Senin, 01 Juli 2024 10:47 WIB

Pentingnya Seribu Hari Pertama Kehidupan

Responsive image
533
dr. Ilham Utama Surya, SpOG - RSUP dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta

Seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK) dimulai sejak janin terbentuk di dalam kandungan hingga dua tahun pertama kehidupan yang merupakan periode krusial untuk membangun fondasi kesehatan anak jangka panjang. Pada 1000 HPK terjadi proses tumbuh kembang yang pesat,  dan jika terjadi gangguan pada periode ini maka berdampak pada berbagai penyakit jangka panjang, seperti obesitas, diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit kardiovaskular hingga kanker. Oleh karenanya, selama periode 1000 HPK dibutuhkan pemberian nutrisi yang tepat, dan ASI merupakan nutrisi awal terbaik bagi anak.

Seperti kita ketahui jumlah pederita stunting di Indonesia adalah ksekitar 21,5%. Oleh karena itu diperlukan strategi yang cermat dan akurat dalam menanggulangi stunting di Indonesia. Sejalan dengan itu saat ini pemerintah melalui BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) memfokuskan penurunan stunting pada 1000 hari pertama kehidupan. Oleh karena itu perbaikan masa kehamilan dan menyusui menjadi penting dalam menanggulangi stunting di Indonesia.

Selama kehamilan terdapat perubahan fisiologis yang terjadi pada ibu hamil yaitu detak jantung dan curah jantung meningkat, peningkatan cairan tubuh, peningkatan laju pernapasan untuk memenuhi kebutuhan oksigen janin, peningkatan kadar hormon yang dapat menyebabkan mual, muntah, kembung, selain itu terjadi peningkatan kebutuhan kalori dan nutrisi, kapasitas kandung kemih ibu berkurang sehingga lebih sering buang air kecil, payudara mengencang dan membesar serta pertumbuhan kelenjar susu.

Pemeriksaan antenatal merupakan pemeriksaan kehamilan yang bertujuan untuk memantau kemajuan proses kehamilan demi memastikan kesehatan pada ibu serta tumbuh kembang janin yang ada di dalamnya dan membantu ibu dalam menghadapi masa persalinan, nifas, menghadapi persiapan pemberian ASI secara eksklusif, serta kembalinya kesehatan alat reproduksi dengan wajar. Pemeriksaan antenatal dilakukan minimal sebanyak 6 kali yaitu pada trimester 1 dilakukan 2 kali l, trimester 2 dilakukan 1 kali,dan di trimester 3 dilakukan sebanyak 3 kali.

Pemeriksaan antenatal yang dilakukan yaitu pengukuran indeks massa tubuh, tekanan darah, ukur lingkar lengan atas, ukur tinggi fundus uteri (usia kehamilan lebih dari atau 12 minggu), pemeriksaan presentasi janin dan denyut jantung janin, skrining status imunisasi tetanus dan pemberian imunisasi jika diperlukan, pemberian tablet tambah darah setiap hari selama kehamilan, pemeriksaan laboratorium dan USG, mendeteksi tanda dan bahaya kehamilan, memberi konseling sesuai usia kehamilan.

Tanda kehamilan yang sehat pada ibu dan janin yaitu pada ibu hamil terjadi peningkatan berat badan dalam batas normal, mengalami tanda-tanda kehamilan yang normal seperti payudara membesar, nyeri, areola menghitam, kelelahan, perubahan preferansi makan, mual dengan atau tanpa muntah, asam lambung meningkat, sembelit. Pada janin, yaitu janin berkembang secara konsisten sesuai usia kehamilan, gerakan janin terasa dan dapat dihitung secara manual mulai trimester 2 (10 kali/hari), denyut jantung janin normal, posisi janin semakin mendekati jalan lahir, dan jumlah air ketuban cukup.

Pemenuhan nutrisi yang tepat selama kehamilan dan menyusui penting untuk menghindari risiko malnutrisi dan gagal tumbuh pada anak. Ibu hamil membutuhkan zat gizi lebih banyak untuk menunjang pertumbuhan janin. Begitu pun pada ibu menyusui, diperlukan penambahan jumlah dan jenis asupan untuk mencukupi produksi ASI. Pemenuhan nutrisi selama kehamilan dan menyusui penting untuk menghindari risiko malnutrisi dan gagal tumbuh pada anak.

Kebutuhan tambahan kalori selama kehamilan sebanyak 90.000 kkal, artinya ibu hamil hanya membutuhkan tambaha sekitar 300 kalori/ harinya dari porsi biasa bukan mengonsumsi porsi makanan 2 kali lipat. Ibu hamil dan menyusui sebaiknya mengonsumsi aneka ragam pangan bergizi untuk memenuhi kebutuhan makronutrien (protein, lemak dan karbohidrat) dan mikronutrien (asam folat, kalsium, zinc, dan zat besi).

 Periode 2 tahun pertama setelah melahirkan juga menjadi periode kritikal karena masa ini adalah masa paling cepat untuk perkembangan otak bayi. Dengan demikian diharapkan orang tua menjaga jarak kehamilan sehingga dapat fokus untuk memantau perkembangan bayi agar terhindar dari stunting. Oleh karena itu kontrasepsi jangka panjang dianjurkan dalam periode 2 tahun ini. Adapun beberapa metode kontrasepsi jangka panjang yang dapat diberikan adalah alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), implan dan sterilisasi. AKDR merupakan alat kontrasepsi yang dimasukan ke dalam rahim yang dapat bertahan hingga 10 tahun. Implan merupakan alat kontrasepsi hormonal yang dimasukan jaringan lengan bawah kulit. Sedangkan sterilisasi adalah pemasangan cincin di saluran tuba fallopii yang merupakan penghubung antara ovarium dan rahim.

Seribu hari pertama kehidupan merupakan periode yang penting bagi sebuah keluarga. Oleh karena itu seorang ibu hendaknya memeriksakan kehamilan secara teratur dan melakukan persalinan di fasilitas kesehatan dan menjaga jarak kehamilan untuk mencegah anak stunting.

 

<!--[if gte vml 1]> <![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]-->Referensi:

Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Stuntin_, Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/Menkes/1928/2022.

<!--[if !supportLists]-->Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Kementerian Kesehatan RI. 2023.

<!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Likhar A, Patil MS. Importance of maternal nutrition in the first 1,000 Days of life and its effects on Child development: A narrative review. U.S. National Library of Medicine; 2022

<!--[if !supportLists]-->Gangakhedkar. G, Kulkarni. A. Physiological Changes in Pregnancy. Indian Journal of Critical Care Medicine. 2022

<!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Anis, W., Amalia, R. B., & Dewi, E. R. Do mothers who meet the minimum standard of antenatal visits have better knowledge? A study from Indonesia. Journal of education and health promotion. 2022

<!--[if !supportLists]--><!--[endif]-->Marshall, N. E., Abrams, B., Barbour, L. A., Catalano, P., Christian, P., Friedman, J. E., Hay, W. W., Jr, Hernandez, T. L., Krebs, N. F., Oken, E., Purnell, J. Q., Roberts, J. M., Soltani, H., Wallace, J., & Thornburg, K. L. The importance of nutrition in pregnancy and lactation: lifelong consequences. 2022