Jumat, 03 Mei 2024 10:58 WIB

Pengenalan tentang Peripartum Kardiomiopati

Responsive image
650
dr. Tahir Avanty Pasangka - RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta

Kardiomiopati Peripartum (PPCM) atau peripartum cardiomyopathy adalah gangguan jantung yang jarang terjadi dan mempengaruhi wanita pada akhir kehamilan atau dalam beberapa bulan setelah melahirkan. Kondisi ini menyebabkan otot jantung melemah, yang mengakibatkan penurunan jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap detak.. Kondisi ini sering sulit dideteksi karena gejalanya mirip dengan gejala kehamilan normal, seperti sesak napas dan pembengkakan pada kaki. Meski jarang, PPCM terjadi di seluruh dunia, mempengaruhi semua kelompok etnis. Di Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa, PPCM didiagnosis pada 1 dari 1.000 hingga 1 dari 4.000 kelahiran. Angka ini tampaknya meningkat seiring waktu. PPCM mungkin lebih umum di negara lain seperti Haiti, Nigeria, dan Afrika Selatan.

Gejala awal PPCM mirip dengan gejala umum kehamilan, seperti kelelahan, sesak napas, pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki, dan denyut jantung yang tidak teratur. Namun, jika gejala ini berlanjut atau semakin parah, segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Gejala PPCM yang khas meliputi sesak napas saat beraktivitas dan saat berbaring, pergelangan kaki atau kaki bengkak, batuk, nyeri atau rasa ketat di dada. Gejala yang kurang umum mungkin termasuk perasaan jantung berlari atau melewatkan detak (palpitasi), kelelahan, buang air kecil malam hari meningkat, atau pusing, terutama saat berdiri.

PPCM didiagnosa berdasarkan kriteria khusus yang meliputi perkembangan gagal jantung pada bulan terakhir kehamilan atau dalam beberapa bulan setelah melahirkan, penurunan fungsi pompa jantung, dan tidak ada penyebab lain untuk gagal jantung. Faktor risiko untuk PPCM termasuk usia ibu 35 tahun ke atas, multiparitas, ras Afrika, kehamilan kembar, hipertensi dalam kehamilan, dan penggunaan obat-obatan tokolitik jangka panjang.

PPCM lebih sering terjadi pada wanita dengan riwayat keluarga terkena penyakit jantung, usia di atas 30 tahun, obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, atau riwayat PPCM sebelumnya. Wanita dengan faktor risiko ini perlu lebih waspada terhadap gejala-gejala yang mungkin timbul. Diagnosis dini PPCM sangatlah penting untuk mengurangi risiko komplikasi dan memulai pengobatan yang tepat. Jika terdapat kecurigaan terhadap PPCM, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, tes darah, elektrokardiogram (EKG), atau pemeriksaan pencitraan seperti echocardiogram.

Penyebab yang mendasari PPCM masih belum jelas dan kemungkinan melibatkan beberapa faktor. Penelitian menunjukkan bahwa PPCM mungkin diaktifkan oleh penyakit virus sebelumnya, defisiensi nutrisi, stres hemodinamik selama kehamilan, atau respons imun yang tidak normal.

Tujuan dari perawatan PPCM adalah untuk meningkatkan fungsi jantung dan mencegah penumpukan cairan ekstra di paru-paru atau bagian tubuh lainnya. Dengan terapi medis, banyak wanita dengan PPCM pulih dengan fungsi jantung normal dalam 3 hingga 6 bulan pertama pengobatan. Pengobatan PPCM bertujuan untuk memperbaiki fungsi jantung dan mengurangi gejala yang dialami oleh ibu. Pengobatan dapat meliputi penggunaan obat-obatan seperti diuretik, penghambat ACE (Angiotensin-Converting Enzyme), atau beta blocker. Dalam beberapa kasus yang parah, mungkin diperlukan transplantasi jantung.

Untuk mengembangkan dan menjaga kekuatan jantung, wanita harus menghindari rokok dan alkohol dan mengonsumsi diet yang seimbang. Studi terus berlanjut untuk membantu peneliti memahami lebih baik penyebab PPCM dan mengembangkan pengobatan baru. Selain itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa PPCM mungkin disebabkan oleh aktivitas berlebihan dari beberapa hormon yang menyebabkan kerusakan pada sistem vaskular.

PPCM adalah kondisi medis yang serius dan memerlukan penanganan yang tepat. Edukasi dan konseling yang tepat dapat membantu dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan ibu dan bayi. PPCM dapat berdampak emosional bagi ibu. Dukungan psikologis dan perawatan setelah melahirkan sangat penting untuk membantu pemulihan fisik dan mental ibu. Keluarga dan lingkungan yang mendukung sangatlah penting dalam membantu ibu yang mengalami PPCM. Mereka dapat memberikan dukungan emosional, membantu dalam perawatan bayi, serta membantu dalam mengelola stres dan kelelahan.

Dalam kesimpulannya, peripartum kardiomiopati (PPCM) adalah kondisi yang perlu dienali oleh masyarakat. Dengan meningkatkan kesadaran akan gejala, faktor risiko, dan pentingnya diagnosis dini, kita dapat membantu mengurangi risiko komplikasi dan memperbaiki hasil pengobatan bagi ibu yang mengalami PPCM. Penting bagi masyarakat untuk mencari informasi lebih lanjut, berkonsultasi dengan tenaga medis, dan memberikan dukungan kepada wanita yang terkena PPCM.

PPCM adalah kondisi yang serius dan dapat mengancam kehidupan. Meskipun langka, penting bagi wanita hamil dan tenaga kesehatan untuk mengetahui gejala dan faktor risiko PPCM. Dengan pengetahuan dan konseling yang tepat, wanita yang berpotensi berisiko dapat diidentifikasi dan diobati secepat mungkin.

 

Referensi:

Review Peripartum cardiomyopathy Tc Okeke et al. Ann Med Health Sci Res. 2013 Jul. Free PMC article

Review. 2007 Jun 12;118(3):295-303. doi: 10.1016/j.ijcard.2006.08.005. Epub 2007 Jan 17. John Abboud et al. Int J Cardiol. 2007

European Heart Journal (2021) 42, 3094–3102 doi:10.1093/eurheartj/ehab458

Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/crop-woman-with-heart-shaped-box_2177277.htm#fromView=search&page=1&position=0&uuid=19b0cd09-161c-46e3-baa8-dc7577ec1b62