Rabu, 31 Agustus 2022 16:57 WIB

Asma

Responsive image
24003
Tim Promkes RSST - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2020, Asma merupakan salah satu jenis penyakit yang paling banyak diidap oleh masyarakat Indonesia, hingga akhir tahun 2020, jumlah penderita asma di Indonesia sebanyak 4,5 persen dari total jimlah penduduk Indonesia atau sebanyak 12 juta lebih. Asma adalah salah satu jenis penyakit yang ditandai dengan penyempitan dan peradangan saluran pernapasan yang mengakibatkan sesak (sulit bernapas). Selain membuat pengidapnya sulit bernapas, asma juga bisa menimbulkan gejala lainnya seperti mengi, batuk-batuk, dan nyeri dada. Karena kondisi ini, maka saluran pernapasan pada pengidap asma lebih sensitif dibandingkan dengan orang lain tanpa asma. Ketika paru teriritasi akibat zat pemicu (asap rokok, debu, bulu binatang, dan lain-lain), maka otot-otot saluran pernapasan pada pengidapnya menjadi kaku dan menyempit.  Asma merupakan kondisi kronis alias jangka panjang dan sifatnya kambuhan, selain itu sampai saat ini, asma belum bisa disembuhkan sama sekali. Namun dengan kontrol dan pengobatan yang tepat, penderita asma bisa menjalankan aktivitas secara normal dan memiliki harapan hidup yang tinggi. Asma bisa menyerang orang-orang tanpa mengenal usia dan seringkali dimulai sejak masa kanak-kanak, atau bisa juga terjadi setelah seseorang dewasa karena beberapa faktor, seperti obesitas, stress yang berlebihan, pola hidup dan lingkungan yang tidak sehat dan lain sebagainya.

Penyebab Asma

Penyebab asma masih belum diketahui secara pasti. Namun, ada dugaan kondisi ini terkait dengan faktor genetik dan lingkungan. Adapun pemicu asma itu sendiri dapat berbeda-beda pada tiap penderita, antara lain :

1.      Infeksi saluran pernapasan.

2.      Alergen (zat pemicu alergi), seperti bulu hewan, tungau, debu, dan serbuk bunga.

3.      Paparan asap kimia, asap rokok, dan polusi udara.

4.      Kondisi cuaca, seperti badai, udara dingin atau panas, cuaca lembab atau berangin, serta perubahan suhu yang drastis.

5.      Kondisi ruangan yang lembab, berjamur, atau berdebu.

6.      Stres

7.      Emosi yang berlebihan, misalnya kesedihan yang berlarut, marah tak terkendali, atau tertawa terbahak-bahak.

8.      Aktivitas fisik atau olahraga yang terlalu berat.

9.      Obat-obatan, misalnya obat pereda nyeri anti-inflamasi non-steroid dan obat penghambat beta.

10.   Makanan atau minuman yang mengandung zat adiktif, misalnya selai, udang, makanan olahan, makanan siap saji, minuman kemasan sari buah, bir, dan wine.

11.   Alergi makanan, misalnya pada udang atau kacang-kacangan.

12.   Penyakit asam lambung (GERD).

Faktor Risiko Asma

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit asma, yaitu :

1.      Jenis kelamin laki-laki pada anak-anak, dan perempuan pada remaja atau dewasa.

2.      Riwayat asma atau alergi atopik, seperti alergi makanan, rhinitis alergi, atau eksim, pada keluarga.

3.      Berat badan berlebih atau obesitas.

4.      Riwayat bronkiolitis atau infeksi paru pada masa kanak-kanak.

5.      Lahir dengan berat badan di bawah normal.

6.      Kelahiran prematur, terutama jika membutuhkan ventilator.

7.      Kebiasaan merokok, termasuk pada ibu hamil.

8.      Paparan asap rokok saat masih kecil.

9.      Bidang pekerjaan yang berisiko terpapar zat kimia, seperti petani, penata rambut, atau pekerja pabrik.

Gejala Asma

Asma dapat ditandai dengan gejala yang beragam. Gejala tersebut dapat berlangsung secara terus-menerus, hilang timbul, atau hanya terjadi di waktu tertentu, misalnya saat sedang berolahraga. Gejala utama asma adalah gangguan pernapasan, yang dapat meliputi :

