Rabu, 15 November 2023 10:59 WIB

Peran Kecerdasan Buatan dalam Transformasi Kesehatan di Bidang Kardiovaskular

Responsive image
998
dr. Dela Ulfiarakhma - RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta

Kesehatan jantung adalah aspek yang sangat penting, mengingat jantung berfungsi sebagai pompa utama yang memompa darah ke seluruh tubuh. Gangguan kesehatan jantung dapat menyebabkan berbagai masalah serius, termasuk penyakit jantung koroner, gagal jantung, dan aritmia. Hingga saat ini, penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi salah satu penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di dunia dengan angka yang terus meningkat setiap tahunnya. Oleh sebab itu, diperlukan strategi untuk meningkatkan kemampuan diagnosis dan manajemen penyakit kardiovaskular.

Kemajuan di era digital saat ini telah menarik perhatian global dan memiliki potensi aplikasi yang luas dalam berbagai bidang ilmu, termasuk kedokteran, terutama penyakit kardiovaskular. Kecerdasan buatan, yang juga dikenal sebagai Artificial Intelligence (AI), merupakan salah satu bentuk kecerdasan komputer yang berupaya meniru proses berpikir manusia. Kecerdasan buatan ini mengadopsi pembelajaran mesin untuk mengenali algoritma dan mengolah data, yang kemudian digunakan untuk membangun model analisis. Salah satu tujuan utama dalam penerapan kecerdasan buatan ini adalah menganalisis secara akurat berbagai kondisi pasien. AI telah banyak berperan dalam beberapa aspek di bidang kardiovaskular, di antaranya dalam hal diagnosis penyakit, perawatan pasien, prediksi luaran penyakit, dan manajemen data kesehatan. Berikut akan dibahas mengenai kegunaan AI dalam aspek pelayanan kesehatan kardiovaskular.

Diagnosis Penyakit Kardiovaskular

Salah satu kontribusi terbesar AI dalam bidang kardiovaskular adalah kemampuannya untuk membantu dalam diagnosis penyakit jantung dan pembuluh darah. AI mampu menganalisis gambar medis seperti tomografi komputer (CT scan) dan gambar resonansi magnetik (MRI) dengan tingkat akurasi yang tinggi. Hal ini memungkinkan deteksi dini penyakit jantung, seperti arteri koroner yang menyempit atau aneurisma aorta (pelebaran pembuluh darah besar aorta), yang dapat menyebabkan masalah serius jika tidak ditangani. Selain itu, AI juga dapat digunakan untuk menganalisis data rekam jantung atau elektrokardiogram (EKG) untuk mendeteksi gangguan irama jantung. Dengan kemampuannya yang luar biasa dalam mengenali pola yang kompleks, AI dapat membantu dokter dalam mendiagnosis aritmia seperti fibrilasi atrium, yang seringkali sulit untuk dideteksi hanya dengan mata manusia. Beberapa AI telah terintegrasi dalam perangkat elektronik seperti smartwatch, untuk menganalisis irama jantung yang tidak normal, sehingga kegunanaannya juga dapat dapat secara langsung dirasakan oleh masyarakat awam dalam kehidupan sehari-hari.

Perawatan Pasien

Selain membantu dalam diagnosis, AI juga memberikan manfaat besar dalam perawatan pasien dengan penyakit jantung dan pembuluh darah. Sebagai contoh, algoritma AI dapat digunakan untuk memprediksi risiko kardiovaskular individu berdasarkan riwayat medis, gaya hidup, dan faktor risiko lainnya. Hal ini membantu dokter dalam merencanakan perawatan yang lebih tepat dan personal. Selain itu, AI juga dapat digunakan untuk mengawasi pasien secara terus-menerus. Misalnya, AI dapat memantau data dari alat bantu jantung dan memberi tahu dokter jika ada perubahan yang signifikan dalam kondisi pasien. Hal ini memungkinkan penanganan menjadi lebih cepat dan dapat mengurangi risiko komplikasi.

Prediksi Penyakit Kardiovaskular

AI juga digunakan dalam memprediksi penyakit kardiovaskular pada populasi yang lebih luas. Dengan memanfaatkan data dalam jumlah besar dan analisis statistik yang canggih, AI dapat mengidentifikasi tren dan pola yang mengarah pada peningkatan risiko penyakit jantung. Hal ini membantu sistem pelayanan kesehatan dalam merancang program pencegahan yang lebih efektif, seperti kampanye kesadaran kesehatan jantung, program pelatihan olahraga, atau rekomendasi diet yang sesuai.

 

Manajemen Data Kesehatan Jantung

AI juga telah mengubah cara pengelolaan data kesehatan pasien. Sistem manajemen data kesehatan yang menggunakan AI dapat mengintegrasikan dan menganalisis data dari berbagai sumber, termasuk catatan medis elektronik, hasil tes laboratorium, dan data dari perangkat medis wearable. Hal ini membantu dokter dan peneliti dalam mengakses informasi yang relevan dengan lebih cepat dan efisien, serta memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik.

Hambatan dan Tantangan

Meskipun potensi kecerdasan buatan dalam bidang kardiovaskular sangat besar, ada beberapa hambatan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah masalah keamanan data. Data medis sangat sensitif, dan perlu ada upaya lebih lanjut untuk memastikan bahwa data tersebut tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berwenang. Selain itu, penting untuk diingat bahwa AI bukan pengganti dokter. Meskipun AI dapat membantu dalam diagnosis dan pengobatan, keputusan akhir tentang perawatan harus tetap menjadi tanggung jawab dokter. Peran manusia dalam diagnosis dan tatalaksana penyakit jantung dan pembuluh darah tetap penting, namun AI hanya merupakan alat bantu saja dan tidak dapat menggantikan peran seorang dokter.

Semoga di masa yang akan datang penggunaan kecerdasan buatan dapat lebih dimaksimalkan dan dapat diterapkan secara luas oleh masyarakat. AI atau kecerdasan buatan diharapkan tidak hanya memberikan paradigma baru dalam pelayanan kesehatan kardiovaskular, melainkan dapat membantu menyelesaikan tantangan dalam diagnosis dan tatalaksana penyakit, sehingga dapat mengurangi angka kematian dan kesakitan akibat penyakit kardiovaskular di dunia.

 

Referensi:

Yan Y, Zhang JW, Zang GY, PU J. The primary use of artificial intelligence in cardiovascular disease: What kind of potential role does artificial intelligence play  in future medicine?. Geriatr Cardiol 2019; 16: 585?591. doi:10.11909/j.issn.1671-5411.2019.08.010

Dey D, Slomka PJ, Leeson P, et al. Artificial intelligence in cardiovascular imaging: JACC state-of-the-art review. J Am Coll Cardiol. 2019;73(11):1317-1335. doi:10.1016/j.jacc.2018.12.054

Wasserlauf J, You C, Patel R, et al. Smartwatch performance for the detection and quantification of atrial fibrillation. Circ Arrhythm Electrophysiol. 2019;12(7):e006834. doi:10.1161/CIRCEP.118.006834

Sardar P, Abbott JD, Kundu A, et al. Impact of artificial intelligence on interventional cardiology: from decision-making aid to advanced interventional procedure assistance. JACC Cardiovasc Interv. 2019;12(14):1293-1303. doi:10.1016/j.jcin.2019.04.048

Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-photo/ai-cloud-concept-with-robot-arm_32471126.htm#query=artificial intelligence&position=3&from_view=search&track=ais&uuid=94d58daf-0d4b-4659-817c-987d1f6f0b8c