Kamis, 22 Desember 2022 19:28 WIB

Bumil Sehat dan Terhindar dari Stunting

Responsive image
14162
Tim Promkes RSST - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Stunting merupakan gangguan tumbuh kembang yang menyebabkan anak memiliki postur tubuh pendek atau jauh dari rata-rata anak lain di usianya. Stunting mulai terjadi ketika janin masih dalam kandungan disebabkan oleh asupan makanan ibu selama kehamilan yang kurang bergizi. Akibatnya, gizi yang didapat anak dalam kandungan tidak mencukupi. Kekurangan gizi akan menghambat pertumbuhan bayi dan bisa terus berlanjut setelah kelahiran.

Stunting pada anak dapat disebabkan oleh bermacam-macam faktor, mulai dari faktor genetik, kurangnya asupan nutrisi saat di dalam kandungan dan setelah lahir, infeksi berulang, hingga tingkat pengetahuan orang tua yang rendah mengenai tumbuh kembang normal anak.

Berdasarkan hasil riview capaian indikator sasaran RPJMN bidang kesehatan yang dilakukan Bappenas, diperkirakan bahwa indikator Angka Kematian Ibu (AKI) dan Stunting belum mencapai target yang ditentukan. Perkiraan AKI di tahun 2024 mencapai 244 per 100.000 KH. Angka ini masih sangat jauh dari target 183 per 100.000 KH, demikian juga dengan perkiraan prevalensi balita stunting di tahun 2024 mencapai 16.1% yang masih jauh dari target 14%. Salah satu faktor risiko yang berkontribusi pada kematian ibu dan stunting adalah anemia pada ibu hamil. Berdasarkan Riskesdas, prevalensi anemia pada ibu hamil mengalami peningkatan yaitu dari 37.1% di tahun 2013 menjadi 48.9% di tahun 2018.

Dalam rangka percepatan penurunan AKI dan prevalensi balita stunting, salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil (antenatal care) menjadi 6 kali seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2021 tentang Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, dan Masa Sesudah Melahirkan, Pelayanan Kontrasepsi, dan Pelayanan Kesehatan Seksual. Dari laporan rutin Bulan Oktober, pelayanan kesehatan ibu hamil 6 kali baru menjangkau 2.583.073 ibu hamil dari target 4.897.988 ibu hamil, dan lebih rendah jumlah ibu hamil yang mendapatkan pelayanan pemeriksaan Hb yaitu 1.474.723 ibu, yang diperiksa dokter pada kunjungan ke-1 (K1) 771.936 ibu, dan yang diperiksa dokter pada kunjungan ke-5 (K5) sebanyak 543.510 ibu.

Tentu saja setiap ibu hamil ingin mempunyai kehamilan sehat hingga melahirkan. Untuk bisa mendapatkan hal tersebut, pastinya terdapat banyak tips hamil sehat sampai melahirkan yang dapat dilakukan.

Terapkan Pola Hidup Sehat untuk Jaga Kesehatan Ibu Hamil dan Terhindar dari Risiko Stunting

Penting bagi ibu hamil untuk selalu menjaga kesehatan dirinya selama 9 bulan kehamilan, antara lain dengan :

1.      Konsumsi Makanan Bergizi

Selama kehamilan kondisi kesehatan sangat bergantung dengan pola hidup sehat yang dilakukan oleh ibu hamil. Dengan mengkonsumsi makanan bergizi, maka bisa membantu menambah stamina dan mengelola berat badan ketika hamil agar tetap sehat dan terhindar dari komplikasi kehamilan.

2.      Konsumsi Vitamin Prenatal

Untuk ibu hamil sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi vitamin prenatal guna menjaga kesehatan dan juga menjadi usaha untuk menerapkan pola hidup sehat. Sebenarnya dengan mengkonsumsi makanan sehat setiap hari sudah memenuhi asupan nutrisi bagi ibu hamil. Tetapi, vitamin bisa membantu memenuhi dan memberikan tambahan nutrisi yang diperlukan janin dalam kandungan.

