Senin, 23 Mei 2022 16:48 WIB

Manfaat Bee Pollen untuk Kesehatan Tubuh

Responsive image
43501
Ardiansyah, SKM, MM - RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang

Selain madu, ada beberapa produk yang dihasilkan oleh lebah, salah satunya adalah bee pollen. Bee pollen adalah salah satu produk yang dihasilkan lebah, selain madu. Campuran serbuk sari, nektar, dan air liur lebah ini diketahui mengandung nutrisi yang melimpah sehingga dapat memberikan beragam manfaat bagi kesehatan tubuh.Sebagai alternatif madu, bee pollen cukup populer dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat sebagai suplemen penambah nutrisi yang dapat meningkatkan energi dan menjaga stamina tubuh.

Bee pollen merupakan salah satu produk herbal yang cukup populer dan banyak dikonsumsi karena dianggap menyimpan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, penggunaan bee pollen harus dicermati dengan baik, karena terkadang produk ini bisa menimbulkan efek samping tertentu, seperti alergi.

Meski sama-sama diperoleh dari lebah, bee pollen memiliki sedikit perbedaan dengan produk lain hasil olahan lebah, seperti madu alami, beeswax, propolis, dan royal jelly. Bee pollen berasal dari gabungan serbuk sari tanaman, nektar, dan air liur lebah yang dikumpulkan oleh lebah pekerja.

Berkat kandungan nutrisinya yang melimpah, ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari bee pollen, antara lain:

1. Memiliki Beragam Kandungan Gizi

Bee pollen mengandung lebih dari 250 zat aktif biologis, termasuk protein, karbohidrat, lipid, asam lemak, vitamin, mineral, enzim, dan antioksidan. Dalam butiran serbuk sari lebah, mengandung kurang lebih :

a.      Karbohidrat: 40 persen

b.      Protein: 35 persen.

c.      Air: 4-10 persen.

d.      Lemak: 5 persen.

e.      Zat lain: 5-15 persen.

Namun, kandungan nutrisi bee pollen juga tergantung pada sumber tumbuhan dan musim pengumpulannya. Misalnya, penelitian telah menemukan bahwa bee pollen yang dikumpulkan dari tanaman pinus memiliki protein sekitar 7 persen, sedangkan pollen yang dikumpulkan dari pohon kurma dapat mengandung protein sebanyak 35 persen. Bee pollen yang dipanen selama musim semi juga memiliki komposisi asam amino yang berbeda dari pollen yang dikumpulkan selama musim panas.

2. Kaya Antioksidan untuk Melindungi dari Radikal Bebas

Bee pollen juga sarat dengan berbagai macam antioksidan, seperti flavonoid, karotenoid, quercetin, kaempferol, dan glutathione. Antioksidan dapat melindungi tubuh kamu dari molekul berbahaya yang disebut radikal bebas. Dampak dari radikal bebas sering dikaitkan dengan penyakit kronis seperti kanker dan diabetes tipe 2.  Beberapa penelitian pada manusia telah menunjukkan bahwa antioksidan dalam bee pollen dapat mengurangi peradangan kronis, menghilangkan bakteri berbahaya, melawan infeksi, dan menghambat pertumbuhan dan penyebaran tumor.

3. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia. Baik lipid darah tinggi maupun kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung. Manfaat bee pollen dipercaya dapat menurunkan faktor-faktor risiko tersebut. Penelitian pada hewan membuktikan bahwa ekstrak bee pollen dapat menurunkan kadar kolesterol darah, terutama kolesterol LDL yang jahat. Selain itu, antioksidan dalam bee pollen juga mampu melindungi lipid dari oksidasi. Lipid yang teroksidasi dapat menggumpal dan menghambat pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.

4. Meningkatkan Fungsi Hati

Hati adalah organ vital yang berfungsi untuk memecah dan mengeluarkan racun dari darah. Penelitian pada hewan telah menunjukkan bahwa bee pollen dapat meningkatkan kemampuan hati untuk melakukan detoksifikasi. Produk lebah tersebut dapat meningkatkan pertahanan antioksidan hati dan membantu membuang lebih banyak produk limbah dari darah. Penelitian lainnya pada hewan juga menunjukkan bahwa antioksidan bee pollen dapat melindungi hati dari kerusakan akibat beberapa zat beracun, termasuk overdosis obat. Bahkan produk tersebut juga dapat membantu penyembuhan hati.

5. Mengandung Beberapa Senyawa yang Bersifat Anti-Peradangan

Bee pollen juga sudah lama digunakan secara tradisional untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan. Manfaat ini berkat kandungan beberapa senyawa yang bersifat antiinflamasi, termasuk quercetin antioksidan yang menurunkan produksi asam lemak omega-6 dari proses inflamasi, seperti asam arakidonat. Senyawa tanaman dalam bee pollen juga dapat menekan proses biologis yang memicu produksi hormon inflamasi seperti faktor nekrosis tumor.

Bee pollen tampaknya aman bagi kebanyakan orang, setidaknya bila dikonsumsi dalam jangka pendek. Namun, bila kamu memiliki alergi serbuk sari, kamu mungkin perlu mempertimbangkan untuk menggunakan produk lebah tersebut. Pasalnya, bee pollen dapat menyebabkan reaksi alergi yang serius, seperti sesak napas, gatal-gatal, bengkak, dan anafilaksis.

Bee pollen juga tidak aman untuk wanita hamil dan menyusui. Produk tersebut juga dapat menyebabkan peningkatan terjadinya perdarahan bila dikonsumsi dengan obat pengencer darah tertentu, seperti warfarin. Sebaiknya, bicarakan terlebih dahulu dengan dokter sebelum kamu mengonsumsi bee pollen bila kamu sedang mengonsumsi obat, obat bebas atau herbal.

 

Referensi

    https://www.halodoc.com/artikel/ini-manfaat-dan-efek-samping-bee-pollen, diakses tanggal 31 Desember 2021

        https://www.alodokter.com/cermati-penggunaan-bee-pollen, diakses tanggal 31 Desember 2021