Senin, 27 November 2023 09:57 WIB

Mengenal Apa Itu Asma?

Responsive image
719
Promosi Kesehatan, Tim Kerja Hukum dan Humas RSST - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Asma adalah penyakit saluran pernapasan di bagian paru-paru yang biasanya ditandai mengi yang bernada tinggi terdengar selama bernafas terutama saat ekspirasi dan melibatkan sesak nafas, sesak dada dan batuk. Proses yang mendasari Asma termasuk peradangan kronis pada saluran udara, mudah kembalinya obstruksi aliran udara masuk dan keluar dari saluran udara dan kecenderungan saluran udara untuk lebih bereaksi terhadap rangsangan. Didefinisikan sebagai Asma jika pernah mengalami gejala sesak nafas yang terjadi pada salh satu atau lebih kondisi; terpapar udara dingin dan/ atau debu dan/ atau stress/ atau flu atau infeksi dan/ atau kelelahan dan/ atau alergi obat dan/ atau alergi makanan dengan disertai salah satu atau lebih gejala; mengi dan/ atau sesak nafas berkurang atau menghilang dengan pengobatan dan/ atau sesak nafas berkurang atau menghilang dengan pengobatan dan/ atau sesak nafas berkurang atau menghilang tanpa pengobatan dan/ atau sesak nafas lebih berat dirasakan pada malam hari atau menjelang pagi dan jika pertama kali merasakan sesak nafas saat berumur < 40>

Penyebab

1.      Alergen utama : debu rumah, spora jamur dan serbuk sari.

2.      Iritan : asap, bau-bauan dan polutan.

3.      Infeksi saluran napas : virus.

4.      Perubahan cuaca yang ekstrim.

5.      Aktivitas fisik yang berlebihan.

6.      Lingkungan kerja

7.      Obat-obatan

8.      Emosi

9.      Lain-lain : Refluks Gastro Esofagus.

Faktor Risiko

1.      Faktor internal : genetik, obesitas, jenis kelamin, usia, aktivitas fisik dan ekspresi emosi yang kuat atau berlebihan.

2.      Faktor Eksternal : occuptional irritant, infeksi virus di saluran nafas, allergen, asap rokok, polusi udara, obat- obatan dan perubahan suhu terkait perubahan musim atau kondisi geografis lainnya.

Tanda dan Gejala

1.      Suara ngik-ngik sepanjang siklus pernapasan ketika terjadi inflamasi.

2.      Udara sukar bergerak melalui jaringan napas yang menyempit, menimbulkan suara.

3.      Asimtomatik antara serangan asma. Gejala hilang walaupun tidak ada inflamasi.

4.      Kesulitan bernapas (dyspnea) ketika jaringan napas menyempit karena inflamasi. Ini secara khas progresif ketika inflamasi berkembang.

5.      Frekuensi napas lebih dari 20 kali permenit (tachypnea) ketika tubuh berusaha mendapatkan lebih banyak oksigen ke dalam paru-paru untuk memenuhi kebutuhan fisiologis.

6.      Penggunaan otot-otot tambahan untuk bernapas ketika tubuh mencoba lebih keras untuk mendapatkan lebih banyak udara ke dalam paru-paru.

7.      Keketatan di dada terkait dengan penyempitan jalan pernapasan (Bronchonstriktion).

8.      Takikardia-denyut jantung lebih dari 100, karena tubuh berusaha mendapatkan lebih banyak oksigen ke jaringan.

Faktor-faktor Pencetus Asma

1.      Infeksi virus saluran napas : influenza.

2.      Pemajanan terhadap alergen, debu rumah, bulu binatang.

3.      Pemajanan terhadap iritan asap rokok, minyak wangi.

4.      Kegiatan jasmani : lari.

5.      Ekspresi emosional takut, marah, frustasi.

6.      Obat-obat aspirin, penyekat beta, anti inflamasi non steroid.

7.      Lingkungan kerja : uap zat kimia.

8.      Polusi udara : asap rokok.

9.      Pengawet makanan : sulfit.

10.   Lain-lain, misalnya : haid, kehamilan, sinusitis.

Pemeriksaan

1.      Pemeriksaan Spirometri

2.      Rontgen

3.      Darah

4.      Tes kulit

5.      Penanda inflamasi

6.      Uji Hiperaktifitas Bronkus

Penanganan

1.      Mandiri

a.      Hindari pemicu terjangkitnya seperti debu, bulu binatang, makanan dan lain- lain.

b.      Berhenti dari aktifitas apabila saat sedang berolahraga kemudian istirahatkan tubuh sejenak.

c.      Latih napas dengan bersikap tenang dan menciptakan afirmasi positif supaya kondisi asma tidak semakin parah.

d.      Meminta pertolongan orang sekitar apabila merasa kondisi sudah cukup parah dan tidak bisa menguasai diri sendiri terhadap serangan tersebut.

2.      Obat-obatan

a.      Melakukan kontrol rutin dan menggunakan obat sesuai dengan konsultasi dokter.

b.      Segera bawa ke pelayanan kesehatan apabila pasien Asma mengalami kesulitan bernapas hingga tampak pucat, bibirnya membiru, tidak bisa bicara, atau pingsan.

Komplikasi

Komplikasi Asma adalah Pneumothoraks, Pneumomediastinum, Atelektasis, Aspergilosis, gagal nafas, Bronkhitis dan Fraktur Iga. Ditambahkan oleh Lewis et. Al, (2007) bahwa Status Asmatikus juga merupakan komplikasi Asma yang perlu perawatan khusus karena berisiko kegagalan nafas. Penyebabnya sendiri bisa dikarenakan virus, konsumsi aspirin atau golongan NSAIDs, stres emosional, polusi dan allergen yang meningkat, terapi obat yang terputus khususnya kortikosteroid dan penggunaan Aerosol yang overdosis serta pasien yang tidak terkontrol kesehatan secara teratur.

Pencegahan

1.      Mewaspadai timbulnya gejala asma.

2.      Hindari pemicu Asma.

3.      Jaga kebersihan lingkungan.

4.      Jalani vaksinasi Flu dan Pneumonia secara teratur.

5.      Atur pola hidup sehat.

6.      Turunkan berat badan bila menderita obesitas.

7.      Mengelola stres dengan baik.

 

Referensi  :

Global Initiative for Asthma - GINA. 2022 GINA Main Report.

Maskhanah. 2017. Pengaruh Pelaksanaan Teknik Pernapasan Buteyko terhadap Kekambuhan Asma Bronkial di Wilayah Kerja Puskesmas Lempake Samarinda. Skripsi Program Studi DIV Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kaltim.