3.      Rutin Berolahraga

Hamil bukan menjadi penghalang untuk berolahraga. Olahraga merupakan hal yang sangat penting dari pola hidup sehat untuk kamu demi menjaga kesehatan selama masa kehamilan. Olahraga juga bisa membantu melancarkan oksigen dan sirkulasi darah dalam tubuh, mengurangi stres ketika hamil dan memperkuat otot.

4.      Tidak Minum Alkohol dan Merokok

Konsumsi alkohol dan merokok meningkatkan risiko keguguran janin. Dua hal buruk tersebut juga bisa mengakibatkan bayi lahir cacat, prematur hingga meninggal.

5.      Kelola Berat Badan Agar Tetap Ideal

Semua perempuan yang sedang mengandung disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi untuk menjaga kesehatan. Tidak hanya itu, makan dengan teratur pun memiliki tujuan untuk menambah berat badan kamu saat hamil supaya ideal.

Untuk kamu yang memiliki berat badan ideal sebelum hamil, dianjurkan untuk menambah berat badan sampai 11,5 sampai 16 kg selama hamil. Lalu, untuk kamu yang sangat kurus saat sebelum hamil, maka harus menambah berat badan sekitar 13 sampai 18 kg selama kehamilan.

6.      Banyak Minum Air Putih

Setiap ibu hamil disarankan untuk banyak minum air putih setiap harinya. Tercukupinya cairan dalam tubuh bisa membantu memperlancar aliran darah ke seluruh tubuh, tidak terkecuali pada janin.

7.      Tidur Cukup

Tidur menjadi salah satu hal penting dari pola hidup sehat para ibu hamil yang sering dianggap remeh.

Dalam rangka peringatan Hari Ibu, 22 Desember 2022 ini, Kementerian Kesehatan juga mengadakan Gerakan Nasional Bumil Sehat melalui kampanye #BumilSehat. Kegiatan ini melibatkan Kementerian / Lembaga di tingkat Pusat dan Daerah, swasta, organisasi profesi, organisasi masyarakat serta seluruh masyarakat, khususnya ibu hamil sebagai penerima manfaat langsung dari kegiatan ini. Gerakan ini diimplementasikan untuk mewujudkan ibu hamil yang sehat dan berpengetahuan serta mendapatkan pelayanan kesehatan selama kehamilan sebagai salah satu upaya pencegahan stunting sejak sebelum bayi dilahirkan. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk 1)  memberikan dukungan kepada ibu hamil tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan dan kepatuhan ibu hamil untuk memeriksakan kehamilan, mengonsumsi tablet tambah darah, dan mengonsumsi gizi seimbang; 2)  mendorong peran keluarga, lingkungan kerja dan komunitas dalam pendampingan ibu hamil; 3)  meningkatkan komitmen dan kolaborasi dari berbagai pihak terkait dalam rangka penyelenggaraan Bumil Sehat; dan 4)  menyebarluaskan informasi, edukasi dan penggerakan melalui sosial media.

Kegiatan / momentum ini untuk bersama-sama melindungi dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi semua ibu hamil di Indonesia lebih sehat dan bahagia melalui :

1.      Pemeriksaan kehamilan minimal 6 kali dan 2 kali di antaranya USG oleh Dokter.

2.      Mengikuti kelas ibu hamil minimal 4 kali.

3.      Konsumsi Tablet Tambah Darah setiap hari, makan sesuai rekomendasi dan pantau berat badan.

4.      Melakukan persalinan di fasyankes.

Ayo bersama dukung ibu hamil sehat dan bahagia dengan memberikan asupan gizi seimbang untuk mencegah stunting.

 

Referensi :

Dr. dr. Diah Rumekti Hediati, Sp.OG. 2022. Nutrisi Ibu Hamil Sebagai Upaya Pencegahan Stunting. Departemen Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM.

Nurfatimah, N., Anakoda, P., Ramadhan, K., Entoh, C., Sitorus, S. B. M., & Longgupa, L. W. 2021. Perilaku Pencegahan Stunting pada Ibu Hamil. Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(2), 97-104.

https://kesmas.kemkes.go.id.