Senin, 08 Agustus 2022 09:30 WIB

Parkinson and Parkinsonism

Responsive image
11741
Prof. Dr. dr. Tjokorda Gde Bagus Mahadewa, M.Kes, - RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah

1.    Definisi

Penyakit Parkinson adalah suatu penyakit degenerative otak yang berlangsung dengan lambat pada kebanyakan orang. Gejalanya bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk timbul dan kebanyakan orang hidup selama bertahun-tahun meskipun terkena penyakit ini. Gejala daripada penyakit Parkinson ini berupa hilangnya kontrol gerakan motoric yang berkelanjutan disertai dengan gangguan emosi seperti depresi, hilangnya indra penghidu, gangguan lambung, gangguan kognitif dan sebagainya,

Parkinsonism adalah sebuah istilah yang dipakai yang menyatakan kelompok gejala gangguan saraf yang menyebabkan gangguan pergerakan seperti yang terdapat pada penyakit Parkinson seperti tremor, gerakan yang lambat, dan gerakan yang kaku.

2.    Penyebab

Penyebab pasti daripada penyakit parkinson tidak diketahui, tetapi beberapa faktor digadang-gadang memiliki peranan seperti genetik, dan terpaparnya racun pada lingkungan. Untuk faktor resiko daripada penyakit parkinson ini dapat berupa umur, jenis kelamin, dan terpaparnya pasien dengan racun seperti pestisida.

3.    Diagnosis

Tidak ada satu pemeriksaan tunggal yang bisa mendiagnosis penyakit Parkinson ataupun parkinsonism. Untuk diagnosis dokter biasanya akan menanyakan riwayat medis dan meminta anda untuk melakukan beberapa pemeriksaan motorik. Gejala daripada penyakit parkinson ini sendiri berupa gemetar (tremor), gerakan yang lambat (bradykinesia), otot yang kaku, postur tubuh yang membungkuk, dan gangguan bicara. Karena diagnosis ditegakkan dari pemeriksaan secara visual, penyakit Parkinson terkadang bercampur dengan parkinsonism, dan bisanya diagnosis ditegakkan berdasarkan progresifitas daripada penyakitnya. Semua parkinsonism memiliki defisit daripada salah satu hormon yaitu dopamine, jadi pemeriksaan DatScan tidak bisa dijadikan pemeriksaan untuk membedakan antara penyakit parkinson dan parkinsonism.

4.    Pengobatan

Pengobatan untuk parkinson dan parkinsonism terkadang tumpang tindih. Terapi dopaminergic (lini pertama daripada parkinson) kadang efektif pada beberapa kasus parkinsonism. Latihan olahraga regular penting untuk menjaga tonus, kekuatan, dan fleksibilitas otot. Beberapa terapi yang biasa digunakan untuk parkinson dan parkinsonism termasuk dari latihan fisik dan terapi bicara, antidepressan dan toxin botulinum (Botox) untuk kelainan motoriknya. Tujuan daripada terapi ini untuk meningkatkan kualitas hidup daripada mereka yang terkena penyakit ini.

5.    Komplikasi

Penyakit parkinson dan parkinsonism memiliki gejala yang hampir sama, penyakit parkinson biasanya disertai dengan gangguan berpikir, depresi, perubahan emosi yang cepat, kesulitan menelan dan mengunyah, gangguan tidur, berkemih, dan konstipasi

 

 

 

 

REFERENSI

Dickson DW, Braak H, Duda JE, Duyckaerts C, Gasser T, Halliday GM, Hardy J, Leverenz JB, Del Tredici K, Wszolek ZK, et al. 2009. Neuropathological assessment of Parkinson’s disease: Refining the diagnostic criteria. Lancet Neurol 8: 1150–1157. Available at : https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19909913/

Hirano A, Kurland LT, Krooth RS, Lessell S 1961. Parkinsonism-dementia complex, an endemic disease on the island of Guam. I. Clinical features. Brain 84: 642–661. Available at : https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/13907609/

Lewis, PA, & Spillane JE. Neurodegenerative disease 1st edition. Cambridge: Academic Press; 2018. p. 83-121. Al-juboori, A., & Amira Nasser, A. H. (2018). Gradenigo’s syndrome and labyrinthitis: Conservative versus surgical treatment. Case Reports in Otolaryngology, 2018,