Minggu, 24 Juli 2022 18:56 WIB

Sariawan

Responsive image
9914
Tim Promkes RSST - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Sariawan atau dikenal sebagai sariawan adalah luka akibat iritasi pada gusi, lidah, dan lapisan dalam mulut. Luka pada sariawan berwarna putih atau kekuningan dan dikelilingi peradangan di sekitarnya. Kendati ukuran lukanya kecil, namun sariawan kerap membuat penderitanya tidak enak makan dan tidak nyaman berbicara.
Hampir semua orang pernah mengalami sariawan, dan sering kali sariawan muncul secara tiba-tiba. Ada beberapa hal yang sebenarnya tanpa kita sadari dapat menyebabkan munculnya sariawan.

Penyebab sariawan memang kadang sulit dipastikan. Meski begitu, ada berbagai faktor yang diketahui dapat memicu kondisi ini, mulai dari kurangnya asupan nutrisi, konsumsi makanan asam atau pedas, kebiasaan merokok, hingga penggunaan obat-obatan tertentu. Selain itu, ada pula beberapa hal yang tanpa Anda sadari dapat menyebabkan sariawan.

Penyebab Sariawan

Di bawah ini adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan munculnya sariawan :

1.       Sikat Gigi terlalu Keras

Menyikat gigi terlalu keras bisa menjadi salah satu penyebab munculnya sariawan. Pasalnya, saat Anda menyikat gigi terlalu keras atau menggunakan sikat gigi dengan bulu sikat yang kasar, Anda dapat melukai gusi dan permukaan dinding rongga mulut. Luka inilah yang dapat berujung pada munculnya sariawan.

2.       Luka Tergigit

Bibir, lidah, atau bagian dalam pipi kadang dapat tidak sengaja tergigit saat bicara atau makan. Hal ini akan menyebabkan luka, yang kemudian bisa berkembang menjadi sariawan. Luka di dalam mulut juga dapat terjadi akibat tertusuk duri ikan, tusuk gigi, atau terkena alat makan.

3.       Pemakaian Kawat Gigi

Pemakaian kawat gigi juga sering kali menimbulkan sariawan. Hal ini karena bagian tepi atau ujung kawat gigi dapat menggesek permukaan dalam pipi, sehingga menimbulkan luka dan sariawan. Selain kawat gigi, pemakaian gigi palsu yang tidak pas juga bisa menyebabkan sariawan.

4.       Kebersihan Mulut yang Buruk

Kurangnya terjaganya kebersihan gigi dan mulut dapat menyebabkan berbagai kuman bersarang di dalam mulut dan menyebabkan infeksi. Sariawan dapat muncul ketika infeksi bakteri ini menimbulkan peradangan dan luka di rongga mulut.

5.       Rasa Cemas dan Stres

Perasaan cemas dan stres yang sering kali tidak kita sadari dapat memudahkan munculnya sariawan. Tidak hanya beban emosional, beban fisik yang menyebabkan tubuh kelelahan juga dapat menimbulkan sariawan.

Cara Mengatasi Sariawan

Kendati sariawan bisa hilang dengan sendirinya, namun Anda dapat mempercepat proses penyembuhannya dengan langkah-langkah berikut :

1.       Jaga Kebersihan Mulut

Cara utama untuk mengatasi sariawan adalah menjaga kebersihan mulut, dengan rutin menyikat gigi menggunakan pasta gigi dan sikat gigi berbulu lembut. Selain itu, gunakan benang gigi untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi.

2.       Kompres Es

Anda bisa mengompres sariawan menggunakan es, dengan cara mengulum es  batu di area yang mengalami sariawan. Cara ini bermanfaat untuk meredakan rasa nyeri dan mengurangi peradangan yang diakibatkan oleh sariawan.

3.       Cukupi Asupan Nutrisi

Kekurangan asupan nutrisi merupakan salah satu penyebab munculnya sariawan. Jadi, pastikan tubuh Anda sudah mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, terutama vitamin B12, zinc, zat besi, dan asam folat. Anda dapat memenuhi seluruh asupan nutrisi tersebut dari sayuran hijau dan buah-buahan.

4.       Gunakan Obat Kumur Alami

Obat kumur yang mengandung bahan alami, seperti daun sirih, daun saga, dan akar manis (licorice), juga bisa Anda gunakan untuk mengobati sariawan, karena bahan-bahan ini memiliki sifat anti-bakteri, anti-jamur, dan anti-radang. Selain mampu mengatasi sariawan, bahan-bahan alami tersebut juga dapat menjaga kesegaran mulut Anda.

5.       Gunakan Obat Sariawan

Gunakan obat sariawan khusus yang dijual di apotek dalam bentuk krim, salep, gel, atau cairan. Beberapa obat tersebut biasanya mengandung antiseptik untuk mengatasi infeksi kuman di mulut. Sementara untuk obat sariawan yang diminum, biasanya obat hanya diresepkan dokter ketika sariawan parah dan obat yang dijual bebas tidak mempan mengatasinya.

6.       Konsumsi Asupan Kaya Vitamin B-12

Vitamin B-12 adalah nutrisi penting yang dapat menunjang kinerja otak, saraf, dan produksi sel darah merah. Studi pada 2015 menunjukkan, konsumsi asupan vitamin B-12 yang cukup dapat mengurangi sariawan. Kebutuhan vitamin B-12 harian rata-rata orang dewasa adalah 2,48 mcg. Untuk mencukupinya, Anda bisa mengonsumsi asupan tinggi B-12 seperti ikan, daging, kerang, telur, susu, sampai keju.

7.       Minum Teh Chamomile dan Madu

Minum kombinasi teh chamomile dengan madu merupakan salah satu obat alami sariawan yang banyak dicoba. Hangatnya teh chamomile dapat mengurangi nyeri akibat peradangan pada luka sariawan. Tambahan madu yang memiliki kandungan antiseptik juga berpotensi membantu meredakan peradangan akibat infeksi. Sehingga, sariawan bisa sembuh lebih cepat.

8.       Hindari Makanan Pemicu Sariawan

Apabila munculnya sariawan dipicu oleh makanan pedas, asam, dan panas, maka Anda perlu menghindari konsumsi makanan tersebut untuk sementara waktu. Hindari pula mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas, karena berisiko memperparah luka pada sariawan dan memperlambat penyembuhannya.

 

Referensi  :            

Annisa Sulistiyani, dkk. 2017. Prevalensi dan Distribusi Penderita Stomatitis Aftosa di Klinik Penyakit Mulut RSGM Jember. Jurnal Kesehatan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember.

Fitri Mailisa, dkk. 2015. Pertimbangan Terapi Kortiko Steroid pada Stomatitis Herpetic Recuren. Jurnal Kesehatan Ilmu Penyakit Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Pajajaran Bandung.

Tarakji, et al. 2015. Guideline for The Diagnosis and Treatment of Recurrent Aphthous Stomatitis for Dental Practitioners. Journal of International Oral Health : JIOH. 7(5), Pp 74-80. 

Garaniya, N., & Bapodra, A. 2014. Ethno Botanical and Phytopharmacological Potential of Abrus Precatorius L. : A Review. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine. 4 (Suppl 1), S27-S34. 

Toprani, R., & Patel, D. 2013. Betel Leaf : Revisiting The Benefits of An Ancient Indian Herb. South Asian Journal of Cancer. 2(3), Pp 140-141.

National Institute of Health. 2019. U.S. National Library of Medicine Medlineplus. Canker Sore.

Cunha, J. Medicine Net. 2018. Canker Sores (Causes, Home Remedies, Treatment, And Prevention)

Watson, K. Healthline. 2018. Health Benefits of Licorice Root.