Rabu, 10 Agustus 2022 08:09 WIB

Mengenal Flu Singapore dan Perawatannya

Responsive image
702
dr. I.G.A.A Dwi Karmila Sp.KK(K) - RSUP Sanglah Denpasar

          Sebagai orang tua, melihat buah hati sakit dengan timbul bercak kemerahan disertai lenting di badan, mulut dan kaki sangatlah membuat kepanikan. Pada sebagian besar orang tua masih banyak yang menganggap bahwa muncul nya lenting di tubuh anak dikaitkan dengan cacar air. Namun ternyata lenting pada badan dapat disebabkan oleh banyak hal salah satunya adalah flu Singapore.

          Flu Singapore atau yang dikenal dalam bahasa medis HFMD (Head, Foot, Mouth Disease) disebabkan oleh virus enterovirus termasuk coxsackievirus A16 dan enterovirus 71. Penyebab lainnya adalah coxsackievirus A5, A6, A7, A9. A10, A16, B1, B2, B3, B5, echovirus dan enterovirus lainnya. Penyebaran virus ini dapat dari satu orang ke orang lalin melalui kontak kulit, melalui udara pernafasan, makan dan minum bersama. Virus ini memiliki masa inkubasi 3 hingga 6 hari dengan jumlah virus yang masih terdapat di tubuh bertahan hingga 5 minggu.

           Ciri khas dari flu Singapore ini adalah adanya bercak kemerahan seperti lenting dengan lokasi yang khas yaitu pada telapak tangan, mulut dan kaki. Saat awal munculnya flu Singapore ini diawali dengan perubahan warna kulit berwarna merah cerah dan bintik bintik seperti lenting dengan ukuran 4-8 mm. lenting- lenting ini dengan cepat dapat mengikis kulit sekitar. Pada Flu Singapore klasik, pasien memiliki lesi oral dan ditemukan di lidah, mukosa bukal, palatum durum, dan lebih jarang di orofaring. Flu Singapore ini biasanya dimulai dengan gejala awal demam derajat rendah [38°C - 39°C (100,4°F - 102,2°F)] yang berlangsung selama 1-2 hari, tidak enak badan/ malaise, dan kadang-kadang nyeri perut atau gejala saluran pernapasan atas. Nyeri tenggorokan atau nyeri mulut sering terjadi dan dapat menyebabkan asupan oral yang buruk dan dehidrasi.

           Pengobatan biasanya mendukung upaya untuk mengurangi ketidaknyamanan dan dehidrasi. Obat- obatan antiviral baru dan pengembangan vaksin yang menargetkan enterovirus 71 merupakan bidang investigasi aktif karena virulensi strain, penyebaran geografis, peningkatan prevalensi, dan risiko kerusakan batang otak ensefalitis.

 Referensi :

1.    Wiznia LE, Pomeranz MK. Skin Changes and Diseases in Pregnancy. In: Wolff K, Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS, Leffell DJ, eds. In Swon Kang, Masayuki Amagai, Anna L Burckner et al editors. Fitzpatrick's Dermatology in General Medicine 9th ed. New York: McGraw- Hill:2019. p.3010-3011.

2.    Ventarola D, Bordone L, Silverberg Nanette. Update on hand foot and mouth disease ;Elsevier inc 2015 : 340-34