Selasa, 21 Maret 2023 09:27 WIB

Uji Meja Jungkit sebagai Alat Deteksi Kelainan Kardiovaskular

Responsive image
1276
dr. Intan Maulinar - RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta

Jika Anda sering pingsan atau merasa pusing, dokter akan menyarankan uji meja jungkit (tilt-table test) untuk mengetahui alasannya. Uji meja jungkit berfungsi untuk memicu keluhan-keluhan tersebut di bawah supervisi dokter. Uji ini mengukur bagaimana tekanan darah dan denyut jantung Anda merespons gaya gravitasi. Perubahan tekanan darah dan denyut jantung Anda akan dianalisis untuk mengetahui apa penyebab gejala Anda dan untuk keperluan penegakan diagnosis lebih lanjut.

Uji meja jungkit digunakan untuk melihat apakah pingsan yang dialami disebabkan oleh denyut jantung atau tekanan darah yang tidak normal. Denyut jantung yang sangat lambat (bradikardia) dapat menyebabkan pingsan. Selama prosedur, Anda akan berbaring di atas meja periksa khusus yang akan dimiringkan dan membuat kepala Anda terangkat 60 hingga 80 derajat di atas bagian tubuh Anda yang lain sementara perawat atau dokter memantau tekanan darah dan denyut jantung Anda. Perawat juga biasanya memasang infus untuk memberikan obat atau mengambil darah.

Uji meja jungkit memiliki risiko yang minimal. Pasien biasanya jarang pingsan selama prosedur. Jikalau pasien pingsan, itu lebih aman daripada pingsan sendiri dalam situasi yang tidak terkendali. Jika pasien pingsan selama prosedur, biasanya akan sadar dan kembali pulih dalam satu menit atau lebih setelah meja kembali ke posisi datar.

Adapun persiapan yang dilakukan sebelum prosedur uji meja jungkit adalah:

  1. Jangan makan atau minum setidaknya 2 jam sebelum prosedur.
  2. Jika Anda akan menjalani prosedur di pagi hari, dokter mungkin meminta Anda untuk tidak makan atau minum setelah tengah malam pada malam sebelumnya.
  3. Jika Anda sedang minum obat rutin, tanyakan kepada dokter apakah Anda harus tetap meminumnya sesuai jadwal rutin Anda sebelum prosedur.

Tahapan prosedur uji meja jungkit antara lain:

1. Anda berbaring telentang di atas meja periksa khusus yang memiliki alas kaki dan tali penahan           akan dipasang di sekeliling Anda untuk menahan tubuh Anda.

2. Elektroda akan dipasang di dada, kaki, dan lengan Anda. Elektroda dihubungkan dengan kabel           ke mesin elektrokardiogram untuk memantau denyut jantung Anda.

3. Manset tekanan darah dipasang ke lengan untuk memantau tekanan darah.

4. Dilakukan pemasangan infus untuk pemberian obat bila diperlukan.

5. Awalnya, Anda berbaring telentang di atas meja periksa sekitar lima menit.

6. Anda kemudian dipindahkan ke posisi hampir vertikal sekitar 60 sampai 80 derajat selama 5-45           menit. Dalam posisi ini pasien dalam keadaan tidak bergerak dan laporkan tanda dan gejala               seperti mual, berkeringat, pusing, atau denyut jantung tidak teratur.

7. Jika Anda tidak pingsan atau mengalami keluhan setelah 45 menit, Anda mungkin menerima               obat semprot Glyceryl Trinitrate atau suntikan isoproterenol (Isuprel) melalui infus di lengan                 Anda. Obat tersebut mungkin memicu refleks yang menyebabkan Anda pingsan.

8. Anda kemudian tetap dalam posisi tegak selama 15 hingga 20 menit lagi. Denyut jantung dan             tekanan darah Anda akan dipantau di setiap posisi untuk mengevaluasi respon tubuh terhadap            perubahan posisi.

9. Jika Anda pingsan dalam posisi tegak, meja akan segera dikembalikan ke posisi horizontal dan            Anda akan diawasi. Biasanya pasien segera sadar kembali.

Anda mungkin merasa lelah dan sedikit sakit perut setelah tes. Anda dapat tinggal di ruang pemulihan selama 30 hingga 60 menit agar perawat dapat melacak tekanan darah dan denyut jantung Anda. Setelah pemulihan, biasanya pasien bisa pulang dan kembali beraktivitas normal. Namun, jika Anda kehilangan kesadaran selama tes, Anda mungkin perlu lebih banyak observasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Pasien yang pingsan selama prosedur tidak boleh mengemudi kendaraan.

Anda mungkin mendapatkan hasil uji meja jungkit segera setelah tes selesai atau beberapa hari kemudian setelah dianalisis oleh dokter. Hasilnya bisa "negatif" atau "positif". Jika tekanan darah Anda stabil dan denyut jantung meningkat dalam batas normal selama prosedur serta tidak ada keluhan lainnya, hasil tesnya negatif (normal). Jika tekanan darah Anda turun, tetap rendah selama prosedur dan Anda merasa pingsan atau pusing, hasil tesnya positif. Ini dapat terjadi baik dengan denyut jantung yang lambat atau dengan denyut jantung yang cepat. Hal ini dikarenakan otak tidak mendapatkan aliran darah yang cukup saat itu (kondisi ini kembali normal segera setelah Anda dimiringkan kembali ke posisi datar). Denyut jantung Anda mungkin tidak beradaptasi saat meja miring ke atas, atau pembuluh darah mungkin tidak cukup kuat menopang tekanan darah Anda. Merasa pusing atau pingsan dapat disebabkan oleh minum obat tertentu, dehidrasi berat, irama jantung tidak normal (aritmia), hipoglikemia (gula darah terlalu rendah), tirah baring lama dan gangguan sistem saraf tertentu yang menyebabkan tekanan darah rendah. Dokter akan menyarankan untuk mengganti obat-obatan atau melakukan pemeriksaan lanjutan. Jika pingsan Anda disebabkan oleh denyut jantung yang terlalu lambat (bradikardia), dokter mungkin akan merekomendasikan penggunaan alat pacu jantung.

 

Referensi: 

American Heart Association. 2015. Tilt-Table Test. Available from: https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/diagnosing-a-heart-attack/tilt-table-test

Chrysant SG. The tilt table test is useful for the diagnosis of vasovagal syncope and should not be abolished. The Journal of Clinical Hypertension. 2020; doi:10.1111/jch.13846.

Sumber gambar: freepik.com