Jumat, 05 Agustus 2022 08:27 WIB

Nyeri di Kepala, Waspadai Sinusitis

Responsive image
12900
dr. Desy Iriani, Sp.THT-KL & dr. Adli Nurfakhri - RSUP dr. Kariadi Semarang

Nyeri di kepala merupakan suatu penyakit yang umum terjadi di masyarakat. Nyeri kepala ini dapat menyerang baik usia anak-anak hingga usia lanjut. Nyeri yang dirasakan dapat digambarkan dalam beragam bentuk, seperti nyeri ditusuk-tusuk, seperti diremas, terasa berat, maupunberputar. Bagian di kepala yang sakit pun bisa di berbagai tempat, baik itu di seluruh bagian kepala, hanya di sebelah kanan atau kiri saja, di lokasi tertentu hingga dibagian daerah wajah. Penyebab nyeri kepala ada bermacam-macam, seperti akibat dari tegangnya otot-otot di daerah kepala, leher, bahu, masalah psikis seperti cemas, stress, gangguan pembuluh darah, infeksi, hingga akibat kanker dan tumor.

Salah satu penyebab nyeri di kepala yang cukup sering ditemukan adalah akibat dari sinusitis. Sinusitis merupakan peradangan di lapisan yang terdapat di sinus paranasal. Kejadian sinusitis sering disebabkan atau disertai dengan gangguan di hidung atau yang biasa disebut dengan rhinitis. Dan jika disebabkan oleh rhinitis maka akan disebut sebagai rhinosinusitis. Penyebab dari rhinosinusitis yang paling sering adalah akibat infeksi dari virus, maupun bakteri, yang paling sering terkena infeksi adalah sinus maksilla. Hal ini dikarenakan sinus maksilla dekat dengan akar gigi rahang atas yang mana jika terjadi infeksi di gigi mudah menyebar ke sinus maksilla. Sinusitis lebih sering ditemukan pada kelompok usia 21-30 tahun dengan presentase 27,5% dan pada kelompok umur 51-60 tahun dengan presentase 7,5%. Selain pada populasi dewasa, sinusitis juga dapat menyerang anak-anak, hal ini dapat terjadi karena anak-anak sering mengalami infeksi saluran napas. Diperkirakan 5-10% anak-anak yang mengalami infeksi saluran napas atas akan mengalami sinusitis.

Gejala-gejala yang umum tampak diantaranya yakni, hidung tersumbat, ingus yang kental dan terasa turun ketenggorokan atau yang sering disebut dengan post nasal drip, demam, lesu, gangguan penghindu (penciuman), nyeri di beberapa daerah wajah seperti pipi, di antara kedua bola mata, di dahi, seluruh bagian kepala, belakang telinga, hingga kedaerah gigi.

Pengobatan untuk orang dengan sinusitis dapat dibagi menjadi dua yakni melalui pemberian obat-obatan, pencucian rongga hidung dengan cairan NaCl, fisioterapi dengan metode pemanasan, dan melalui tindakan operasi. Tindakan operasi untuk sinusitis disebut dengan Bedah Sinus Endoskopi Fungsional (BSEF). Pasien yang dioperasi merupakan pasien dengan sinusitis kronik yang tidak membaik dengan pengobatan.

Sinusitis merupakan penyakit yang perlu diperhatikan dan tidak dianggap remeh. Gejala sinusitis sering kali diabaikan dan masyarakat. Sinusitis sendiri memiliki komplikasi dan tidak boleh dianggap sepele. Sebaiknya masyarakat mengenali gejala-gejala sinusitis dan dapat segera memeriksakan dirinya kedokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut sehingga dapat diberikan terapi yang tepat dan terhindar dari segala komplikasi.

Sinusitis pun dapat dicegah dengan beberapa cara, diantaranya adalah dengan menghindari allergen di lingkungan sekitar bagi orang-orang yang memiliki riwayat alergi, menjaga pola hidup baik makan, istirahat, olahraga agar daya tahan tubuh tetap terjaga dan terhindar dari infeksi kuman, rajin mencuci tangan karena sering kali kita tidak menyadari bahwa tangan merupakan salah satu pembawa kuman masuk kedalam tubuh melalui hidung maupun mulut, serta segera mendapatkan vaksinasi influenza sehingga dapat terhindar dari flu yang dapat menyebabkan sinusitis.

 

Referensi :

Iskandar, N., Soepardi, E., & Bashiruddin,J., et al (ed). 2007. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Kepala dan Leher. Edisi ke6. Jakarta:Balai Penerbit FKUI.

Lucente, Frank E. 2011. Ilmu THT Esensial. Edisi ke-5. Dialih bahasakan oleh

Hartanto, Huriawati. Jakarta: EGC