Jumat, 16 Desember 2022 16:13 WIB

Pengaruh Pemakaian Virgin Coconut Oil (VCO) pada Kesehatan

Responsive image
80529
Tim Promkes RSST - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Siapa yang tidak mengenal tanaman kelapa (Cocos nucifera), tanaman yang merupakan tanaman yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Hampir seluruh bagian dari pohon kelapa dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Daging buah kelapa merupakan satu bagian dari kelapa yang bisa diambil santannya untuk dijadikan minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO).

VCO adalah minyak kelapa yang diproses tanpa pemanasan, sehingga tidak merubah komposisi atau karakteristik minyak. VCO mempunyai beberapa keunggulan, di antaranya kadar bilangan penyabunan, bilangan peroksida, dan asam lemak bebas yang rendah, dan sifat antibakteri yang lebih tinggi.

VCO mempunyai banyak manfaat, selain berfungsi untuk menggoreng makanan, VCO juga berperan membantu mencegah penyakit jantung, kanker, diabetes, memperbaiki pencernaan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah infeksi virus HIV, dan SARS. VCO berisi beberapa senyawa yang berguna bagi tubuh diantaranya asam lemak rantai sedang yang tidak tertimbun karena dicerna oleh tubuh, antioksidan seperti tokoferol dan betakaroten, yang berguna untuk mencegah penuaan dini dan menjaga vitalitas tubuh.

Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa asam lemak jenuh pada VCO terdiri dari rantai pendek dan menengah, di mana dalam tubuh, asam lemak tersebut mudah dicerna dan diserap oleh usus karena ukuran molekulnya relatif kecil sehingga asam lemak tersebut langsung dibakar oleh tubuh untuk memproduksi energi. Selain itu, VCO mengandung asam laurat yang dapat melarutkan membran virus berupa lipid sehingga akan mengganggu kekebalan virus, sehingga virus inaktif. Oleh karena itu, VCO mempunyai banyak manfaat bagi tubuh, yaitu : (1) Mengatasi penyakit diabetes, jantung, kegemukan, osteoporosis, dan kolesterol; (2) Mengobati penyakit karena mikroba dan jamur seperti keputihan, influenza, herpes, cacar, dan HIV/AIDS; (3) Menghalau penyakit akibat radikal bebas; (4) Untuk anti kerut dan penuaan dini yang dioleskan pada kulit; (5) Menopang pertumbuhan dan perkembangan anak, menambah kecerdasan, daya tahan, dan stamina; (6) Untuk membuat obat-obatan dan kosmetika.

VCO mampu mendukung sistem kekebalan dengan membebaskan tubuh dari mikroorganisme berbahaya. Jika organisme berbahaya yang memakan energi tubuh dapat ditekan jumlahnya, sistem kekebalan bisa berfungsi lebih baik. Minyak kelapa murni dapat memberikan sumber energi cepat dan merangsang metabolisme, sehingga peningkatan energi ini mampu menyebabkan penyembuhan lebih cepat. Hal ini dikarenakan semakin tinggi metabolisme tubuh maka efisiensi sistem kekebalannya semakin bagus. Dengan demikian, semakin cepat tubuh bisa menyembuhkan dan memperbaiki diri.

Penggunaan VCO secara teratur dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi kesehatan, terutama berfungsi untuk membantu proses penyembuhan dan mengatasi berbagai penyakit. Namun, meskipun tidak menimbulkan efek samping  yang berbahaya, konsumsi VCO tetap perlu diperhatikan. Hal ini dilakukan agar mendapatkan khasiat yang maksimal. Pada dasarnya semakin banyak mengkonsumsi kelapa maka efeknya bagi kesehatan menjadi lebih baik. Salah satu contoh pengggunaan VCO dalam kesehatan dan penyembuhan adalah jika VCO digunakan sebagai suplemen. Beberapa ahli berpendapat bahwa untuk orang dewasa perlu mengkonsumsi 3.5 sendok makan (±50 g) VCO setiap harinya. Akan tetapi, jika digunakan untuk membantu menyembuhan penyakit beberapa ahli menyatakan bahwa konsumsi VCO sampai sekurang-kurangnya 1 g/kg bobot badan masih aman. Sedangkan jika digunakan sebagai obat luar, maka cukup dioleskan secara merata ke sekujur tubuh sebanyak 3 kali sehari.

     

Referensi :

Ngatemin, Nurrahman, Isworo, J.T. 2013. Pengaruh Lama Fermentasi pada Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil) terhadap Sifat Fisik, Kimia, dan Organoleptik. Jurnal Pangan dan Gizi 04 (8), 9.

Rahmadi, A., 3 Abdiah, I., Sukarno, M. D., Ningsih, T.P. 2013. Karakteristik Fisikokimia dan Antibakteri Virgin Coconut Oil Hasil Fermentasi Bakteri Asam Laktat. J. Teknol. dan Industri Pangan 24 (2), 151-152.

Setiaji, B. dan Prayugo, S. 2006. Membuat VCO Berkualitas Tinggi. Penebar Swadaya. Jakarta.

Sutarmi dan Hartin. 2005. Taklukkan Penyakit dengan VCO (Virgin Coconut Oil). Penebar Swadaya. Jakarta,

Kelapa Zeffa Aprilasani, Adiwarna. Pengaruh Lama Waktu Pengadukan dengan Variasi Penambahan Asam Asetat dalam Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) dari Buah Kelapa. Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta.