Kamis, 08 September 2022 14:58 WIB

Gizi Ibu Hamil

Responsive image
2199
Risca Maya P - RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang

Setiap wanita pasti akan mengalami masa kehamilan di masa mendatang. Di Indonesia sekarang ini sering terjadi peristiwa kematian pada ibu hamil pada saat melahirkan baik kematian pada ibu atau bayi yang dikandung karena kekurangan nutrisi saat kehamilan. Saat ini telah diketahui bahwa janin dalam kandungan membutuhkan zat-za gizi, dan hanya ibu yang memberikannya. Oleh sebab itu, makanan ibu hamil harus cukup untuk berdua,yaitu untuk ibu sendiri dan untuk anaknya dalam kandungan.

Gizi yang adekuat selama hamil akan mengurangi resiko dan komplikasi pada ibu, menjamin pertumbuhan jaringan sehingga bayi baru lahir memiliki berat badan optimal. Komplikasi pada ibu yang mungkin terjadi adalah anemia dan pre eklamsi. Selain barat badan janin yang lebih kecil, menyebabkan pula pertumbuhan dan perkembangan otak janin tidak sempurna. Untuk itu diperlukan pengetahuan tentang gizi yang cukup pada masa kehamian bagi para Ibu.

Kebutuhan gizi meningkat selama hamil namun tidak semua kebutuhan nutrien meningkat secara proporsional. Contohnya, kebutuhan zat gizi tiga kali lipat selama hamil, sedangkan kebutuhan vitamin B meningkat hanya kira-kira 10%.

Beberapa hal yang penting diperhatikan :

  • Kebutuhan aktual selama hamil bervariasi di antara individu dan dipengaruhi oleh status nutrisi sebelumnya dan riwayat kesehatan. Termasuk penyakit kronik, kehamilan kembar, dan jarak kehamilan yang rapat.
  • Kebutuhan terhadap satu nutrien dapat diganggu oleh asupan yang lain. Misalnya, ibu yang tidak memenuhi kebutuhan kalorinya akan membutuhkan jumlah protein yang lebih besar.
  • Kebutuhan nutrisi tidak konstan selama perjalanan kehamilan. Kebutuhan nutrien sedikit berubah selama trimester pertama dan paling banyak selama trimester akhir. 

a.     Kalori. Kebutuhan kalori meningkat karena peningkatan lap metabolik basal dan karena penambahan berat badan meningkatkan jumlah kalori yang dibakar selama aktivitas.Peningkatan kebutuhan kalori kira-kira 15 % dari kebutuhan kalori normal wanita.

b.      Protein. Kebutuhan protein meningkat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin, pembentukan plasenta dan cairan amnion, pertumbuhan jaringan maternal dan penambahan volume darah.Makan protein lebih banyak tidak memberi keuntungan dan berpotensi bahaya.

c.       Asam folat. Ibu yang mengkonsumsi jumlah asam folat adekuat sebelum konsepsi dan selama bulan awal kehamilan menurunkan risiko mengandung bayi dengan defek tuba neural (mis. spina bifida, anensefali). Makanan yang kaya bentuk asam folat alami (folat) meliputi jus jeruk, sayuran hijau, brokoli, asparag

d.       Kalsium. Bila asupan kalsium adekuat sebelum hamil, jumlah yang dikonsumsi tidak perlu meningkat.Namun, 1300 mg/hari kalsium dianjurkan untuk remaja hamil.Ibu yang tidak mengkonsumsi cukup kalsium dari makanan, memerlukan suplemen kalsium.

e.        Zat Besi. Supelemen 30 mg zat besi dianjurkan untuk semua wanita selama trimester kedua dan ketiga. Zat besi lebih baik dikonsumsi di antara waktu makan atau pada jam tidur pada saat lambang kosong untuk memaksimalkan absorpsi.  

Maka dari itu pemahaman akan gizi yang seimbang sangatlah penting untuk ibu hamil. Makanan yang cukup mengandung gizi selama hamil sangat penting untuk mencapai perkembangan bayi yang optimal, mengurangi resiko dan komplikasi serta menjamin pertumbuhan jaringan sehingga bayi baru lahir memiliki berat badan optimal.

Referensi:

Aritonang,E. 2010. Kebutuhan Gizi Ibu Hamil. Bogor: IPB press.

Fikawati,S, Syafiq, A, dan Karima, K. Gizi Ibu dan Bayi. 2015. Jakarta Pusat: Kementerian Kesehatan RI.