Senin, 04 Juli 2022 11:37 WIB

KERACUNAN ULAR BERBISA

Responsive image
410
dr. Mieke A. H. N. Kembuan, Sp. N(K) - RSUP Prof. dr. R.D. Kandou Manado

Gigitan ular ada 2 macam yaitu gigitan ular tidak berbisa (dry bite) dan gigitan ular berbisa (venomous bite). Pada dry bite, gigitan ular tidak disertai dengan pelepasan racun dan menimbulkan rasa nyeri, bengkak, kemerahan disekitar area gigitan ular sehingga pada kasus ini, biasanya tidak memerlukan perawatan lanjut dengan SABU (serum anti bisa ular). Gigitan ular berbisa dapat mengancam jiwa karena adanya racun dalam gigitan tersebut. Gigitan ular ini berisiko tinggi pada pekerja di kalangan petani, pekerja perkebunan, dan pekerja luar ruangan lainnya. Hal ini menyebabkan banyak morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Racun dari ular berbisa dapat menyebabkan berbagai keadaan sampai kondisi darurat medis akut. Gejala yang dapat ditimbulkan seperti nyeri di sekitar gigitan, bengkak, memar, dan berdarah pada gigitan, bekas gigitan pada kulit, kesemutan, menyengat, terbakar disekitar kulit, merasa cemas, mual, muntah, pusing, penglihatan kabur, sakit kepala, kesulitan bernapas, kelumpuhan, koma, bahkan kematian.

Pada kasus gigitan ular ini, penanganan yang cepat sangatlah dibutuhkan. Penanganan awal yang dapat dilakukan yaitu:

- Melepaskan ular dengan tongkat atau alat bila ular masih menempel pada bagian tubuh
- Melepaskan benda-benda yang mengikat pada anggota tubuh seperti cincin, gelang
- Kurangi aktivitas dan imobilisasi anggota tubuh yang terkena (dengan perban atau pakaian, namun tidak dianjurkan terlalu ketat)
- Menghindari pertolongan pertama dengan obat – obat tradisional
- Bila terjadi muntah, miringkan pasien ke sisi sebelah kiri
- Bawa korban ke fasilitas kesehatan sesegera mungkin.

Pada saat tejadi gigitan, ada beberapa hal yang harus dihindari, seperti memanipulasi luka (menyedot bisa ular atau menyayat kulit agar bisa keluar bersama darah), menggosok luka dengan zat kimia, mengkompres luka gigitan, mengikat kain dengan kencang pada luka gigitan untuk menahan aliran darah ,dan mencoba untuk mengejar serta menangkap ular.

Untuk kasus gigitan ular yang tidak berbisa, seorang dokter akan memberikan terapi antibiotik dan pencegahan tetanus sesuai dengan indikasi. Sedangkan untuk kasus yang lebih berat atau gigitan ular berbisa, dapat diberikan antivenom atau SABU. Dosis SABU akan disesuaikan dengan derajat beratnya gigitan. SABU diberikan melalui dua cara yaitu dapat melalui injeksi atau infus, dan harus disediakan adrenalin saat pemberiannya.

 

Referensi:
1. World Health Organization. Snakebite envenoming: WHO
2. Center for Diseases Control and Prevention. Venomous Snakes – Symptoms & First Aid: CDC. 2021
3. Health Direct. Snake bites. 2021
4. World Health Organization. Guidelines for The Management of Snakebites. 2 nd ed. India: WHO; 2016