Rabu, 27 Maret 2024 12:20 WIB

Pentingnya Pemberian Nutrisi Dini pada Pasien Post Operasi Laparatomi

Responsive image
1106
Salma Soraya, S. Kep. Ners - RSUP dr. Sardjito Yogyakarta

Laparatomi adalah prosedur bedah untuk membuka rongga perut yang melibatkan sayatan pada dinding perut untuk mengakses organ-organ di dalamnya yang bertujuan untuk mendiagnosis, memperbaiki, atau mengangkat organ-organ yang sakit atau cedera, mengangkat tumor dan memberikan perawatan pada gangguan tertentu pada organ di rongga perut. Laparatomi dapat menyebabkan penghentian gerakan usus sementara yaitu keadaan tidak mampu melakukan gerakan peristaltik untuk menyalurkan isinya selama antara 24-72 jam. Salah satu faktor yang mempengaruhi lama perawatan di Rumah Sakit adalah asupan nutrisi yang kurang memadai.

Salah satu cara untuk mencegah komplikasi pasca bedah yaitu dengan cara pemberian nutrisi/ diet pasca bedah secara dini yang diperlukan karena merupakan hal mendasar dalam proses penyembuhan luka dengan cepat dan mencegah pasien mengalami malnutrisi. Pemberian diet tersebut untuk mengupayakan agar status gizi pasien tetap normal atau segera kembali normal, mempercepat proses penyembuhan luka dan meningkatkan daya tahan tubuh pasien dengan cara memberikan kebutuhan dasar, mengganti kehilangan protein, glikogen, zat besi, dan zat gizi lain, memperbaiki ketidakseimbangan elektrolit dan cairan, serta mencegah dan menghentikan perdarahan. Makanan diberikan secara bertahap mulai dari makanan cair, saring, lunak dan biasa. Perubahan bentuk makanan tergantung dengan keadaan pasien, sehingga perlu dipantau bagaimana pasien dalam menerima makanan.

Pemberian nutrisi secara dini dan tepat pada pasien yang menjalani perbaikan ulkus peptikum perforasi dapat mengurangi risiko komplikasi pasca operasi dalam 30 hari setelah operasi, memperpendek lama rawat inap, skor nyeri yang lebih rendah, dan durasi ileus pasca operasi yang lebih pendek daripada perawatan pasca operasi tradisional. Waktu yang tepat untuk memulai nutrisi oral jika pemberian nutrisi secara dini diterapkan untuk meminimalkan malnutrisi yaitu 4 jam setelah operasi (Taweegan, P., Reungjui, 2020).

Jalur pemberian diet untuk pasien pasca laparotomi secara parenteral diberikan melalui pembuluh vena perifer yang mengandung dekstrosa 10% hingga sekitar 25?ri total kebutuhan, sumber protein pada formula parenteral terdapat dalam bentuk campuran asam amino esensial dan non esensial memenuhi 5%-15?ri total kebutuhan, dan mengandung lemak 30?ri total kebutuhan. Pemberian suplemen vitamin dan mineral diperlukan pada pasien bedah. Normalnya pasien-pasien bedah harus mengkonsumsi Vitamin C 500-1000 mg/hari dan  minimal 3900 mg kalium/hari. Diet tinggi energi dan protein harus tetap diberikan secara dini dan selama masa penyembuhan untuk membantu pembentukan jaringan optimal. Asupan cairan juga perlu diperhatikan karena cairan merupakan media tempat semua proses metabolism berlangsung dan fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain (Abadi, 2017).

 

Referensi:

Abadi, N. A. B. (2017) ‘Pengaruh Asupan Dini Pada Lama Hari Rawat Inap Pasien Post Operasi Digestif Rumah Sakit DR. Wahidin Sudirohusodo.

Asmawati, & Elly, N. (2016). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Lama Hari Rawat Pasien Laparatomi di Rumah Sakit dr. M Yunus Bengkulu. Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(2), 14–18.

Dictara, A. A., Angraini, D. I. and Musyabiq, S. (2018) ‘Efektivitas Pemberian Nutrisi Adekuat dalam Penyembuhan Luka Pasca Laparotomi Effectiveness of Adequate  Nutrition in Wound Healing Post Laparotomy

Hartono, A. 2012. Terapi gizi dan diet Rumah Sakit. Jakarta: EGC

Masood, A. et al. (2021). Early Oral Feeding Compared With Traditional Postoperative Care in Patients Undergoing Emergency Abdominal Surgery for Perforated Duodenal Ulcer

Nuryati, DN. 2013. Perbedaan asupan zat-zat gizi dan status gizi pada pasien gagal jantung kongestif / congestive heart failure dengan diet oral dan enteral parenteral di ruang rawat inap intensif RS. Jantung dan pembuluh darah Harapan Kita Jakarta

Taweegan, P., Reungjui, P. (2020) ‘Perforated Peptic Ulcer Repair’