Rabu, 27 Maret 2024 12:19 WIB

Efektivitas Chlorhexidine Gluconate untuk Mengurangi Infeksi Daerah Operasi (IDO)

Responsive image
331
Ratih Kharismawati, S. Kep., Ners - RSUP dr. Sardjito Yogyakarta

Operasi atau pembedahan adalah penanganan medis yang dilakukan secara invasive untuk mendiagnosa penyakit, injury, hingga deformitas tubuh. Tindakan bedah berujung pada pencederaan jaringan dan berdampak langsung pada perubahan fisiologi tubuh. Setelah dilakukan pembedahan, akan terdapat luka operasi pada pasien dimana akan membutukan waktu penyembuhan luka yang tidak jarang ditemukan adanya infeksi pada luka operasi.

Infeksi Daerah Operasi (IDO) merupakan infeksi yang sering terjadi pada pasien pasca pembedahan dalam rentan waktu kurang dari  30 hari pasca operasi, ditemukan paling cepat di hari ketiga, terbanyak di hari kelima dan paling lama di hari ketujuh. WHO melaporkan bahwa angka kejadian IDO di dunia berkisar antara 5% - 15%. Dari survey WHO tahun 1995 – 2010, angka kejadian HAIs (Health care Associated Infections) di Negara berkembang lebih tinggi dari negara maju yaitu 10,1?rbanding 7,6%. Data Kemenkes RI pada 10 Rumah Sakit Umum Pendidikan tahun 2010, menunjukkan bahwa infeksi HAIs atau nosokomial memiliki angka yang cukup tinggi yaitu 6% - 16?ngan rata – rata 9,8%. Insidensi meningkatnya IDO dipengaruhi juga oleh lama perawatan di rumah sakit, morbiditas dan mortilitas pasien. Serta IDO juga dapat terjadi akibat tiga faktor resiko utama yaitu kemampuan patogen untuk menuyebabkan infeksi (virulensi), daerah sekitar luka, dan kemampuan tubuh melawan infeksi.

Faktor risiko penyebab terjadinya IDO bersifat multi faktor antara lain faktor individu, faktor operasi (sebelum, saat dan setelah). Dimana salah satu faktor sebelum opearasi adalah desinfeksi kulit sebelum operasi. Yang mana bisa dilakukan dengan mandi Chlorhexidine. Chlorhexidine gluconate adalah agen mikroba topikal yang dapat digunakan dalam berbagai macam tindakan di pelayanan kesehatan, seperti untuk cuci tangan petugas kesehatan, persiapan kulit pasien sebelum operasi, dan pembersih kulit. Chlorhexidine bekerja untuk menghambat bakteri non jamur, jamur dan virus berselubung lemak termasuk HIV.

Sabun Chlorhexidine bisa diberikan pada hari sebelum operasi dan digunakan pada sore hari dan pagi hari sebelum dilakukannya tindakan operasi.  Cara penggunaan sabun Chlorhexidine:

1.      Lepaskan semua perhiasan sampai setelah operasi.

2.      Jangan gunakan sabun pada area sensitive seperti wajah, mata, telinga atau kepala.

3.      Campur dengan sedikit air untuk meratakan ke seluruh tubuh kecuali area sensitif.

4.      Gosok kulit secara perlahan bisa menggunakan tangan langsung ataupun dengan kain.

5.      Gosok dengan sabun terutama di area lipatan seperti leher, ketiak, selakangan  dan perineum.

6.      Bilas dengan air mengalir  sampai sisa sabun bersih.

7.      Pakai pakaian yang bersih setelah mandi.

Chlorheixidine gluconate biasanya ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Hanya saja ada beberapa keluhan terkait toksifitas kulit dan anafilaksis, yang mungkin disebabkan oleh paparan berulang yang dapat meningkatkan kejadian resistensi kulit terhadap Chlorhexidine. Oleh karena itu pemberian Chlorhexidine Gluconate harus dilihat pada situasi yang memberikan manfaat pada pasien secara jelas. Apakah efektifitasnya lebih besar daripada kerugian yang akan ditimbulkan pasien dan rumah sakit.

Oleh karenanya, mandi sebelum operasi dengan Chlorhexidine 4% direkomendasikan sebagai tindakan untuk mencegah Infeksi Daerah Operasi. Namun, efektifitas biaya, integritas kulit, dan kemungkinan munculnya resistensi terhadap Chlorhexidine sebagai antiseptik tetap harus dipertimbangkan.

 

Referensi:

Central for Disease Control and Prevention. (2017). Guideline for the Prevetion of Surgical Site Infection.

Franco, L. M. C., Cota, G. F., Pinto T. S., Ercole, F. F. (2017). Preoperative Bathing of the Surgical Site With Chlorhexidine for Infection Prevention: Systematic Review With Meta-Analysis. American Journal of Infection Control.

Gold Standard Drug Monograph. (2018). Chlorhexidine. American Jorunal of Infection Control

Rozada, A., et al,. (2016). Hubungan Peran Manajer dengan Pelaksanaan Pencegahan Infeksi Rumah Sakit di Ruang Rawat Inap Bedah Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Andalas

Kemenkes. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 27 Tahun 2017 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, 17. Jakarta: Kemenkes RI

Nainggolan, S. E., Asrizal. (2013). Edukasi Kemampuan Pasien dalam Penyembuhan Luka Post Operasi. Widya Medika. Jakarta

Philips J, O’Grady H, Baker E. (2014). Prevention of Surgical Site Infections. Surgery (Oxford).

University of Lowa Health Care. (2021). Pre-Operative Bathing Using Chlorhexidine Gluconate (CHG) Soap. United States.

WHO. (2016). The Burden of Health Care Associated Infection Worldwide a Summary.