Jumat, 29 Juli 2022 10:48 WIB

Manfaat Vitamin K

Responsive image
24601
Tim Promkes RSST - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Saat ini vitamin K telah digunakan dalam pengobatan osteoporosis dan pengeroposan tulang. Kaitan antara vitamin K dan perkembangan tulang masih dalam penelitian; beberapa ilmuwan percaya bahwa vitamin K berdampak positif pada kesehatan tulang. Seseorang bisa mencukupi asupan vitamin ini dari makanan. Defisiensi vitamin K1 dan K2 sering terjadi pada bayi. Hal ini bisa mengarahkan pada penyakit yang disebut sebagai VKDB, yang ditandai dengan perdarahan. Vitamin K1 dan K2 dapat diperoleh dari makanan, atau bisa diinjeksi ke dalam tubuh sebagai suplemen. Jika seseorang berisiko kekurangan vitamin K, dokter akan melakukan tes koagulasi, yang dikenal sebagai uji prothrombin, untuk memastikan bahwa gejala yang dialami memang disebabkan oleh kekurangan vitamin K. Tes prothrombin adalah tes darah sederhana yang mengukur durasi darah Anda untuk menggumpal. Darah normal membutuhkan waktu antara 11 dan 13,5 detik untuk membeku setelah beberapa bahan kimia ditambahkan ke dalam lab. Darah yang membutuhkan waktu lebih lama dari 13,5 detik berarti dapat disimpulkan bahwa orang tersebut mengalami kekurangan vitamin K.

Manfaat dan Fungsi Vitamin K

Berdasarkan hasil riset dan penelitian, vitamin K memiliki sejumlah fungsi dan khasiat untuk kesehatan tubuh, antara lain :

1.    Meningkatkan Kesehatan Tulang dan Mengobati Osteoporosis

Tulang membutuhkan kalsium agar tetap sehat. Untuk dapat menggunakan kalsium, tulang memerlukan zat yang dikenal sebagai osteocalcin. Zat ini berperan mengikat kalsium yang dilepaskan oleh osteoblas, sehingga membuatnya tersedia untuk sel-sel tulang. Osteocalcin sendiri diaktifkan oleh vitamin K2. Hal ini berarti vitamin K, terutama K2 berfungsi membantu meningkatkan kepadatan mineral tulang. Sebuah penelitian yang dilakukan pada wanita yang melewati masa menopause menunjukkan bahwa individu dengan kadar K2 tinggi ternyata kurang rentan terhadap patah tulang.

2.    Mencegah Penyakit Jantung

Penggunaan suplemen vitamin K2 telah dihubungkan dengan penurunan risiko penyakit jantung. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Gast GC di Julius Center for Health Sciences and Primary Care, University Medical Center Utrecht mengungkapkan bahwa seseorang yang mengonsumsi sekitar 10mg vitamin K2 setiap hari, kemungkinan terkena penyakit jantung berkurang hingga 9 persen. Dengan mengonsumsi suplemen vit K2, osteocalcin yang merupakan substansi pengikat kalsium dilepaskan ke tulang dan diaktifkan. Saat kalsium telah terikat dengan sel-sel tulang, maka itu tidak lagi masuk dan tersimpan di saluran pembuluh darah arteri, sehingga membuat peredaran darah lebih lancar dan ini membuat potensi penyakit jantung semakin berkurang. Seseorang yang memakai vitamin K2 pada kadar tinggi memiliki kemungkinan 52 persen lebih rendah mengalami pengendapan arteri. Ini mengurangi peluang orang tersebut meninggal akibat penyakit jantung hingga 57 persen.

3.    Meningkatkan Kekuatan Gigi

Pertumbuhan gigi dibuat dengan cara yang sama seperti tulang. Hal ini berarti bahwa kelemahan gigi dapat dikaitkan dengan kekurangan vitamin K. Sama seperti pada proses pembentukan tulang yang sehat, vitamin K mengaktifkan osteocalcin, yang mengikat kalsium ke gigi. Dengan demikian, suplai vitamin K akan meningkatkan kekuatan organ gigi. Osteocalcin, ketika diaktifkan, merangsang pertumbuhan dentin baru untuk meningkatkan kekuatan gigi.

