Selasa, 09 Agustus 2022 08:54 WIB

Mengenal Botox, Perawatan Wajah Untuk Mengurangi Kerutan

Responsive image
22759
Dr. dr. IGN Darmaputra, Sp.KK (K) FINSDV, FAADV - RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah

Penuaan adalah proses penuaan alamiah yang dialami oleh  setiap orang, kerutan salah satu dari proses penuaan pada kulit. Jika kita melakukan perawatan yang tepat secara dini pada kulit kita, wajah pun bisa terbebas dari kerutan dan tampak awet muda. Selain faktor bertambahnya  usia yang mengurangi produksi kolagen dalam kulit, kerutan pada kulit wajah juga bisa disebabkan oleh gerakan ekspresi wajah yang dilakukan secara sering dan berulang-ulang seperti mengernyitkan dahi, menyipitkan mata, dan menaikkan alis

Botox atau botulinum toxin adalah protein yang diproduksi oleh bakteri Clostridium botulinum  telah digunakan luas untuk menghilangkan kerutan pada kulit. Botox bekerja melalui agen neurotoksin yang menghambat sinyal dari otak yang berperan dalam kontraksi otot, sehingga melemaskan otot-otot di area kulit yang diinginkan, misalnya pada area wajah dan kulit. Saat otot-otot kulit rileks, permukaan kulit akan tampak lebih halus dan mengencang. Botok direkomendasikan untuk pasien dengan keluhan kerutan pada mata, dahi, lipatan dagu, serta leher kendur atau menggelambir. Botox diberikan melalui suntikan, setelah injeksi sekitar 7-14 hari hasil akan terlihat optimal, kulit tampak terlihat lebih kencang dan efek bertahan selama 3-6 bulan. Selain menghilangkan kerutan dan keriput, botox juga memiliki beberapa manfaat seperti:

  • Mengatasi hiperhidrosis atau keringat berlebihan pada area ketiak, telapak tangan, atau kaki
  • Mengatasi migrain kronis
  • Gangguan strabismus atau mata juling
  • Mengatasi blefarospasme atau mata kedutan
  • Mengatasi kejang otot pada area wajah, otot leher, atau otot bahu

Botox sebaiknya dilakukan pada pasien usia diatas 18 tahun. Botox merupakan perawatan yang aman dilakukan oleh siapapun, kecuali oleh ibu hamil, ibu menyusui, tidak memiliki kelainan /  penyakit saraf. Meskipun minim dengan efek samping, penyuntikan botox memiliki beberapa efek samping seperti:

  •  Lemah otot pada area bekas sutikan
  •  Resiko alergi terhadap bahan yang terkandung di botox
  •  Nyeri kepala, mual, atau muntah
  •  Rasa nyeri atau timbul kemerahan pada area bekas suntikan

 

Sebelum penyuntikan botox, dilarang mengkonsumsi alcohol, konsumsi obat aspirin

dan antiinflamasi, supaya nantinya botox dapat bekerja dengan maksimal. Setelah penyuntikan, pasien diminta untuk  tetap tegak dan jangan bergerak terlalu banyak. Untuk perawatan jangka panjang, disarankan untuk suntik botox secara berkala agar kerutan hilang dan tetap tersamarkan. Bagaimana apakah anda berminat?

 

 

 

 

Referensi:

Ata EM, Nasr MM, Ebrahim HM. Evaluation of Intradermal Injection of Botulinum Toxin A for Facial Lifting. Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology. 2020. 13(12):1-5

Alaqeely R, Alzahrani E, Aljaoud A. Botox and Fillers, are they Cosmetic or Therapeutic.Saudi Journal of Oral and Dental Research. 2021. 6(1)1-8