Rabu, 31 Januari 2024 15:44 WIB

Penyakit Lidah, Apa Saja Jenisnya?

Responsive image
565
Promosi Kesehatan, Tim Kerja Hukum dan Humas RSST - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Penyakit lidah atau gangguan lidah memang bisa menimbulkan rasa sakit yang dapat membuat kesulitan untuk makan, menelan, bahkan berbicara. Ada banyak jenis penyakit lidah yang membuat lidah terasa sakit. Berikut ini adalah ulasan lengkapnya. Perubahan pada lidah bisa mendeteksi kondisi kesehatan kita secara keseluruhan. Namun sejumlah gangguan pada lidah perlu pemeriksaan lebih lanjut. Mengutip dari penelitian American Family Physician, meskipun mudah diperiksa, penyakit lidah juga terkadang menimbulkan dilema diagnostik dan terapeutik bagi dokter. Diagnosis memerlukan riwayat kesehatan menyeluruh, termasuk durasi, gejala awal, dan penggunaan tembakau serta alkohol. Pemeriksaan morfologi lidah dan penilaian yang cermat pada limfadenopati juga penting. Sejumlah penyakit lidah yang perlu untuk diketahui adalah sebagai berikut. Lidah yang mudah terkena penyakit dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari tidak menjaga kebersihan lidah hingga daya tahan tubuh yang lemah. Kenali apa saja macam-macam penyakit lidah agar dapat dilakukan langkah pencegahan serta perawatan yang tepat. Lidah merupakan organ dengan jaringan otot yang memungkinkan manusia untuk mengecap, menelan, dan berbicara. Organ pencernaan tidak bertulang ini dilapisi oleh selaput merah muda (mukosa) dan tonjolan-tonjolan kecil (papila lidah) yang memberikan tekstur kasar sebagai tempat berkumpulnya ribuan saraf pengecap. Lalai dalam merawat kebersihan lidah, mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, serta kebiasaan merokok, dapat memicu masalah pada lidah sehingga mengganggu fungsi lidah.

Berbagai Jenis Penyakit Lidah

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa terjadi pada lidah beserta langkah perawatan yang bisa dilakukan.

1.   Leukoplakia

Leukoplakia adalah bercak putih yang dapat timbul di permukaan lidah, gusi, maupun dinding bagian dalam pipi. Penyakit lidah ini berkaitan dengan kebiasaan merokok atau mengunyah tembakau, asam lambung, dan konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.

Pada umumnya, leukoplakia akan sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan tertentu. Namun, jika bercak putih bertahan lebih dari 2 minggu, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Hal ini karena beberapa kasus leukopakia berisiko menjadi kanker lidah.

2.   Kandidiasis

Kandidiasis terjadi ketika jamur Candida albicans berkembang di lapisan lidah. Penyakit lidah ini biasanya lebih berisiko terjadi pada orang dengan daya tahan tubuh yang lemah atau sedang menjalani pengobatan dengan kortikosteroid.

Kandidiasis ini juga lebih berisiko dialami oleh orang tua, anak kecil, dan bayi. Dokter akan memberikan penanganan berupa pemberian obat antijamur untuk mengobati kandidiasis.

3.   Kanker Mulut

Anda perlu waspada bila terdapat benjolan yang terus tumbuh atau membesar di area lidah, karena hal tersebut bisa menjadi pertanda kanker mulut.

Penyakit lidah ini lebih berisiko dialami oleh perokok aktif dan orang yang mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan. Pada stadium awal, benjolan yang muncul biasanya tidak terasa sakit, tetapi Anda disarankan untuk tidak mengabaikan kondisi ini.

4.   Sindrom Lidah Perih

Lidah terasa seperti tersiram air panas merupakan masalah yang cukup umum terjadi. Kondisi ini juga dapat dialami oleh sebagian wanita yang telah mengalami menopause. Sindrom lidah perih umumnya tidak berbahaya dan biasanya hanya disebabkan oleh masalah saraf ringan.

