Selasa, 09 Agustus 2022 08:38 WIB

Merawat Kulit Bayi dengan Tepat

Responsive image
2631
Dr. dr. IGN Darmaputra, Sp.KK (K) FINSDV, FAADV - RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah

Kulit bayi sangat rentan mengalami masalah kulit seperti kulit kering, kemerahan, bersisik, ataupun gatal. Bayi menjadi mudah rewel karena merasa tidak nyaman. Itu sebabnya, ibu perlu mengetahui cara merawat kulit bayi yang tepat agar kulit bayi tetap sehat dan tidak mudah kering.

Bagaimana langkah tepat untuk merawat kulit bayi?

Merawat kulit bayi haruslah berhati-hati, bila salah perawatan tentunya kulit bayi bisa menimbulkan masalah pada Rukulit. Berikut langkah-langkah perawatan kulit:

1.    Gunakan produk perawatan kulit bayi yang berkualitas dan teruji klinis

Banyak tersedia produk perawatan khusus kulit bayi di pasaran, namun tidak semuanya sesuai dan teruji secara klinis. Oleh karena itu penting bagi ibu untuk memperhatikan segala produk yang akan digunakan si kecil. Mulai dari sabun mandi, shampoo, dan juga bedak bayi. Pastikan juga ibu menyiapkan pelembab untuk bayi (seperti baby oil atau baby lotion) digunakan setelah memandikan bayi. Pelembab kulit berfungsi untuk menjaga agar kulit bayi tetap ternutrisi dan tidak mudah kering.

2.    Mengurangi penggunaan air hangat saat mandi

Sebenarnya kita tidak perlu terlalu sering memandikan bayi, cukup mandikan bayi tiga kali  seminggu. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya iritasi atau kulit kering. Penggunaan air hangat yang berlebihan dapat membuat kulit kehilangan minyak alami sehingga kulit menjadi kering.

3.    Keringkan badan bayi dengan benar

Tidak hanya tata cara memandikan bayi, ibu juga harus mengetahui cara mengeringkan kulit bayi dengan benar. Cukup tekan-tekan dengan lembut pada setiap jengkal kulit bayi, jangan menggosok kulit bayi. Gunakan handuk berbahan lembut, bersih, dan bayi hendaknya memiliki handuk sendiri. Jangan menggunakan handuk yang telah digunakan oleh orang dewasa.

4.    Perhatikan kebersihan kain yang digunakan

Pakaian yang dipilih hendaknya berbahan katun, sehingga dapat menyerap keringat sehingga sirkulasi udara pada kulit tetap baik. Hindari bahan nilon, wol, atau sintetis lainnya pada tahun pertama kehidupan bayi. Kesalahan dalam memilih bahan pakaian dapat memperparah kondisi kulit bayi dan menimbulkan biang keringat. Selain pakaian, perhatikan juga bahan handuk, selimut, sprei, dan bedong. Cuci pakaian bayi hingga benar-benar bersih, pastikan tidak ada sisa deterjen

5.    Rutin mengganti popok bayi

Popok bayi yang terlalu lama digunakan dapat menimbulkan iritasi kulit. Segera mengganti popok bayi bila sudah penuh ataupun kotor, disarankan untuk mengganti popok bayi setiap 4 jam. Untuk melindungi kulit bayi dari ruam popok, gunakan krim pelembab untuk bayi sebelum bayi menggunakan popok, pada area pantat

6.    Pastikan bayi terhidrasi cukup

Kulit kering pada bayi dapat disebabkan karena bayi mengalami kekurangan cairan. Berikan ASI atau susu formula sesuai kebutuhan cairan si kecil.

7.    Perhatikan suhu ruangan

Paparan udara terlalu dingin dalam jangka waktu lama kurang baik untuk kesehatan si kecil secara umum maupun kesehatan kulit. Pastikan bayi dalam suhu yang optimal, tidak terlalu panas ataupun dingin, asalkan bayi merasa nyaman.

 

 

 

 

Referensi:

Li Y, Zheng H, Li W. Parental Knowledge of Moisturizer and Their Application to Infants with Eczema in Hangzhou, China. Medicine. 2020. 99(22):1-5

Rahma A, Lane ME. Skin Barrier Function in Infants: Update and Outlook. Pharmaceutics. 2022.14(433):1-8