Jumat, 26 Mei 2023 14:43 WIB

Asam Urat di Usia Muda dan Hal yang harus diperhatikan

Responsive image
2629
dr. Raditya Ramadan, SpOT - RS Ortopedi Prof.Dr.R.Soeharso Surakarta

Sebagai informasi, asam urat adalah jenis penyakit yang diakibatkan oleh penumpukan kristal asam urat atau uric acid. Biasanya, tubuh manusia akan memproduksi uric acid secara alami ketika sedang memecah zat purin. Zat ini berasal dari makanan yang dikonsumsi. Pada kondisi normal, uric acid akan dikeluarkan oleh tubuh melalui urine dan feses. Namun, jika kadar asam urat dalam tubuh tinggi, zat tersebut akan menumpuk dan membentuk kristal di sekitar sendi. Hal inilah yang menimbulkan peradangan pada sendi. Meski kerap terjadi pada orang dewasa, gangguan asam urat juga kerap dirasakan oleh anak muda. Utamanya, mereka yang tidak memiliki pola hidup sehat. Dilansir dari laman medicalnewstoday.com, gangguan asam urat yang terjadi pada anak muda disebabkan oleh sejumlah faktor.

Awalnya asam urat sering dianggap sebagai penyakit orang tua yang muncul karena pertambahan usia. Namun saat ini, penyakit ini juga rentan menyerang di usia yang lebih muda. Penyakit ini dapat memengaruhi segala usia, bahkan di usia 20-an. Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko asam urat di usia muda, yaitu: 

  • Pola Diet. Seseorang yang menjalani diet terlalu ketat atau diet yang salah berpotensi mengalami asam urat di usia muda. Mengonsumsi makanan yang kaya akan daging dan makanan laut dan minum-minuman yang dimaniskan dengan gula buah (fruktosa) dapat meningkatkan kadar asam urat, yang meningkatkan risiko asam urat. Konsumsi alkohol, terutama bir, juga meningkatkan risiko asam urat. 
  • Obesitas. Jika kamu mengalami kelebihan berat badan alias obesitas, tubuh akan menghasilkan lebih banyak asam urat dan ginjal menjadi lebih sulit mengendalikan asam urat. 
  • Kondisi medis. Penyakit dan kondisi tertentu dapat meningkatkan risiko asam urat di usia muda. Kondisi tersebut termasuk tekanan darah tinggi yang tidak diobati dan kondisi kronis seperti diabetes, sindrom metabolik, dan penyakit jantung dan ginjal. 
  • Obat-obatan tertentu. Penggunaan diuretik thiazide, biasanya digunakan untuk mengobati hipertensi dan aspirin dosis rendah juga dapat meningkatkan kadar asam urat. Begitu juga penggunaan obat antibiotik yang diresepkan untuk orang yang telah menjalani transplantasi organ.
  • Riwayat keluarga. Risiko asam urat meningkat pada orang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit sama. 
  • Pasca operasi atau trauma. Mengalami operasi atau trauma yang terjadi baru-baru ini dikaitkan dengan peningkatan risiko mengembangkan serangan asam urat.

 

Referensi :

Mayo clinic : Gout

Orthobullets: gout arthritis

https://cdn-2.tstatic.net/bangka/foto/bank/images/ilustrasi-asam-urat-a.jpg

https://cdn.popmama.com/content-images/post/20210807/untitled-design-1jpg-ed1de273288d12d89e6f2110225ce6af_600xauto.jpg

https://cdn-2.tstatic.net/bangka/foto/bank/images/freepik-ilustrasi-penderita-asam-urat.jpg