Kamis, 01 September 2022 14:57 WIB

Mitos dan Fakta Seputar Susu

Responsive image
2600
Nunung Nurusalma, S.K.M., RD - RS Jiwa dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

Susu merupakan bahan pangan yang sangat penting bagi tubuh. Susu kaya dengan nutrisi dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Setiap tanggal 1 Juni, dunia memperingatinya sebagai Hari Susu Sedunia. Peringatan tersebut dilaksanakan sejak tahun 2001. Namun, di Indonesia sendiri peringatan hari susu baru dilaksanakan tahun 2009 dengan tanggal yang sama yaitu tanggal 1 Juni.

Pada tahun 1950-an, susu juga sempat menjadi penyempurna konsumsi makanan sehari-hari yaitu sebagai penyempurna dari  makanan pokok, lauk pauk, sayuran, dan buah atau yang dikenal dengan “4 Sehat 5 Sempurna” yang diperkenalkan oleh Bapak Gizi Indonesia yaitu Prof. Poerwo Soedarmo.

Seiring berjalannya waktu, penelitian gizi terus berjalan dengan pesat sehingga slogan 4 sehat 5 sempurna dirasa sudah tidak sesuai lagi, pada tahun 1993 dikenalkan dengan nama  “Pedoman Gizi Seimbang” (sesuai dengan hasil konferensi pangan sedunia di Roma pada tahun 1992). Dalam Pedoman Gizi Seimbang, selain memperhatikan keanekaragaman pangan, juga memperhatikan perilaku hidup bersih, aktivitas fisik, dan memantau berat badan secara teratur. Keberadaan  susu pada Pedoman Gizi Seimbang bukan lagi sebagai penyempurna dari asupan makan sehari-hari kita, melainkan sebagai sumber protein.

Berbagai kandungan nutrisi dalam segelas susu cair terdiri dari protein, lemak, karbohidrat, kalsium, Vitamin A, Vitamin D, vitamin B12, ribavlafin, Kalium, selenium, zink, kolin, dan magnesium.

Produk turunan susu bisa berupa minuman ataupun makanan yang mengandung protein, vitamin dan mineral. Mengonsumsi produk susu seperti halnya susu dapat mendukung kesehatan tubuh, namun mengonsumsinya tidak berlebih tetapi tetap sesuai kebutuhan.

Berikut adalah Fakta dan Mitos seputar produk susu

1.    Mitos: Produk susu yang berbeda, seperti susu dan yogurt, tidak dapat dikonsumsi bersamaan.

Fakta: Mengonsumsi berbagai produk susu secara bersamaan sebenarnya tidak apa-apa. Bagi para penggemar produk susu tetap bisa menikmati susu bersama keju, atau susu bersama yogurt. Tetapi, jangan lupa untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar. Misalnya, jika biasa mengonsumsi susu sebanyak 250 ml, coba untuk kurangi takarannya menjadi 150 ml jika ingin mengonsumsinya bersama yogurt atau keju.

2.    Mitos: Minum susu di malam hari membuat gemuk.

Fakta: Salah satu faktor yang bisa menambah berat badan adalah melewati batas konsumsi kalori harian. Selama tidak melewati batas kalori harian, minum susu di malam hari tidak akan berpengaruh pada berat badan.

Yang perlu diperhatikan adalah jarak antara waktu mengonsumsi susu dan tidur di malam hari. Pastikan memberi waktu yang cukup untuk badan mencerna susu sebelum tidur.

3.    Mitos: Minum susu di malam hari bisa menambah tinggi badan.

Fakta: Secara ilmiah, susu kaya akan protein dan mengandung asam amino tinggi, yang penting untuk pertumbuhan. Di malam hari, ada beberapa asam amino yang bekerja lebih optimal saat beristirahat. Saat tidur tubuh berada dalam kondisi puasa dan tubuh kekurangan energi.

Dalam kondisi ini, tubuh akan mengambil energi cadangan, salah satunya dari otot. Dengan minum susu sebelum tidur, tubuh menabung asupan energi yang nantinya akan digunakan oleh tubuh saat tertidur.

 

Referensi:

Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat  2106, Inilah Perbedaan “4 Sehat 5 Sempurna” Dengan Gizi Seimbang” Kemenkes Jakarta

Alvia Nur Layli,SKM,M.Gizi ,2019. Sudah Bukan Jamannya Lagi Gunakan “4 Sehat 5 Sempurna” Dengan Gizi Seimbang” Melainkan Gunakan Pedoman Gizi Seimbang,

Republika, 2022,  Mitos dan Fakta Seputar Produk Susu, Jakarta

Ihda Fadila, 2022, Anak Susah Makan, Bolehkah Disiasati dengan Minjum Susu?

Ade Indra Kusuma, 2019, Bolehkah Anak Susah Makan Diganti Susu Formula?