa dilakukan dengan beberapa cara berikut :

1.      Mengontrol tekanan darah, menjaga agar tekanan darah normal, jika sudah pernah mengalami stroke usahakan agar tekanan darah Anda tetap stabil guna mencegah serangan stroke berikutnya.

2.      Mengonsumsi buah dan sayuran selain sayur dan buah disarankan untuk mengonsumsi produk gandum utuh, kacang-kacangan dan biji-bijian. Asupan serat yang tinggi dari makanan dapat mengurangi kolesterol sehingga risiko terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah otak bisa berkurang.

3.      Mempertahankan berat badan yang sehat.

4.      Membatasi konsumsi makanan tinggi kolesterol dan lemak jenuh yang dapat menyebabkan penumpukan lemak atau plak pada pembuluh darah arteri serta rajin berolah raga dan mengelola stres dengan baik.

Langkah-langkah penanganan stroke infark dengan terapi oksigen, pemberian obat-obatan yang meliputi obat anti-koagulan atau pengencer darah, operasi, fisioterapi, dan terapi okupasi.

Apabila Anda mengalami gejala stroke infark, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya.

 

 

 

 

 

Referensi               :

1.      Sunaryo, Elida Ulfiana, dkk. Pendidikan Kesehatan tentang ROM Meningkatkan Motivasi Keluarga dalam Melakukan Range of Motion pada Pasien Stroke Infark. https://e-journal.unair.ac.id.

2.      Stroke Infark. https://eprints.undip.ac.id.

3.      Tinjauan Infark Miokard Akut. https://eprints.umm.ac.id.

4.      Tutwuri Handayani, dkk. Hubungan Kadar Hemoglobin, Hematokrit dan Eritrosit dengan Derajat Klinis pada Penderita Strok Iskemik Akut. https://jurnal.stikestrimandirisakti.ac.id.