Kamis, 18 Agustus 2022 09:35 WIB

Sering Keputihan, Normalkah?

Responsive image
216157
Elsa Savitrie, SKM ,M.Kes - RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang

Keputihan merupakan masalah yang sering terjadi dan cukup mengganggu bagi sebagian besar wanita. Keputihan terjadi saat keluarnya cairan atau lendir dari vagina dan leher rahim.

Sebenarnya, cairan atau lendir ini dikeluarkan secara alami oleh tubuh menjaga vagina tetap bersih dan lembab, serta melindunginya dari infeksi.  

Tak hanya terjadi pada wanita dewasa, remaja perempuan juga mengalaminya. Pada sebagian besar kasus, keputihan adalah normal.

Keputihan merupakan cara alami tubuh dalam mencegah infeksi serta menjaga kebersihan vagina. Namun, bahaya keputihan bisa menghantui jika lendir yang keluar dari vagina tidak normal dan disertai gejala lain.

Ciri-ciri keputihan normal dan abnormal

Keputihan paling sering merupakan kejadian normal dan teratur. Namun ada beberapa hal yang menjadikan keputihan sebagai tanda yang berbahaya. Seperti apa ciri-cirinya? 

Tanda keputihan normal 

Keputihan adalah kondisi normal atau disebut fisiologis yang terjadi setiap bulan. Biasanya, keputihan sebagai proses normal, akan muncul saat menjelang menstruasi atau sesudah menstruasi dan masa subur. 

  • Warna keputihan yang normal adalah jernih dan transparan, atau bisa cair seperti air dan lengket. 
  • Keputihan yang normal tidak berbau atau mengeluarkan bau yang menyengat.
  • Munculnya keputihan sangat dipengaruhi oleh sistem hormonal, sehingga debit atau banyak sedikitnya sekret alias cairan vagina sangat bergantung pada siklus bulanan.
  • Selain itu, kondisi lain seperti hamil, menyusui, terangsang secara seksual, memakai pil KB, masa ovulasi, dan kondisi psiksis seperti stress bisa membuat cairan keputihan keluar lebih banyak. 

 

Tanda keputihan yang abnormal

Sementara keputihan abnormal atau disebut keputihan patologis umumnya terjadi akibat infeksi oleh bakteri, virus, jamur atau parasit. Jika keputihan sudah dalam kondisi yang tidak wajar, akan ditandai oleh beberapa hal seperti:

  • Menimbulkan rasa gatal di dalam vagina dan sekitar bibir vagina bagian luar. 
  • Cairan berwarna kuning atau hijau
  • Konsistensinya lebih kental
  • Mengeluarkan bau tidak sedap

Jenis keputihan ini mungkin merupakan tanda dari infeksi trikomoniasis yang umumnya menyebar melalui hubungan seksual. Jika kondisi ini terlalu lama dibiarkan, akan membuat daerah vagina menjadi tidak nyaman karena lembab atau selalu terasa basah.

Penyebab munculnya keputihan abnormal

Lalu, apa penyebab keputihan menjadi tidak normal? Berikut ini beberapa penyebabnya: 

  • Kurang menjaga kebersihan vagina
  • Memakai pakaian dalam yang ketat dari bahan sintetis (bukan katun), sehingga berkeringat dan memudahkan timbulnya jamur
  • Terlalu sering mengenakan pakaian yang ketat
  • Membilas vagina dari arah anus ke arah depan vagina
  • Sering mandi dan berendam dengan air hangat dan panas. Jamur yang menyebabkan keputihan lebih mungkin tumbuh di kondisi hangat
  • Tidak menjalani pola hidup sehat
  • Menderita penyakit tertentu seperti, kanker serviks, diabetes, infeksi jamur vagina, vaginitis, radang panggul, infeksi menular seksual dari klamidia atau gonore
  • Mengonsumsi pil KB dan obat kortikosteroid.
  • Terlalu sering memakai sabun atau lotion beraroma, mandi busa, dan  membersihkan vagina dengan semprotan air.
  • Vaginal douche atau pencucian vagina menggunakan cairan kalium permanganat yang murah ataupun cairan antiseptic dapat menimbulkan keputihan 

Cara mengatasi keputihan yang tidak normal

Ada beberapa langkah yang bisa Anda ikuti untuk mengurangi risiko keputihan abnormal, antara lain:

  • Bersihkan area kewanitaan menggunakan air hangat dan sabun yang berbahan lembut. Setelah itu, keringkan vagina dari arah vagina menuju anus untuk menghindari perpindahan bakteri dari anus ke vagina.
  • Hindari menggunakan celana yang terlalu ketat.
  • Hindari menggunakan produk pembersih vagina atau sabun yang mengandung pewangi. Penggunaan produk tersebut dapat membasmi bakteri baik di vagina yang berfungsi untuk melindungi vagina dari infeksi.
  • Hindari berendam atau mandi dengan air panas terlalu lama dan sering.
  • Segera ganti pakaian dalam atau celana ketika basah, misalnya ketika banyak berkeringat atau setelah berenang.
  • Ganti pembalut secara rutin selama menstruasi.
  • Menunda melakukan hubungan seksual hingga keputihan benar-benar hilang
  • Menggunakan deterjen tanpa pewangi untuk mencuci pakaian dalam dan membilasnya hingga benar-benar bersih

Agar terhindar dari penyakit yang dapat menyebabkan keputihan tidak normal, Anda juga disarankan untuk menggunakan kondom saat berhubungan intim dan hindari berhubungan intim dengan lebih dari satu pasangan.

Jika keputihan dirasa tidak mengganggu atau mengarah pada keputihan normal, hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Namun, apabila keputihan disertai gejala lain yang menandakan keputihan abnormal, maka Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter.

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mencari tahu penyebab keputihan abnormal. Setelah penyebabnya diketahui, barulah dokter dapat menentukan pengobatan yang sesuai.

Seringkali keputihan sulit diobati, karena penyebabnya bermacam-macam. Cara terbaik adalah mengunjungi dokter untuk pengambilan cairan keputihan di laboratorium klinik.

Terkait pengobatan yang tepat untuk mengatasinya, dokter yang memutuskan pilihan antibiotik yang tepat untuk Anda. 

Dokter mungkin akan meminta Anda melakukan pemeriksaan, terutama pemeriksaan panggul untuk mengetahui kondisi organ reproduksi wanita, seperti vagina, rahim, dan serviks, dan rahim.

 

Referensi

https://www.mitrakeluarga.com/artikel/artikel-kesehatan/mengenal-dan-mengatasi-keputihan#:~:text=Keputihan%20adalah%20kondisi%20normal%20atau,cair%20seperti%20air%20dan%20lengket.

https://www.alodokter.com/bahaya-keputihan-jika-disertai-gejala-lain

https://www.alodokter.com/ini-ciri-ciri-keputihan-normal-pada-wanita

Sumber gambar: https://www.wajibbaca.com/2018/12/ciri-ciri-keputihan.html

( DOC, PROMKES RSMH)