Selasa, 26 Juli 2022 11:41 WIB

Pentingnya edukasi seks pada anak

Responsive image
6126
Novita Agustina, Ns, M.Kep, Sp.Kep. A - RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang

Seks? Banyak yang menganggap seks itu tabu untuk di ucapkan apalagi kepada anak-anak. Sebenarnya edukasi tentang seks sangat penting diberikan kepada anak-anak, terutama pada usia dini. Hal ini diperlukan agar anak-anak kita mengetahui tentang perilaku seksual yang sehat dan bertujuan untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual pada anak.

Dengan edukasi seksual secara dini diharapkan anak tidak akan mendapatkan informasi yang salah atau yang kurang tepat seputar seks yang bisa di peroleh dari sumber yang tidak dapa dipercaya, seperti dari internet atau dari teman-teman sebaya. Peranan penting orang tua dalam edukasi seks kepada anaknya diantaranya adalah anak mengetahui kalau orang tua dapat diajak berdiskusi seputar seks.

Dengan edukasi seks yang diberikan sejak dini, maka anak akan lebih bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan anak tidak akan merasa canggung. Pendidikan seks penting karena banyak kasus-kasus tindakan kekerasan seksual pada anak di masyarakat. Untuk itu dibutuhkan peran keluarga sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak-anak yang salah satu perannya adalah pendidikan seks pada anak diusia dini.

Makna seks sendiri adalah jenis kelamin, yaitu jenis kelamin yang membedakan pria dan wanita secara biologis. Pendidikan seks bisa ditanamkan sejak dini ketika anak mulai bertanya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas, misalnya saat anak bertanya mengapa organ tubuh laki-laki berbeda dengan perempuan.

Menurut Simund Freud, tahapan perkembangan psikoseksual yang dilalui anak terbagi menjadi empat Fase, pertama adalah fase pragential, yaitu saat anak belum menyadari fungsi dan perbedaan alat kelamin antara laki-laki dan perempuan. Masa ini dibagi menjadi dua, yaitu masa oral (0-2 tahun) dan masa anal (2-4 tahun). Masa oral ditandai dengan kepuasan yang diperoleh anak melalui daerah oral atau mulut.

Pada tahap ini, anak memperoleh informasi seksual melalui aktivitas mulutnya. Pada usia 0-1 tahun bayi mendapat perasaan nikmat ketika menyusu melalui puting susu ibunya. Sedangkan pada usia 1-2 tahun anak terlihat cenderung antusias memasukkan apa saja yang dilihat ke dalam mulutnya. Sementara pada pada masa anal, kepuasan anak didapat malalui daerah anusnya. Rasa nikmat dirasakan melalui aktivitas yang menyangkut proses pembuangan. Mereka cenderung berlama-lama di kamar mandi. Anak usia 2-4 tahun juga sering menahan kencing atau buang air besar. 

Fase yang kedua disebut masa phallus, yaitu saat anak sudah menyadari perbedaan seks antara dirinya dengan temannya yang berbeda jenis kelamin. Anak pun mulai suka membandingkan alat kelamin miliknya dengan temannya yang lain. Anak juga akan mengalami fase laten yang umumnya berlangsung pada usia 6-10 tahun. Minat seksual berkembang menjadi berbagai bentuk sublimasi dari kemampuan psikis anak.

Fase ini terbagi menjadi dua, yaitu bagian awal dan bagian akhir. Di bagian awal anak tidak lagi memperhatikan sensasi yang dirasakan alat kelaminnya. Sedangkan di bagian akhir anak mulai merasakannya kembali. Ini dikarenakan anak mulai beranjak mengenal dorongan seksual dan ketertarikan pada lawan jenis.

Untuk mulai menciptakan komunikasi yang terbuka terhadap anak, orang tua bisa mendiskusikan beberapa hal berikut ini sesuai kesepakatan, yaitu:

  1. Cara yang santun untuk mengungkapkan pendapat ke orang tua,
  2. Jam belajar anak dalam satu hari,
  3. Batas waktu anak keluar malam,
  4. Wilayah mana saja yang menjadi privasi anak dan orang tua, dan
  5. Tayangan televisi yang bisa ditonton oleh anak berdasarkan usia.

Urgensi dari pendidikan seks pada anak adalah dengan menanamkan nilai-nilai agama yang kuat untuk membentuk karakter anak agar ketika dewasa nanti anak memiliki bekal yang kuat dalam dirinya agar tidak terjerumus dalam pergaulan seks bebas. Nilai agama sangat berperan penting sebagai dasar pemahaman anak untuk dapat menjaga dirinya dengan baik.

 

Daftar Referensi:
Andika, Alya. 2010, Ibu, Dari Mana Aku Lahir. Yogyakarta: Pustaka Grhatama

Moh. Roqib. 2008. Pendidikan Seks pada anak Usia Dini. Jurnal Pemikiran Alternatif Pendidikan. Vol. 13 No. 2. P3M STAIN Purwokerto.