Selasa, 26 Maret 2024 13:08 WIB

Penyakit Radang Usus yang Harus Diwaspadai

Responsive image
1515
Promosi Kesehatan, Tim Kerja Hukum dan Humas RSST - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit Radang Usus (Inflammatory Bowel Disease) mengakibatkan terlambatnya penanganan terhadap penderita radang usus sehingga menyebabkan penderita menjadi semakin buruk keadaannya. Radang Usus merupakan penyakit idiopatik, yang diperkirakan melibatkan reaksi imun dalam tubuh terhadap saluran pencernaan. Radang usus dapat menimbulkan gejala berupa diare, nyeri perut, dan berat badan turun. Dalam keadaan sehat, lingkungan usus dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan pencernaan makanan dan mempengaruhi mukosa sistem kekebalan tubuh melalui simbiosis mikroba. Perubahan faktor lingkungan, khususnya gaya hidup kebarat-baratan, terutama dalam perubahan pola makan yang dianggap sebagai salah satu pendorong utama meningkatnya prevalensi penyakit radang usus (Inflammatory Bowel Disease / IBD) di negara-negara barat dengan tingginya jumlah protein dan lemak (tak jenuh), namun rendahnya jumlah sayuran, serat, dan buah-buahan. Meningkatnya kejadian IBD di seluruh dunia disejajarkan dengan “westernisasi” kebiasaan makan di negara-negara berkembang.

Tipe Mayor Penyakit Radang Usus

1.   Kolitis Ulseratif (KU)

Kolitis Ulseratif adalah peradangan yang terjadi di usus besar. KU dibedakan menurut lokasi dan perluasan inflamasi serta beratnya penyakit.

a.      Proktitis ulseratif adalah inflamasi yang terbatas pada rectum.

b.      Proktosigmoiditis adalah inflamasi pada rektum dan kolon sigmoid.

c.      Pankolitis adalah inflamasi yang mengenai seluruh kolon.

d.      Kolitis sisi kiri adalah inflamasi yang dimulai dari rektum dan meluas ke atas mengenai kolon sigmoid dan kolon desendens.

e.      Kolitis fulminan adalah bentuk berat pankolitis.

2.   Crohn Disease (CD)

Crohn Disease bisa melibatkan bagian dari saluran pencernaan, mulai dari mulut sampai dubur.

3.   Kolitis Collagenous

Kolitis Collagenous adalah peradangan yang ditandai dengan adanya kumpulan kolagen yang tebal dan tidak elastis di bawah lapisan usus besar.

4.   Kolitis Limfositik

Kolitis limfositik merupakan kondisi di mana sel-sel darah putih (limfosit) meningkat dalam jaringan usus besar. Penyakit ini menimbulkan gejala berupa diare yang berair, tapi tidak berdarah.

Sebab dan Tanda

Banyak sekali penyebab yang dapat menyebabkan terjadinya radang usus, antara lain pola makan yang mengandung banyak cabai atau makanan yang terlalu pedas, konsumsi makanan cepat saji yang berlebihan, masalah pada sistem imun tubuh yang lemah dan juga stres yang berlebihan juga dapat mempengaruhi sistem pencernaan seseorang. Di antara tanda dan gejala yang umum dialami penderita adalah seringnya merasa lelah, kehilangan nafsu makan, nyeri pada perut, diare atau mengalami pendarahan saat buang air besar serta terlihat cukup pucat dan berat badan kurang. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk segera berobat agar terhindar dari komplikasi yang lebih parah seperti mengalami rendahnya kadar hemoglobin dalam darah atau anemia. Ada juga pasien yang mengalami bisul di bibir dan lidah.

Pencegahan

Mengonsumsi makanan seimbang sangat penting untuk memastikan kesehatan sistem pencernaan yang baik. Sumber makanan seperti buah-buahan, sayuran hijau dan minum air putih yang cukup dapat mencegah seseorang menghadapi masalah radang usus atau mengurangi peradangan. Ada berbagai jenis obat untuk menghilangkan dan meredakan peradangan seperti “Kortikosteroid” dan “Hidrokortison Succinite” yang digunakan untuk membantu memulihkan sistem kekebalan tubuh atas saran dokter spesialis. Jika pasien menderita kekurangan darah, mereka juga diminta mengonsumsi zat besi seperti “asam folat” oleh dokter yang merawat. Jangka waktu untuk pulih dan pulih juga bergantung pada tingkat kesehatan pasien dan mungkin memerlukan waktu yang cukup lama. Kesimpulannya, kebiasaan memilih makanan seimbang dan bergizi dapat membantu kita terhindar dari penyakit radang usus. Selain itu, selalu meluangkan waktu untuk rekreasi dan berolahraga juga dapat membantu mengurangi stres emosional. Hal ini dapat menghindarkan kita dari makan tidak teratur yang pada akhirnya berbahaya bagi kesehatan.

 

Referensi :

Hastuty, Y. P., Ramadhan, M., & Ginting, E. F. 2023. Penerapan Metode Dempster Shafer pada Penyakit Radang Usus. Jurnal Sistem Informasi Triguna Dharma (JURSI TGD), 2(4), 545-555.

Giri, K. A. W. K., & Astuti, N. M. W. 2023. Pemanfaatan Kulit Jeruk Bali (Citrus Maxima) Sebagai Dietary Fiber untuk Pengendalian Penyakit Radang Usus. COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 3(06), 2103-2113.

Abdul Razak, R. 2021. Mengenali Penyakit Radang Usus dan Langkah Pencegahan. Buletin FPN 2.