Jumat, 28 Juni 2024 15:39 WIB

Pasien Gagal Jantung, Bagaimana Mengelolanya?

Responsive image
498
Indah Budi Astuti - RSUP dr. Sardjito Yogyakarta

Gagal jantung adalah kondisi dimana jantung tidak dapat memompa darah yang cukup untuk tubuh sehingga cairan menumpuk di paru dan tungkai. Selain itu masalah yang dihadapi pasien gagal jantung adalah rehospitalisasi/rawat inap kembali. Rehospitalisasi pada pasien gagal jantung yang sebagian besar disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang pengenalan gejala, pengobatan, ketidakpatuhan diet dan dalam melakukan perawatan diri.

Beberapa hal sederhana sangat bermakna yang bisa dilakukan oleh pasien terdiagnosis gagal jantung untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencegah berulang kali dirawat di rumah sakit (reHospitalisasi).

1.    Patuh dalam pengobatan

Cobalah untuk terlibat dalam pengelolaan pengobatan pahami alasan, manfaat dan potensi efek samping dari terapi medis.

Patuh dalam pengobatan pasien tidak hanya rutin minum obat, akan tetapi minum obat sesuai atauran yang di anjurkan oleh dokter/perawat/farmasi.

2.    Diet rendah garam dan kurangi cairan

Membatasi konsumsi garam dapat membatu mengurangi penumpukan cairan

Pasien dengan gagal jantung harus membatasi garam tidak lebih dari 5000mg/hari atau 5 gram/hari atau setara dengan 1 sendok teh peres. Garam dicampurkan saat akan disajikan. Hal ini bertujuan supaya konsumsi natrium terpantau.

Pembatasan cairan disini adalah cairan yang masuk kedalam tubuh dan yang keluar dihitung.Cairan yang masuk kedalam tubuh tidak boleh lebih dari 1.5-2 l/hari. 70-80?ri kebutuhan cairan orang normal. Kebutuhan cairan ini dihitung berdasarkan berat badan. Kebutuhan cairan pada pasien dewasa (perempuan = 25cc/kgBB dan laki laki = 30 cc/kgBB)

Contoh penghitungan kebutuhan cairan

Seorang laki- laki dengan berat badan 60 Kg

Kebutuhan cairan normal = 30cc X 60 Kg = 1800cc/24jam

Pembatasan cairan pada pasien gagal jantung = 70-80% X 1800 cc = 1.260-1440cc/24jam.

3.    Memantau berat badan

Pasien gagal jantung disarankan untuk selalu berat badan setiap pagi untuk  mengetahui peningkatan berat badan dan membantu pasien memngambil keputusan apakah dalam kondisi aman atau harus segera diskusi dengan dokter.

4.    Melakukan latihan dan aktivitas

Uji klinis dan meta-analisis pada penderita gagal jantung (HFrEF) menunjukkan bahwa rehabilitasi dapat meningkatkan kapasitas latihan dan meningkatkan kualitas hidup.

Sehingga meskipun pasien mudah lelah, aktifitas dan latihan tetap harus dilakukan oleh pasien. Aktifitas fisik disesuaikan dengan gejala masing masing pasien. Disarankan untuk melakukann diskusi dengan tim gagal jantung ataupun tim rehabilitasi mengenai olah raga yang aman sesuai kondisi tiap pasien. Lakukan olah raga setiap hari dan teratur serta aktif secara fisik.

5.    Pasien memahami zona kondisi gagal jantung

a.    Zona Hijau (Safety Zone) : sesuai target terapi

-          Nafas seperti biasa, tidak ada perubahan pola nafas. Nafas tidak tersengak sengal

-          Berat badan stabil. Tidak terjadi kenaikan BB lebih dari 2 Kg dalam 1 minggu

-          Tidak terdapat nyeri dada

-          Bisa beraktivitas seperti biasa, tidak terjadi penurunan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari- hari.

Saat berada di zona hijau : pasien melanjutkan timbang berat badan setiap hari, minum obat sesuai instruksi, kontrol sesuai jadwal.

b.    Zona Kuning (Warning Zone) : zona waspada, harus segera konsul/ menghubungi tim heart failure (dokter atau perawat gagal jantung) untuk meminta saran jika gejala terus berlanjut.

-          Kesulitan bernafas dibandingkan biasanya, atau nafas pendek pendek

-          Pembengkakan pada punggung kaki, pergelangan kaki, betis atau perut menjadi lebih bengkak dari sebelumnya

-          Peninggkatan berat badan 2kg atau lebih dalam 2-3hari

-          Merasa lebih lelah dan tidak bertenaga

-          Pusing/pening

-          Merasa tidak nyaman

Saat berada di zona kuning

Konsultasikan kondisi terkini ke dokter. Ikuti saran yang diberikan dari tim spesialis gagal jantung mengenai penggantian obat terkait perubahan kondisi.

c.    Zona merah (Alert Zone) : hubungi segera perawat gagal jantung / dokter / segera ke UGD

-          Sesak nafas yang tak kunjung reda meskipun sudah istirahat

-          New onset chest pain/ nyeri dada

-          Berdebar > 140x/mnt

-          Binggung/ tidak bisa berfikir jernih

 

Referensi:

Riset Kesehatan Daerah (Riskesdas). 2018. Badan penelitian dan penengembangan Kesehatan Kementrian RI tahun 2018. dari www.depkes.go.id.

European Society of Cardiology. 2021. ESC Guidelines for the diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure. European Heart journal 2021 hal 1-128. http://doi:10.1093/euheart/ehab368

National Library of Medicine. 2021. Self care of heart failurepatient : practical management recommendations from the heart Failure Assosiation of the European Society of Cardiology. Eur J heart Fail 2021 Jan;23(1): 157-174. http://doi:10.1002/ejhf.2008