5.   Lidah Hitam dan Berbulu

Lidah bisa mengalami penumpukan bakteri pada papila. Bakteri inilah yang membuat lidah terlihat berbulu dan berwarna hitam. Pada umumnya, kondisi ini tidak tergolong serius. Meski demikian, Anda disarankan untuk lebih menjaga kebersihan mulut dan merawat lidah.

Orang yang sedang menjalani kemoterapi atau sering mengonsumsi antibiotik, lebih berisiko mengalami kondisi semacam ini.

6.   Glositis Atrofi

Glositis atrofi atau radang pada lidah ditandai dengan lidah yang membengkak dan kemerahan serta tekstur lidah menjadi licin dan halus. Penyakit lidah ini bisa terjadi akibat kekurangan vitamin B12, asam folat, atau zat besi.

Gejala glossitis atrofi dapat ditangani dan dicegah dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut, mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral, serta mengonsumsi obat antibiotik secukupnya.

Sebagian besar penyakit lidah umunya tidak serius dan dapat ditangani dengan cepat. Namun, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter apabila ada masalah pada lidah atau mulut Anda.

7.   Cedera Lidah

Biasanya rasa sakit di lidah muncul akibat tidak sengaja tergigit. Hal ini sangat mungkin terjadi, apalagi saat sedang mengunyah makanan.

Selain itu, lidah juga kadang terasa sakit saat mengalami cedera, misalnya ketika terjepit oleh gigi saat Anda terkena benturan seperti kecelakaan atau jatuh. Gangguan kejang seperti epilepsi juga bisa menyebabkan lidah mengalami cedera akibat tergigit tanpa sadar.

Berkumur dengan air garam bisa membantu meringankan rasa sakit dan mempercepat penyembuhan cedera ringan. Akan tetapi, jika Anda mengalami cedera parah, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

8.   Sindrom Mulut Terbakar

adalah kondisi saat mulut terasa panas secara terus-terusan tanpa sebab yang jelas. Dikutip dari Mayo Clinic, kondisi ini memengaruhi semua bagian mulut termasuk lidah, gusi, bibir, pipi bagian dalam, dan langit-langit mulut.

Sensasi terbakar yang dirasakan biasanya cukup parah hingga terasa seperti melepuh. Selain rasa sakit dan sensasi terbakar, kondisi ini juga biasanya disertai dengan gejala lain.

Seperti mulut kering dan haus terus-terusan hingga adanya rasa-rasa aneh di lidah seperti pahit atau logam. Segera kunjungi dokter terdekat jika Anda mengalami kondisi penyakit lidah satu ini.

9.      Lidah Stroberi

Lidah stroberi merupakan gejala demam berdarah, dalam beberapa hari pertama akan muncul lapisan putih tebal di lidah, dengan kemunculan papila merah cerah.

Kondisi ini juga mengonfirmasi diagnosis ketika pasien datang dengan gejala seperti demam, sakit tenggorokan, sakit kepala, muntah dan sakit perut.

Pada hari kedua, ruam bintik-bintik merah di dasar eritematosa menyebar dimulai di leher dan dada sebelum menyebar ke bagian lain. Dua hari kemudian, lapisan putih pada lidah terkelupas, meninggalkan warna merah, tetapi masih dengan papila yang menonjol.

 

Referensi :

SS. Wahyuni. 2018. Doagnosis dan Penatalaksanaan Karsinoma Lidah. Jurnal Ilmu THT Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya.

Chiang, C. P., Chang, J. Y., dkk. 2020. Atrophic Glossitis: Etiology, Serum Autoantibodies, Anemia, Hematinic Deficiencies, Hyperhomocysteinemia, and Management. Journal of the Formosan Medical Association.

National Health Service UK. 2023. Health A to Z. Sore or white tongue.

Mayo Clinic. 2021. Diseases & Conditions. Oral thrush.

Moore, K. Healthline. 2019. Leukoplakia: Causes, Symptoms, and Diagnosis.