4.    Meningkatkan Respirasi

Penelitian telah menunjukkan bahwa vitamin K2 terlibat dalam transportasi elektron di mitokondria. Fungsi ini juga dilakukan oleh vitamin K1, yang meningkatkan aktivitas dan fungsi mitokondria dengan menciptakan energi yang dibutuhkan. Pada gilirannya, ini memfasilitasi respirasi dan produksi energi. Saat tubuh merasa lelah, suplay vitamin K akan meningkatkan respirasi sel sehingga memberi tubuh energi yang sangat dibutuhkan. Aktivitas vitamin K2 mirip dengan ubiquinone, zat yang digunakan dalam transportasi elektron di mitokondria.

5.    Melawan Kondisi Autoimun

Melengkapi kebutuhan nutrisi dengan vitamin K telah terbukti melawan kondisi autoimun yang memiliki efek yang sama seperti multiple sclerosis. Orang-orang dengan rheumatoid arthritis dapat mengurangi kemungkinan mereka terkena penyakit lain dengan memberikan dosis harian vitamin K2. Suplemen K2 juga dapat digunakan untuk membalikkan efek dari respon autoimun sehingga mencegah sejumlah penyakit. Penyakit autoimun adalah penyakit yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang mengalami gangguan sehingga menyerang jaringan tubuh itu sendiri.

6.    Pembekuan Darah

Jika Anda mendapat cukup vitamin K setiap hari dari makanan atau suplemen, darah Anda akan menggumpal secara normal. Proses pembekuan darah rumit, dan membutuhkan setidaknya 12 protein sebelum selesai. Empat dari protein penting yang dibutuhkan untuk pembekuan darah diaktifkan oleh vitamin K, sehingga kita membutuhkan vitamin ini setiap saat, terutama ketika terjadi luka.

Selain meningkatkan percepatan pembekuan darah, vitamin K memastikan tubuh kita tidak mudah memar, dan jika terjadi luka memar akan cepat sembuh. Penyakit Hemoragik Bayi Baru Lahir, umumnya dikenal sebagai HDN, adalah kondisi pada bayi di mana pembekuan darah tidak terjadi sebagaimana mestinya. Kondisi ini sering terjadi pada bayi yang menderita kekurangan vitamin K. Kondisi ini mudah diobati dengan satu suntikan K2. HDN dapat dicegah dengan menyuntikkan bayi dengan K2 segera setelah lahir.

7.    Menurunkan Resistensi Insulin

Insulin diberikan kepada mereka yang menderita diabetes. Dengan menambahkan vitamin K selama empat minggu, tingkat sensitivitas insulin meningkat pada pria muda yang sehat. Ini terjadi melalui karboksilasi osteocalcin.

8.    Melawan Kanker

Asupan vitamin K2 tinggi telah dikaitkan dengan penurunan risiko terjadinya kanker prostat. Dengan mengonsumsi suplemen vitamin K2 yang cukup setiap hari, risiko kanker prostat turun hingga 63 persen. Data ini diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Nimptsch K, dengan judul risetnya “Dietary intake of vitamin K and risk of prostate cancer in the Heidelberg cohort of the European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC-Heidelberg)”. Studi lain menemukan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin K2 dapat mengurangi perkembangan kanker paru dengan menghancurkan sel-sel kanker yang muncul di paru-paru.  

 

 

 

 

 

Referensi               :

Vivi Triana. 2016. Macam-macam Vitamin dan Fungsinya dalam Tubuh Manusia. Jurnal Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Univertitas Andalas Padang.

Edward Surjono, dkk. 2011. Pentingnya Profilaksis Vitamin K1 pada Bayi Baru Lahir. Jurnal Kesehatan Departemen Ilmu Penyakit Anak Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta.

Marchili, et al. 2018. Vitamin K Deficiency : A Case Report and Review of Current Guidelines. Italian Journal of Pediatrics, 44(36), pp. 1-5.

Walter, et al. 2016. Prevention of Vitamin K Deficiency Bleeding in Newborn Infants. Journal of Pediatrics Gastroenterology and Nutrition, 63(1), pp. 123-9.

Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. 2017. Cek Produk BPOM. Vitamin K.

National Institutes of Health. 2019. Office of Dietary Supplements. Vitamin K.

Mayo Clinic. 2019. Drugs and Supplements. Vitamin K (Class) (Oral Route, Parenteral Route).

Wax, E. National Institutes of Health. 2019. U.S.National Institute of Medicine Medline Plus. Vitamin K

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019. Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia.