Kamis, 05 Januari 2023 09:16 WIB

Bagaimana Mengatasi Berat Badan Kurang pada Anak?

Responsive image
36233
Tim Promkes RSST - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Berat badan kurang atau underweight adalah kondisi saat berat badan anak berada di bawah rentang rata-rata atau normal. Idealnya, anak dikatakan memiliki berat badan normal ketika setara dengan teman-teman seusianya. Sebaliknya, berat badan kurang menandakan bahwa bobot tubuh anak tidak sebanding atau lebih rendah dari kelompok usianya. Sama halnya seperti kelebihan berat badan, anak dengan berat badan kurang juga biasanya disebabkan oleh adanya masalah kesehatan. Berat badan anak yang kurang merupakan pertanda bahwa tubuhnya tidak memperoleh cukup zat gizi untuk mendukung perkembangan tubuh. Misalnya tulang, kulit, rambut, serta berbagai bagian tubuh lainnya. Berat badan merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengetahui apakah nutrisi anak sudah baik atau belum. Ketika anak memiliki berat badan yang ideal, artinya asupan gizinya dapat memenuhi semua kebutuhan hariannya. Namun tak jarang, berat badan anak bisa saja kurang dari rentang normal yang seharusnya. Kondisi ini menandakan kalau anak mengalami underweight. Di samping itu, memiliki riwayat atau sedang mengalami penyakit medis tertentu juga bisa melatar belakangi kondisi anak underweight. Hal tersebutlah yang kemudian menghambat atau menyulitkan penambahan berat badan normal pada anak. Selain menggunakan KMS, orang tua juga bisa memakai buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan aplikasi PrimaKu untuk memantau berat badan anak.

Pemeriksaaan Tanda-tanda Berat Badan Kurang

Sebelum memberikan penanganan, dokter akan melakukan pemeriksaan dan evaluasi medis terlebih dahulu, yaitu :

1.      Memeriksa Data Pertumbuhan Anak

Dokter akan memeriksa data pertumbuhan anak, mulai dari berat badan, tinggi badan, usia, dan jenis kelamin untuk dimasukkan ke tabel growth chart atau menghitung indeks massa tubuh (body mass index) anak. Selain itu, dokter juga bisa memeriksa pertumbuhan anak setiap bulannya pada KMS atau buku KIA.

2.      Mencari Tahu Asupan Nutrisi Anak

Setelah mendapatkan data pertumbuhan anak, dokter selanjutnya akan mencari informasi mengenai asupan makanan yang dikonsumsi anak selama ini. Pengumpulan informasi ini dilakukan dengan panduan piramida makanan untuk mempermudah pengelompokkan makanan yang disukai dan tidak disukai olehnya.

3.      Melakukan Pemeriksaan Fisik

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes laboratorium guna mengetahui penyebab berat badan kurang pada anak.

Cara Mengatasi Berat Badan Kurang pada Anak

Berikut adalah cara mengatasi berat badan kurang pada anak yang bisa diterapkan oleh para orang tua :

1.      Pilih Makan Berkalori Tinggi

Anak-anak berusia 2 - 3 tahun membutuhkan sekitar 1.000 kilokalori (Kkal) per hari, sedangkan anak-anak usia 4 - 8 tahun membutuhkan 1.200 - 1.400 Kkal per harinya. Jika si kecil sudah memenuhi kebutuhan kalori per harinya tapi tetap masih kekurangan berat badan, kamu bisa tambah asupan kalori sebesar 500 Kkal setiap hari.

Menambahkan kalori sebesar tersebut dalam waktu 1 minggu bisa menambahkan 5 ons pada berat badan anak per minggunya. Makanan kalori tinggi yang sehat untuk menambahkan berat badan anak antara lain telur, pisang, alpukat, ayam, salmon, dan masih banyak lagi.

2.      Tambah Asupan Lemak

Menambah asupan lemak sehat pada anak yang kekurangan berat badan bisa jadi salah satu cara menggemukkan badan anak yang jitu. Kamu bisa sisipkan lemak tambahan ini pada makanan sehat si kecil. Misalkan, tambah keju leleh, saus krim, minyak zaitun, mentega, mayones pada pasta maupun sayur-sayuran. Kamu juga bisa ganti campuran air pada oatmeal atau sereal dengan susu segar.

3.      Tingkatkan Karbohidrat

Karbohidrat memang identik dengan makanan pokok seperti nasi. Namun, anak yang kekurangan berat badan cenderung tidak bisa makan dengan porsi besar. Menambah porsi nasi belum tentu berhasil dalam menambahkan asupan karbohidrat harian guna menggemukkan badan si kecil.

4.      Kalori dari Minuman

Jika tambahan kalori, lemak sehat, serta karbohidrat pada makanan tidak bisa diberlakukan pada si kecil, kamu bisa coba menambah kalori dari minuman sebagai cara menggemukkan badan anak. Kamu bisa berkreasi dengan minuman yang tinggi kalori namun menyehatkan. Tambahkan yogurt atau susu segar pada jus buah sehingga menjadi smoothies. Selain menambah kalori, minuman ini juga kaya akan vitamin dan protein yang penting untuk masa perkembangan anak.

5.      Atur Minum Saat Makan

Membatasi jumlah minum pada saat makan bisa jadi salah satu cara menambah berat badan anak. Pasalnya, banyak minum pada saat makan bisa membuat anak cepat merasa kenyang, sehingga kebutuhan kalori harian pun tidak tercapai.

6.      Atur Jadwal Makan

Salah satu faktor yang dapat menyebabkan anak kekurangan berat badan adalah melewatkan waktu makan. Mengatur jadwal makan yang teratur dan mematuhinya membuat kalori dan nutrisi yang dibutuhkan anak per hari terpenuhi dengan baik. Biasakan anak untuk makan 3 kali sehari disertai 2 kali makan selingan di antaranya.

7.      Perbanyak Porsi Makan

Cara menggemukkan badan anak selanjutnya adalah perbanyak porsi makanan. Kamu bisa gunakan wadah makanan atau minuman seperti piring, mangkuk, dan gelas yang lebih besar untuk menyiasati tambahan porsi.

Kamu juga bisa tambahkan porsi pada makanan dan minuman yang anak sukai. Dengan begitu, anak bisa makan lebih lahap sehingga porsi makan pun lambat laun bertambah.

8.      Kombinasi Makanan Seimbang

Agar lebih mudah memastikan kadar nutrisi dan kalori terpenuhi dengan baik secara konsisten, kamu bisa mencoba mengkombinasikan makanan agar tetap seimbang. Pola makan seimbang berarti mendapat asupan protein, lemak tak jenuh, karbohidrat, vitamin serta serat yang cukup.

9.      Variasi Menu Makanan

Setelah menyeimbangkan nutrisi yang diperlukan si kecil, kamu bisa membuat menu makanan bervariasi agar anak menikmati waktu makan. Menu makanan yang bervariasi bisa menjadi salah satu cara menambah berat badan anak yang membutuhkan sedikit usaha dan kreativitas. Anak-anak cenderung cepat bosan dengan makanan yang itu-itu saja. Makanya, kamu bisa masak sendiri untuk anak guna memastikan makanan yang bervariasi dilengkapi dengan gizi yang lengkap pula.

10.   Tidur Cukup

Selain memperhatikan asupan dan pola makan, penting untuk menyeimbangkannya dengan gaya hidup sehat. Anak yang gemar beraktivitas banyak, bisa kamu seimbangkan dengan istirahat yang cukup pula. Aktivitas yang terlalu banyak tanpa istirahat bisa mengakibatkan penurunan berat badan pada anak. Jika memungkinkan, tidur siang sangat dianjurkan, bahkan wajib bagi balita.

 

Referensi :

Salma Haniarti, dkk. 2021. Peningkatan Berat Badan Balita Gizi Kurang dengan Pemberian Makanan Nutrisi Tinggi Berbahan Baku Tempe dan Kembang Kol di Puskesmas Kabere Pare Pare. Jurnal Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pare Pare Papua.

Humbwavali, et al. 2019. Malnutrition and Its Associated Factors : A Cross-Sectional Study with Children Under 2 years in A Suburban Area in Angola. BMC Public Health, 19(1), pp. 1-11.

National Health Service UK. 2020. Live Well. Underweight Adults.

National Health Service UK. 2020. Live Well. Underweight Children Aged 2 to 5.

Cleveland Clinic. 2020. A Dietitian’s Best Advice If Your Child Is Underweight.

Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2018. Aplikasi PrimaKu dan PrimaPro.

Ikatan Dokter Anak Indonesia. Pemantauan Pertumbuhan Anak.

Miles, K. BabyCenter. Helping A Child Who's Underweight.

Iannelli, V. Verywell Family. 2021. High-Calorie Foods for Underweight Children.

Garone, S. Healthline. 2021. Choosing the Best Foods to Help Your Child Gain Weight Healthily.