Minggu, 24 Juli 2022 19:58 WIB

Perawatan Luka Modern

Responsive image
16206
Evi Yuni Mistati, S.Kep, Ners - RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang

Luka adalah hal yang biasa terjadi Pada manusia baik anak-anak, remaja hingga orang tua. Meskipun pada awalnya hanya terjadi sedikit goresan pada tubuh seseorang bukan berarti hal tersebut tidak bahaya, jika luka tersebut dibiarkan atau tidak dirawat dengan baik maka akan fatal akibatnya bahkan bisa membusuk hingga harus dilaukan amputasi.

Proses Terjadinya Infeksi Pada Luka

Infeksi pada luka disebabkan karena terjadinya invasi oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus, ataupun parasit. Infeksi dapat terjadi pada luka terbuka ataupun luka tertutup, namun pada luka terbuka akan lebih rentan terkena dampak infeksi  karena biasanya infeksi pada luka terjadi akibat kurang higienitas saat terjadi hingga saat perawatan luka dilakukan.

Invasi dimulai ketika sebuah jaringan mengalami luka terbuka dan terjadi kontak langsung dengan mikroorganisme patogen, mikroorganisme tersebut memiliki sifat yang membahayakan. Kontak bisa terjadi dikarenakan dua hal berikut ini, pertama, misalnya saat terjatuh di tempat yang kotor yang banyak terdapat bakteri sehingga masuk ke dalam luka, dan kemungkinan kedua pada saat luka tersebut sedang dalam proses perawatan. Mikroorganisme dapat hidup dengan sendirinya pada luka yang tidak dirawat dengan baik.

Teknik Perawatan Luka Modern

Saat ini telah hadir metode perawatan luka modern yang bisa digunakan dalam proses penyembuhan luka diabetik, luka bakar serta bekas luka lainnya . Dengan menggunakan teknik tersebut, luka yang sudah parah, bahkan sudah mulai membusuk bisa diatasi sedikit demi sedikit hingga akhirnya bisa sembuh tanpa perlu adanya tindakan amputasi.

Di dalam teknik perawatan luka modern, perawat dituntut untuk mempunyai pengetahuan serta skill dalam hal perawatan luka, misalnya pengkajian yang komprehensif, perencanaan intervensi luka, implementasi tindakan, evaluasi hasil yang ditemukan selama proses perawatan, serta dokumentasi hasil yang sistematis. Perawat juga bertanggung jawab terhadap keadaan pembalutan dan pengawasan terhadap luka akut. Intervensi perawatan merupakan titik tolak terhadap proses penyembuhan luka, perawat harus bertanggung jawab terhadap kualitas klien dengan luka.

Ada perbedaan mendasar antara perawatan luka konvensional dengan perawatan luka modern. Di mana pada teknik perawatan luka secara konvensional tidak mengenal perawatan luka lembab, kasa biasanya lengket pada luka karena luka dalam kondisi kering. Pada cara konvensional pertumbuhan jaringan lambat sehingga menyebabkan tingkat resiko infeksi lebih tinggi. Balutan luka pada cara konvensional juga hanya menggunakan kasa.

Sedangkan untuk teknik modern, perawatan luka lembab sehingga area luka tidak kering sehingga mengakibatkan kasa tidak mengalami lengket pada luka. Dengan adanya kelembaban tersebut dapat memicu petumbuhan jaringan lebih cepat dan tingkat resiko terjadinya infeksi menjadi rendah. Karena dengan balutan luka modern, luka tertutup dengan balutan luka.

Keunggulan lainnya dari teknik perawatan luka modern dibanding cara konvensional adalah dalam menajemen luka. Manajemen luka dalam perawatan modern adalah dengan metode “moist wound healing” hal ini sudah mulai dikenalkan oleh Prof. Winter pada tahun 1962. Moist wound healing merupakan suatu metode yang mempertahankan lingkungan luka tetap terjaga kelembabannya untuk memfasilitasi penyembuhan luka. Luka lembab dapat diciptakan dengan cara occlusive dressing (perawatan luka tertutup).

Jadi kenapa saat ini perawatan luka modern cenderung lebih disarankan dibandingkan metode yang konvensional karena resiko infeksi bisa lebih ditekan, dan dengan luka lembab maka akan menjadikan pertumbuhan jaringan lebih cepat.

 

Referensi:

-Perawatan Luka,Student Handbook,CWCCA 2016 ,Widasari Sri Gitarja