Rabu, 30 Agustus 2023 16:07 WIB

Mengenal Apa itu Ergonomi?

Responsive image
7965
Tim Promkes RSST - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Ergonomi merupakan cabang ilmu yang sistematis untuk memanfaatkan informasi mengenai sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia untuk merancang suatu sistem kerja sehingga orang dapat hidup dan bekerja dalam sistem itu dengan baik yaitu mencapai tujuan yang diinginkan melalui pekerjaan itu dengan efektif, aman dan nyaman. Ergonomi berkenaan juga dengan optimasi, efisiensi, kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan seseorang di tempat kerja, di rumah dan tempat lainnya.

Tujuan

1.      Tercapainya sistem kerja yang produktif dan memiliki kualitas kerja yang baik disertai dengan rasa kenyamanan, kemudahan, dan juga efisiensi kerja tanpa mengabaikan segi kesehatan dan keselamatan kerja.

2.      Untuk meningkatkan produktivitas kerja pada suatu organisasi dalam perusahaan.

3.      Memperbaiki kesehatan dan keselamatan kerja.

4.      Menganjurkan agar bekerja secara aman, nyaman, dan bersemangat.

Prinsip Ergonomi

1.      Bekerja dalam posisi / postur normal.

2.      Mengurangi beban kerja.

3.      Menempatkan peralatan agar selalu berada dalam jangkauan.

4.      Bekerja sesuai dengan ketinggian dimensi tubuh.

5.      Mengurangi gerakan berulang dan berlebih.

6.      Meminimalisasi gerakan statis.

7.      Mencakup titik beban.

8.      Mencakup jarak ruang.

9.      Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman.

10.   Melakukan olahraga dan peregangan ringan saat bekerja.

11.   Membuat agar display dan contoh mudah dimengerti.

12.   Mengurangi stres kerja.

Penerapan Ergonomi

Berikut contoh penerapan ergonomi di tempat kerja antara lain :

1.    Pencahayaan, peletakan posisi lampu agar semua bagian ruangan terlihat cerah. Lampu diatur agar tidak terlalu terang atau gelap ketika bekerja.

2.    Pengangkutan barang berat, contohnya penggunaan bangku kecil ketika mengambil barang di lokasi tertinggi atau troli untuk membawa barang berukuran berat. Ergonomi diterapkan dalam mengangkut barang agar mencegah cedera pada kaki, lutut, dan punggung.

3.    Posisi keyboard dan mouse, prinsip ergonomi pada peletakan posisi keyboard dan mouse di meja. Bagi orang kidal, posisi ini sangat penting, apalagi mereka masih menggunakan mouse berkabel. Selain itu, desain keyboard dan mouse juga harus diperhatikan agar tangan dan jari-jarinya tidak tertekan selama bekerja.

4.    Posisi monitor komputer, posisi monitor komputer memengaruhi kenyamanan selama bekerja, jarak antara monitor dan wajah kurang lebih 50 cm. Selain itu, posisi monitor harus sejajar dengan mata. Penempatan posisi monitor ini bertujuan untuk menghindari cedera di area mata dan leher.

5.    Meja ergonomis, penerapan ergonomi dapat dilakukan melalui furniture-nya. Sebaiknya bagian bawah meja kosong dan tidak diisi barang supaya lutut tidak terantuk. Ujung meja tidak tajam agar siku tidak sakit saat tersenggol bagian sisinya. Ketinggian meja berdampak pada postur tubuh saat duduk sehingga memengaruhi kesehatan tulang belakang.

6.    Kursi beroda, roda merupakan komponen penting dalam kursi ergonomis. Anda dapat menggerakkan kursi ke mana pun tanpa harus bangkit dari posisi duduk selama bekerja.

7.    Kursi ergonomis, kursi ergonomis biasanya memiliki empat sandaran yakni sandaran punggung, sandaran lengan, sandaran kaki dan sandaran kepala. Ada pula fitur tambahan yang tidak kalah penting yakni penopang pinggang. Kursi ergonomis sudah pasti dilengkapi roda agar memudahkan mobilitas penggunanya. Semua fitur tersebut berguna untuk menjaga postur duduk. Postur duduk yang sesuai mampu menjaga kesehatan tulang belakang yang terletak mulai dari area leher hingga pinggang bawah.

Gangguan kesehatan akibat pajanan ergonomi :

1.      Timbulnya kelelahan kerja.

2.      Timbulnya penyakit akibat kerja.

3.      Timbulnya kecelakaan kerja.

Manfaat Ergonomi

1.      Terhindar dari penyakit akibat kerja (tekanan berlebih pada sistem otot rangka, kelelahan mata,mata perih).

2.      Tempat kerja ergonomis, membuat pekerja nyaman, tidak cepat lelah dan usaha fisik yang lebih efisien.

3.      Tempat kerja yang tertata dengan nyaman memberikan experience dan kepuasan.

 

Referensi :

Kuswana, W.S. 2014. Ergonomi dan K3 Kesehatan Keselamatan Kerja. PT Remaja Rosdakarya, Bandung.

Wignjosoebroto, S. 2006. Ergonomi, Studi Gerak dan Waktu Teknik Analisis untuk Peningkatan Produktivitas kerja. Prima Printing, Surabaya.