Kamis, 31 Agustus 2023 16:10 WIB

Demam Tinggi Wajib Diwaspadai

Responsive image
559
Suryani Ita Pramesthi, S.Kep.,Ns - RSUP dr. Sardjito Yogyakarta

Demam merupakan salah satu gejala terpenting dari penyakit infeksi. Tetapi demam tanpa disertai gejala klinis lain sulit menentukan penyebab. Oleh karena itu, pemeriksaan penunjang sangatlah diperlukan. Beberapa parameter infeksi seperti jumlah leukosit, dapat dipakai untuk membantu menegakkan diagnosis infeksi.

Neutrofil adalah pertahanan lini pertama melawan infeksi sebagai komponen darah pertama dari respons inflamasi dan komponen kunci imunitas bawaan. Demam neutropenia didefinisikan sebagai suhu tubuh 38°C atau lebih selama satu jam dan neutropenia yang didefinisikan sebagai Absolute Neutrophilis Count (ANC) <500>

Resiko infeksi serius akan meningkat seiring dengan jumlah neutrophil yang menurun, dan bila infeksi terus berlanjut pada resiko febrile neuthropenia atau disebut juga sepsis neutrophenia. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis dengan tingkat kematian yang tinggi.  Pasien dengan penyakit keganasan pada umumnya rentan terhadap infeksi, neutropenia akibat kemoterapi adalah faktor resiko utama terhadap morbiditas dan mortalitas, dan apabila sudah terinfeksi seringkali sulit diatasi. Infeksi pada pasien keganasan berhubungan dengan berbagai keadaan, yaitu penurunan daya tahan tubuh akibat penyakityang mendasari, atau defek imun akibat pengobatan sitostatika dan atau radiasi. Karena itu menjaga higienitas sangatlah penting, sering mencuci tangan, perawatan kebersihan gigi, dan menjauhkan diri dari sumber infeksi atau kontak dengan orang lain yang sedang dalam kondisi infeksi(demam, batuk, flu).

Pada kasus pasien keganasan dengan neutropenia, terapi yang diberikan akan mempertimbangkan beberapa hal yaitu, mengetahui mikroorganisme penyebab secara klinis dan menetahui kepekaan kuman, terapi antibioik untuk melawan bakteri dan infeksi akan diberikan segera setelah dicurigai infeksi atau segera setelah timbul demam. Tetapi pada beberapa pasien keganasan dengan neutropenia tanpa gejala dan tidak terjadi komplikasi, terkadang jika efek kemoterapi dan radiasi menurun, maka sistem imun akan kembali membaik tanpa adanya terapi.

 

Referensi:

Andrieta, Widiastuti E, Handriastuti S.  Etiologi Demam Neutropenia pada Anak dengan Keganasan Jakarta, Jurnal Sari Pediatri, 2014.

 https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/view/207

Rejeki Sri, Demam pada Pasien Neutropenia,Jakarta, jurnal Sari Pediatri, 2002.

https://www.researchgate.net/publication/312409554_Demam_pada_Pasien_Neutropenia

Anindian, Eddy, Ida.  Faktor Prediktor Bacteremia pada Pasien ALL dengan Demam Neutropenia, Yogyakarta, Tesis UGM, 2020.

https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/185650

Tim Pokja PPNI. Stándar Luaran keperawatan Indonesia, Jakarta, DPP PPNI 2018.

Tim Pokja PPNI. Stándar Intervensi Keperawatan Indonesia, Jakarta, DPP PPNI 2018.

Tim Pokja PPNI. Stándar Diagnosis Keperawatan Indonesia, Jakarta, DPP PPNI 2018.