1.      Sulit bernapas

2.      Batuk

3.      Dada terasa sesak, nyeri, dan seperti tertekan.

4.      Mengi atau bengek.

Keluhan di atas dapat menyerupai gejala dari penyakit lain. Namun, keluhan tersebut dapat dicurigai disebabkan oleh asma bila memiliki karakteristik berikut :

1.      Bertambah buruk di pagi atau malam hari.

2.      Hilang timbul di hari yang sama.

3.      Timbul atau bertambah buruk saat penderita terinfeksi virus, seperti pilek.

4.      Dipicu oleh olahraga, alergi, udara dingin, atau napas berlebihan saat tertawa atau menangis.

Di samping itu, ada pula istilah serangan asma, yang ditandai dengan perburukan gejala. Serangan asma dapat berlangsung secara mendadak atau dalam beberapa hari. Kondisi ini ditandai dengan gejala yang lebih serius, seperti :

1.      Gejala batuk, mengi, dan sesak di dada yang makin sering dan memburuk.

2.      Gangguan bicara, makan, atau tidur akibat sulit bernapas.

3.      Bibir dan jari-jari yang terlihat membiru.

4.      Butuh lebih sering menggunakan inhaler.

5.      Denyut jantung meningkat.

6.      Pusing, lelah, atau mengantuk.

7.      Pingsan

Pencegahan Asma

Asma sulit untuk dicegah, karena penyebabnya belum dapat diketahui secara pasti, namun ada beberapa upaya yang bisa dilakukan, yaitu :

1.      Menjalani pengobatan asma yang telah ditentukan oleh dokter, termasuk dengan mengkonsumsi obat-obatan untuk asma secara rutin dan sesuai petunjuk dokter.

2.      Menjalani vaksinasi flu dan pneumonia secara teratur.

3.      Mengetahui pemicu munculnya gejala asma dan menghindarinya.

4.      Mewaspadai timbulnya gejala asma, seperti batuk, mengi, atau sesak napas.

5.      Menangani gejala asma sedini mungkin dengan mengonsumsi obat-obatan atau menghentikan aktivitas yang dapat memicu serangan.

6.      Melakukan konsultasi dan pemeriksaan ke dokter bila pengobatan tidak juga mampu meredakan gejala.

7.      Menjalani pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga dalam intensitas ringan secara teratur, dan tidak merokok.

8.      Menurunkan berat badan bila menderita obesitas.

9.      Mengelola stres dengan baik.

 

Referensi :

Nursalam, dkk. 2019. Faktor Risiko Asma dan Perilaku Pencegahan Berhubungan dengan Tingkat Kontrol Penyakit Asma. Jurnal Kesehatan Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga Surabaya.

Holland, K. & Goldman, L. Healthline. 2021. Asthma : Symptoms, Treatment, and Prevention.

Papi, A., et al. 2020. Treatment Strategies for Asthma : Reshaping the Concept of Asthma Management. Allergy, Asthma, and Clinical Immunology : Official Journal of the Canadian Society of Allergy and Clinical Immunology, 16, pp. 75.

National Health Service UK. 2021. Health A to Z. Asthma.

National Institute of Health. 2020. National Heart, Lung, and Blood Institute. Asthma.

Dharmage, S., Perret, J., & Custovic, A. 2019. Epidemiology of Asthma in Children and Adults. Frontiers in Pediatrics, 7, pp. 246.

National Institute of Health. 2020. National Heart, Lung, and Blood Institute. Asthma.