Senin, 01 Juli 2024 15:08 WIB

Nasi Dingin Baik untuk Penyandang Diabetes, Benarkah?

Responsive image
1312
Lilik Fauzyah A, S.SiT, RD - RSUP dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta

Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Glukosa merupakan sumber energi utama bagi sel tubuh manusia. Akan tetapi, pada penyandang diabetes, glukosa tersebut tidak dapat digunakan oleh tubuh. Kadar gula (glukosa) dalam darah dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi pankreas. Namun, pada penyandang diabetes, pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh. Tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.

Glukosa adalah karbohidrat alamiah yang digunakan tubuh sebagai sumber energi. Sumber karbohidrat yaitu: nasi putih, nasi merah, oat, singkong, umbi dan sebagainya. Kadar glukosa pada darah dikendalikan oleh beberapa hormon. Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas. Ketika kita makan, pankreas melepaskan insulin untuk mengirimkan pesan pada sel-sel lainnya di tubuh. Insulin ini memerintahkan sel-sel untuk memproses glukosa dari darah menjadi bentuk yang dapat dimasukkan ke dalam otot atau sel hati. Glukosa yang berlebih disimpan dalam sel-sel sebagai glikogen. Pada saat kadar gula darah mencapai tingkat rendah tertentu, sel-sel memecah glikogen menjadi glukosa untuk menghasilkan energi.

Karbohidrat adalah zat gizi yang berfungsi sebagai sumber energi untuk tubuh. Sumber energi ini merupakan makanan utama bagi otak. Oleh sebab itu, apabila kekurangan karbohidrat justru bisa memicu masalah kesehatan, sehingga Anda tidak bisa menghindarinya. Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk hidup, terutama sebagai bahan bakar, cadangan makanan dan materi pembangun.

Pada saat Anda mengonsumsi karbohidrat, tubuh akan memecahnya menjadi glukosa. Glukosa atau gula darah yaitu sumber energi utama untuk sel, jaringan, dan organ tubuh. Zat ini dapat segera digunakan atau disimpan di hati dan otot.

Jenis karbohidrat ada dua, yaitu: karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks.

Karbohidrat kompleks dicerna tubuh dengan memecah rantai panjang gula sebelum menjadi energi.

Karbohidrat kompleks membutuhkan waktu lebih lama untuk diproses dalam tubuh bila dibandingkan dengan karbohidrat sederhana. Sisi baiknya, karbohidrat kompleks bisa memberikan energi secara konsisten dan mencegah penumpukan lemak di dalam tubuh.

Konsumsi nasi secara umum perlu diatur dalam pola makan penyandang diabetes. Penyandang diabetes disarankan untuk mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang terkontrol untuk menjaga kadar gula darah dalam batas normal. Karbohidrat pada nasi dapat mempengaruhi kadar gula darah. Oleh karena itu, sebaiknya penyandang diabetes memilih nasi yang rendah indeks glikemik, yaitu nasi yang tidak cepat meningkatkan kadar gula darah, seperti nasi merah, nasi hitam, atau nasi basmati.

Porsi nasi juga perlu diperhatikan, sebaiknya tidak terlalu banyak agar tidak terlalu mempengaruhi kadar gula darah. Penyandang diabetes juga disarankan untuk mengonsumsi nasi bersama dengan sayuran, protein, dan lemak sehat, seperti sayuran hijau, ikan, atau kacang-kacangan. Jadi, untuk penyandang diabetes, penting untuk memperhatikan jenis nasi, porsi nasi, dan komposisi makanan lain yang dikonsumsi bersama dengan nasi. Jika ingin mengonsumsi nasi dingin, sebaiknya pastikan nasi tersebut masih segar dan diolah dengan baik agar aman dikonsumsi.

Mengonsumsi nasi dingin ini juga perlu diperhatikan karena nasi yang disimpan dalam suhu ruangan selama beberapa jam atau di lemari es selama beberapa hari dapat menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri yang berbahaya seperti Bacillus cereus, yang dapat menyebabkan keracunan makana dan bahkan berisiko  menyebabkan terjadinya gastroenteritis atau radang usus. Oleh karena itu, penting untuk menyimpan nasi dengan benar

Secara keseluruhan, baik nasi panas maupun nasi dingin dapat menjadi pilihan yang baik tergantung pada situasi dan preferensi individu. Namun, pastikan untuk menyimpan nasi dengan benar dan memprosesnya dengan tepat sebelum dikonsumsi.

Ada penelitian yang menyatakan bahwa nasi dingin lebih sehat dan bermanfaat bagi pasien diabetes dan orang yang sedang menurunkan berat badan, karena nasi dingin terbukti menghasilkan gula yang rendah dibandingkan mengonsumsi nasi panas.

Manfaat mengonsumsi nasi dingin bagi penyandang diabetes diantaranya:

  1. Membantu memantau gula darah. Nasi dingin mempunyai kandungan indeks glikemik ( IG ) yang jauh lebih rendah dan pati resisten yang cukup banyak dari nasi yang masih panas. Oleh karena dua faktor tersebut, maka konsumsi nasi dingin sangat membantu untuk memantau gula darah pengidap diabetes.
  2. Memberikan efek kenyang lebih lama. Seperti serat biasanya, pati resisten juga bisa memberikan efek kenyang lebih lama.
  3. Menurunkan kadar kolestrol. Pati resisten juga bisa menurunkan kadar kolesterol. Hal tersebut penting untuk penyandang diabetes.

Selain itu, nasi dingin ternyata lebih optimal untuk program diet, nasi yang didinginkan ini memiliki pati yang hampir tiga kali lebih tahan daripada nasi panas. Selain karbohidrat, nasi juga mengandung gula. Nasi panas mengandung gula yang tinggi (high GI) yang mudah diserap oleh tubuh. Sehingga membuat kita menjadi cepat lapar. Sementara pada nasi dingin, akan membuat kita tahan lapar, karena pati resisten yang tinggi membuat proses pencernaan cenderung melambat. Sehingga pada saat diet, mengonsumsi nasi dingin menjadi pilihan yang lebih tepat.

 

Referensi:

Nur Maisarah Mohd Khairi, Wan Rosli Wan Ishak (2023)*Predicted Glycaemic Index Values of Rice Prepared with Different Cooking Methods

Nutrition Programme, School of Health Sciences, Universiti Sains Malaysia,

Available online: http://journal.ipb.ac.id/index.php/jgizipangan

Kaur, B., Ranawana, V., & Henry, J. (2015). The Glycemic Index of Rice and Rice Products: A Review, and Table of GI Values. Critical Reviews in Food Science and Nutrition. 2(56), pp. 215-236.

Sonia, S., Witjaksono, F., Ridwan, R. (2015). Effect of Cooling of Cooked White Rice on Resistant Starch Content and Glycemic Response. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition. 24(4), pp. 620-625.

Chiu, Y.T & Stewart, M.L. (2013). Effect of Variety and Cooking Method on Resistant Starch Content of White Rice and Subsequent Postprandial Glucose Response and Appetite in Humans. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition. 22(3), pp. 372-379.