Rabu, 14 Desember 2022 15:04 WIB

Apakah Konsumsi Kopi Berpengaruh pada Kesehatan Jantung?

Responsive image
18380
dr. Angela Bonita - RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta

Dalam beberapa tahun terakhir, kopi menjadi minuman yang semakin popular. Konsumsi kopi menjadi bagian dari gaya hidup. Kopi mengandung zat kafein yang memiliki efek terhadap jantung misalnya meningkatkan frekuensi denyut jantung. Beberapa penelitian menunjukkan kafein dapat menyebabkan kelenjar adrenal menghasilkan adrenaline sehingga berpotensi meningkatkan tekanan darah. Masih terdapat perdebatan apakah konsumsi kopi secara rutin berpengaruh pada kesehatan jantung dan tekanan darah.

Menurut penelitian, efek dari konsumsi kopi bukan hanya mengurangi atau menghilangkan rasa kantuk. Konsumsi kopi dapat meningkatkan tekanan darah dalam jangka waktu yang singkat setelah minum kopi. Review dari 34 studi menunjukkan konsumsi kafein sebanyak 200-300 mg dari kopi (atau sekitar 2 cangkir kopi) meningkatkan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 8 mmHg dan diastolik sebesar 6 mmHg. Peningkatan tekanan darah terjadi hingga 3 jam setelah konsumsi kopi baik pada orang dengan tekanan darah normal maupun dengan hipertensi/tekanan darah tinggi sebelumnya. Namun, konsumsi kopi secara rutin tidak berhubungan dengan peningkatan tekanan darah. Hal ini mungkin terjadi karena sudah terjadi toleransi kafein pada orang yang rutin minum kopi. Berdasarkan data ini, peningkatan tekanan darah dapat terjadi pada orang yang jarang mengonsumsi kopi.

Kopi dapat meningkatkan tekanan darah namun efeknya tidak terjadi dalam jangka panjang. Pada orang-orang dengan tekanan darah tinggi (hipertensi), penelitian menunjukkan konsumsi kopi setiap hari tidak memiliki efek yang signifikan terhadap tekanan darah maupun kesehatan jantung. Bahkan kopi dapat memberikan manfaat kesehatan. Pada orang yang sehat, penelitian menunjukkan bahwa minum kopi 3-5 cangkir per hari berhubungan dengan penurunan risiko penyakit jantung sebesar 15%. Kopi memiliki sejumlah senyawa bioaktif yang memiliki efek antioksidan dan dapat mengurangi stress oksidatif di tubuh. Beberapa peneliti berpendapat bahwa manfaat kesehatan dari kopi lebih besar daripada efek sampingnya pada orang yang rutin mengonsumsi kopi. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat kopi bagi kesehatan dalam jangka panjang.

Apakah pasien hipertensi perlu menghindari kopi? Pada sebagian besar orang, konsumsi kopi dalam jumlah sedang tidak memiliki efek signifikan terhadap tekanan darrah maupun penyakit jantung, termasuk pada pasien hipertensi. Bahkan, beberapa senyawa bioaktif pada kopi dapat memberikan manfaat bagi kesehatan misalnya mengurangi stress oksidatif dan inflamasi. Namun, konsumsi kafein yang berlebihan juga perlu dihindari, terutama pada orang dengan hipertensi. Jika tekanan darah masih tinggi, direkomendasikan untuk kontrol tekanan darah terlebih dahulu sebelum rutin mengonsumsi kopi. Konsumsi kopi juga harus diimbangi dengan gaya hidup seimbang dan pola makan yang baik. Aktivitas fisik rutin dan diet yang seimbang dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan mengontrol tekanan darah.

 

Referensi:

Jee SH, He J, Whelton PK, Suh I, King MJ. The effect of chronic coffee drinking on blood pressure: a meta-analysis of controlled clinical trials. Hypertension. 2000(33): 647-752.

Sumber gambar: Gramedia