Senin, 14 November 2022 11:50 WIB

Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)

Responsive image
1145
Nyimas Sri Wahyuni, M.Kep,SP,Kep.A - RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang

Penyebab ISPA terdiri dari 300 jenis bakteri, virus dan rakhitis. bakteri agen penyebab infeksi saluran pernapasan akut termasuk streptokokus, stafilokokus, pneumokokus, Haemophilus influenzae, Bordetella dan Corynebacterium. menyebabkan virus ISPA termasuk myxovirus, adenovirus, coronavirus, Picornavirus, Myxoplasma, Herpesvirus dan lain-lain (MZ, 2016)

Klasifikasi ISPA. Dalam menentukan klasifikasi penyakit dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:

a. Grup untuk anak-anak dari 2 bulan hingga 5 tahun dan grup untuk Umur “2 bulan” (MZ, 2007). satu. Untuk kelompok usia dari 2 bulan hingga 5 tahun, peringkatnya dibagikan pada: sebuah. Pneumonia berat bila anak batuk dan disertai gejala sensorik di dada.

b. Pneumonia, bila batuk anak  disertai napas cepat 50 kali per menit atau lebih pada anak usia 2 bulan sampai <12 bulan atau 40 kali per menit atau lebih banyak pada anak usia 12 bulan sampai 5 tahun. Tidak ada pneumonia jika anak  batuk pilek, pernapasan normal, tarikan ke dada tidak terdeteksi  bagian bawah (probing toraks)

Untuk kelompok umur sampai dengan 2 bulan, pembagiannya menjadi:

a. sebuah. Pneumonia berat, jika anak batuk, disertai napas cepat, yang lebih lebih dari 60 napas per menit, dengan atau tanpa penyempitan dada dan  tanda bahaya

b. Tidak ada pneumonia ketika bayi pilek, tidak memiliki sesak napas atau laju pernapasan kurang dari 60 napas per menit; atau Tidak ada gejala sensorik yang ditemukan

ISPA merupakan penyakit yang sering disebut sebagai salah satu penyakit dari 10 penyakit teratas di negara berkembang pada bayi dan anak kecil, termasuk: Indonesia Episode ISPA didefinisikan sebagai insiden ISPA yang dipaksakan setelah diagnosis klinis dengan interval minimal 2 hari gratis gejala  penyakit yang sama. Rata-rata setiap tahun anak balita mendapat 3-6 kali episode ISPA (DCPP, 2016 ) dan 4 sampai 6 episode (Lanata et al., 2014)  Hingga saat ini ISPA masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia Hal ini tampak dari hasil Survey Kesehatan Nasional (SURKESNAS) Tahun 2011 yang menunjukkan bahwa proporsi kematian akibat ISPA masih 2896 artinya bahwa dari 100 balita yang meninggal 28 disebabkan oleh penyakit ISPA, dan terutama pada Balita dimana 80926 kasus kematian ISPA adalah akibat Pneumonia (Depkes, 2016). Hasil Ekstrapolasi data SKRT 2001 menunjukkan bahwa angka kematian balita akibat penyakit sistem pernafasan adalah 4,9/1000 4 ,9 / balita , yang berarti ada sekitar 5 dari 1000 balitayang meninggal setiap tahun akibat pneumonia Atau berarti ada 140.000 Balita yang meninggal setiap tahunnya akibat Pneumonia, atau rata-rata 1 anak Balita Indonesia meninggal akibat Pneumonia setiap 5 menit Begitu besarnya masalah ISPA, sehingga sering disebut sebagai epidemi.

Pandemi ISPA karena  banyak korban yang meninggal karena infeksi saluran pernapasan akut dan pneumonia, tetapi sangat sedikit perhatian yang diberikan mengatasi masalah ISPA Hal ini menunjukkan bahwa masih menjadi masalah di dunia, termasuk di Indonesia. Sayangnya upaya perhatian yang tepat dan proporsional belum diberikan untuk pencegahan khususnya masyarakat umum.

 

Referensi:

Achamdi, 2012. ISPA Pembunuh Utama. Http://www.ppmplp.depkes.go.id

Ardi, 2018. Risk factor acute lower tract infection in childeren under five years of age. Medical Public Health

Sumber gambar: berbagaimunuman.blogspot.com