Kamis, 06 Juni 2024 11:27 WIB

Peran Vitamin A pada Kulit

Responsive image
149
Promosi Kesehatan, Tim Hukum dan Humas - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Peran penting senyawa vitamin A meliputi pengaturan pertumbuhan sel, diferensiasi sel, dan sintesis protein yang bermanfaat untuk penglihatan, mencegah kanker, perkembangan embrio, fungsi kekebalan tubuh, dan menjaga kesehatan kulit. Bentuk vitamin A yang memiliki peran aktif adalah retinal dan asam retinoat. Retinal berperan pada fungsi penglihatan, sedangkan asam retinoat berperan pada kulit. Asam retinoat sebagai bentuk aktif vitamin A pada kulit dapat mempengaruhi proliferasi dan diferensiasi keratinosit. Oleh karena itu, penyakit kulit yang muncul akibat defisiensi vitamin A adalah yang terkait dengan gangguan keratinisasi seperti phrynoderma, dermatomalacia, xerosis, xerostomia, hyposmia, dan hypogeusia. Vitamin A dapat menjaga proses diferensiasi keratinosit kulit tetap normal, mengurangi ukuran dan sekresi kelenjar sebasea, serta berperan sebagai antioksidan. Oleh karena itu vitamin A telah banyak dikembangkan dalam pengobatan berbagai penyakit kulit seperti psoriasis, akne vulgaris, likhen planus, photo aging / photo damage, dan keganasan kulit. Hingga saat ini, berbagai macam vitamin telah banyak dimanfaatkan bukan hanya untuk memberikan nutrisi dan menjaga kesehatan kulit, tetapi juga untuk terapi berbagai penyakit kulit. Kulit merupakan organ pertahanan utama tubuh manusia terhadap berbagai faktor eksternal seperti radiasi ultraviolet, infeksi mikroorganisme patogen, dan stres mekanik maupun kimia. Oleh karena itu, integritas dan fungsi barier kulit perlu terjaga dengan memberikan pasokan mikronutrien yang cukup termasuk dari berbagai jenis vitamin.

Defisiensi Vitamin A

Kekurangan vitamin A dalam tubuh ditunjukkan dengan kadar serum retinol. dalam darah kurang dari 20?g/dl (nilai normal plasma retinol adalah 20 s.d 50 mcg/dL) dan karotenoid kurang dari 50mcg/dL. Defisiensi vitamin A dapat dicurigai dengan karakteristik manifestasi klinis dan dikonfirmasi dengan pemeriksaan kadar vitamin A serum (plasma retinol). Manifestasi klinis defisiensi Vitamin A dapat berupa gangguan pada mata, kutaneus serta mukokutaneus. Gangguan pada mata merupakan manifestasi yang paling awal. 8 Jaringan epitel di mata, paru-paru, dan usus menjadi rusak pada keadaan defisiensi vitamin A. Pada jaringan-jaringan tersebut, turnover atau pergantian sel epitel tinggi. Kelainan kulit kering bersisik yang banyak dialami pasien dengan defisiensi vitamin A dikenal dengan sebutan “kulit katak” atau phrynoderma. Secara klinis, papula hiperkeratotik bervariasi mulai dari bentukan filiformis, kemudian papula kecil berbentuk kerucut dengan sumbatan intrafollicular sentral hingga papula besar dengan pusat bertanduk masif. Lesi pertama kali sering muncul pada permukaan ekstensor pada ekstremitas, bahu, dan kaki Sebanyak 5% pasien dengan manifestasi okular akibat defisiensi vitamin A juga mengalami phrynoderma. Phrynoderma tersebut bukan merupakan gambaran klinis yang spesifik akibat defisiensi vitamin A, karena dapat juga muncul akibat defisiensi vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin E, kondisi malnutrisi.

Pencegahan Defisiensi Vitamin A

Dengan mengkonsumsi makanan yang kaya provitamin A seperti buah mangga, pepaya, sayuran berdaun hijau gelap, dan dari sumber hewani seperti kuning telur, ayam, hati. Suplementasi secara periodik dapat bermanfaat untuk memberikan kuantitas vitamin A yang besar yang dapat disimpan sebagai cadangan di hepar. Suplementasi oral retinil palmitat 110 mg atau 66 mg retinil asetat (200.000 IU vitamin A) dan setengah dosis untuk anak usia 6-11 tahun setiap 4-6 bulan dapat melindungi anak dari defisiensi vitamin A

 

 

Referensi :

Simanjuntak BY, Haya M, Suryani D, Ahmad CA. 2018. Early Inititation of Breastfeeding and Vitamin a Supplementation with Nutritional Status of Children Aged 6-59 Months. Kesmas : National Public Health Journal. 

Djuanda A, Hamzah M, Kosasih A, Wiryadi BE, Effendi EH, Cipto H, et al. 2011.  Dermatoterapi Dalam Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Dattola, A., Silvestri, M., Bennardo, L., Passante, M., Scali, E., Patruno, C., & Nisticò, S. P.2020. Role of Vitamins in Skin Health : a Systematic Review. Current Nutrition Reports.

Fauzia, Dina. 2017. Aspek Farmakologi Retinoid pada Kosmeseutikal. Jurnal Kesehatan Melayu.

Saiam A, Aditama YA, Sotoyo DK, Hudoyo A. 2021. Peranan Suplemen Vitamin A pada Pengobatan. Jurnal Tuberkulosis Indonesia.