Senin, 20 November 2023 15:46 WIB

Mengenal Stroke Lebih Dekat

Responsive image
877
Dr. Sri Wahyu Evianti, SpN - RSUP Fatmawati Jakarta

Stroke adalah : Suatu keadaan dimana ditemukan tanda-tanda klinis yang berkembang cepat berupa deficit neurologis fokal atau global, yang dapat memberat dan berlangsung selama 24 jam atau lebih dan atau dapat menyebabkan kematian,tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler.

Stroke terjadi karena otak tidak mendapat pasokan darah yang membawa oksigen sehingga sel-selnya mati. Stroke terjadi karena otak tidak mendapat pasokan darah yang membawa oksigen sehingga sel-selnya mati.

Epidemiologi kasus stroke = 12,2 juta kasus baru stroke pe tahun, 1 kasus tiap detik. 1 dari 4 orang akan mengalami stroke. Kasus stroke 63 % lebih sering terjadi pada usia < 70>

Stroke penyebab kematian kedua di seluruh dunia dan penyebab utama disabilitas di seluruh dunia. Kejadian stroke meningkat 50 persen dalam 17 tahun terakhir. Jenis stroke ada 2 yaitu : stroke sumbatan dan stroke perdarahan.

Faktor resiko seseorang terserang stroke ( faktor yang tidak dapat dimodifikasi ) yaitu :

  1.  Usia > 55 tahun.
  2. Jenis kelamin ( pria lebih sering beresiko terkena stroke ).
  3. Ras = terutama ras hitam.
  4. Genetik dan riwayat keluarga.
  5. Riwayat stroke sebelumnya.

Faktor resiko lainnya yang dapat di modifikasi, yaitu : hipertensi atau tekanan darah, kelebihan berat badan, gula darah atau diabetes, kolesterol, merokok, alkohol, polusi, dll.

Masyarakat perlu mengenal tanda dan gejala stroke, yaitu :

  1. Senyum tidak simetris ( mencong ke satu sisi ).
  2. Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba – tiba.
  3. Bicara pelo / tiba- tiba tidak dapat bicara/ tidak mengerti kata-kata/ bicara tidak nyambung. 
  4. Kebas atau baal atau kesemutan separuh tubuh.
  5. Rabun = pandangan satu mata kabur, terjadi tiba tiba.
  6. Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelunya. Gangguan fungsi keseimbangan, seperti terasa berputar, gerakan sulit (tremor, gemetar, sempoyan).

Stroke adalah kegawatan, langsung segera ke rumah sakit terdekat dan jangan menunda. Semakin cepat mendapat pengobatan, penderita stroke dapat tertolong dan mengurangi resiko kematian atau kecacatan permanent.

Periode emas penanganan stroke:

  1.  Diduga terkena serangan stroke langsung bawa ke UGD RS dibawah
  2.  Jam ( serangan stroke , dari serangan ke telepon, responambulan, ambulan datang, ambulan berangkat ke RS )
  3. Tiba di RS ( pemeriksaan dokter, Ct Scan, laboratorium dan Obat ) maksimal 2,5 jam. Jadi waktu emas penanganan stroke kurang dari 4,5 jam. Penanganan yang cepat kan mencegah kecacatan dan pasien stroke dapat sembuh.

Mencegah stroke dengan cara :

  1. Cek kesehatan secara rutin.
  2. Enyahkan asap rokok.
  3. Rajin aktivitas fisik.
  4. Diet seimbang.
  5. Istrahat yang cukup.
  6. Kelola stress.

Referensi :

Guideline Stroke. Pokdi Stroke Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI); 2011.

AHA / ASA Guideline Guidelines for the Early Management of Patients With Acute Ischemic Stroke?: 2019 Update to the 2018 Guidelines for the Early Management of Acute Ischemic Stroke.