Selasa, 26 Juli 2022 16:06 WIB

Mengenal Hernia

Responsive image
1279
Tim Promkes RSST - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Hernia adalah celah atau ruang di jaringan kuat yang menahan otot pada tempatnya. Hernia dianggap benjolan biasa, padahal hernia terjadi ketika lapisan dalam otot perut atau sendi melemah, sehingga mengakibatkan tonjolan di area yang lemah tersebut. Jaringan ikat tubuh seharusnya cukup kuat untuk menahan organ tubuh di dalamnya agar tetap berada di posisinya masing-masing. Namun, beberapa hal menyebabkan jaringan ikat melemah sehingga tidak dapat menahan organ di dalamnya dan mengakibatkan hernia. Bagian tersebut muncul melalui area yang riskan dan lemah di dalam dinding otot pada tubuh. Sehingga hal ini dapat mengakibatkan  muncul seperti benjolan dan tonjolan. Selain itu, penyakit hernia ini merupakan kondisi yang umumnya dialami oleh bayi dan juga anak-anak bahkan juga dapat di alami oleh orang dewasa sekalipun. Ada beberapa jenis hernia yang dapat terjadi pada manusia berdasarkan tempat atau organ yang terkena. Sedangkan dalam penanganan yang dilakukan tergantung dengan berat ringan kondisi hernia, bisa hanya dilakukan pengobatan atau dengan latihan memperkuat otot maupun dengan langkah operasi. Namun kita juga dapat melakukan beberapa langkah pencegahan agar hernia tidak terjadi dan menyerang kita.

Jenis-jenis Hernia

Hernia terdiri atas beberapa jenis, yaitu :

·         Hernia inguinalis, terjadi ketika sebagian usus atau jaringan lemak di rongga perut mencuat ke selangkangan. 

Hernia inguinalis merupakan jenis hernia yang paling sering terjadi dan pria memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya.

·         Hernia femoralis, terjadi ketika jaringan lemak atau sebagian usus mencuat ke paha atas bagian dalam. Risiko wanita menderita jenis hernia ini lebih tinggi, terutama wanita hamil atau memiliki berat badan berlebih (obesitas).

·         Hernia umbikalis, terjadi ketika sebagian usus atau jaringan lemak mendorong dan mencuat di dinding perut, tepatnya di pusar. Hernia umbikalis biasanya dialami oleh bayi dan anak di bawah usia 6 bulan akibat lubang tali pusat tidak tertutup sempurna setelah bayi lahir.

·         Hernia hiatus, terjadi ketika sebagian lambung mencuat ke dalam rongga dada melalui diafragma (sekat antara rongga dada dan rongga perut). Jenis hernia ini umumnya terjadi pada lansia (>50 tahun). Jika seorang anak mengalami hernia hiatus, kondisi tersebut disebabkan oleh kelainan bawaan.

·         Hernia insisional, terjadi ketika usus atau jaringan mencuat melalui bekas luka operasi di bagian perut atau panggul. Hernia insisional dapat terjadi bila luka operasi di perut tidak menutup dengan sempurna.

·         Hernia epigastrik, terjadi ketika jaringan lemak mencuat melalui dinding perut bagian atas, tepatnya dari uluhati hingga pusar.

·         Hernia spigelianterjadi ketika sebagian usus mendorong jaringan ikat (spigelian fascia) yang terletak di sisi luar otot rektus abdominus, yaitu otot yang membentang dari tulang rusuk hingga tulang panggul dengan karakteristik tonjolan yang dikenal dengan ‘six pack’. Hernia spigelian paling sering timbul di daerah sabuk spigelian, yaitu daerah pusar ke bawah.

·         Hernia diafragmaterjadi ketika sebagian organ lambung mencuat masuk ke rongga dada melalui celah diafragma. Hernia jenis ini juga dapat dialami oleh bayi ketika pembentukan diafragma kurang sempurna.

·         Hernia otot, terjadi ketika sebagian otot mencuat melalui dinding perut. Jenis hernia ini juga dapat terjadi pada otot kaki akibat cedera saat berolahraga.

Penanganan Hernia

Sebelum menentukan langkah pengobatan, ada sejumlah faktor pertimbangan yang dapat memengaruhi keputusan dokter dalam menentukan prosedur operasi, yaitu :

·         Kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

·         Gejala yang muncul dan dampaknya terhadap kehidupan pasien. Dokter akan merekomendasikan tindakan operasi jika gejala yang dirasakan semakin memburuk atau telah mengganggu aktivitas pasien sehari-hari.

·         Jenis dan lokasi hernia.

·         Isi hernia, misalnya otot atau sebagian usus yang menyebabkan obstruksi usus atau terganggunya sirkulasi darah ke organ.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, ada beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan dokter, antara lain yaitu dengan terapi obat, operasi, laparoskopi, dan lain sebagainya.

Meskipun demikian, ada jenis hernia yang tidak membutuhkan tindakan operasi, yaitu hernia umbilikus yang biasanya dapat sembuh sendiri dan hernia hiatus yang terkadang dapat ditangani dengan obat-obatan.

 

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 

Referensi               :

1.      Yunisa Ida Cahyati. 2015. Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kondisi Hernia Nucleus Pulposus L5-S1 di RSUD Salatiga. Jurnal Fisioterapi Program Studi D3 Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

2.      Siti Aisyah, dkk. 2017. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Penyakit Hernia Inguinalis pada Laki-laki di RS Umum Dr Soedarso Pontianak. Jurnal Kesehatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak.

3.      Kulacoglu, H. 2011. Current Options In Inguinal Hernia Repair In Adult Patients. Hippokratia, 15(3). 

4.      Mittal, et al. 2008. Diagnosis and Management of Spigelian Hernia : a Review of Literature and Our Experience. J Minim Access Surg, 4(4). 

5.      American College of Surgeons. 2018. Groin Hernia Repair - Inguinal and Femoral