Jumat, 28 Juni 2024 15:40 WIB

Persiapan Operasi Blepharoplasty

Responsive image
321
Rista Tri Wulandari, Skep., Ns - RSUP dr. Sardjito Yogyakarta

Sebelum operasi blepharoplasty ada beberapa riwayat penyakit yang wajib diinformasikan kepada dokter bedah plastik yaitu : penyakit mata (glaukoma dan mata kering, gangguan thyroid (penyakit graves, hipotiroid, atau hipertiroid), penyakit kardiovaskuler (tekanan darah tinggi atau gangguan peredaran darah lain), kencing manis/DM.

1.      Pre Operatif

  • Melakukan pemeriksaan penunjang ( cek darah rutin )
  • Foto wajah diambil oleh dokter bedah plastik sebelum operasi dilakukan
  • Berhenti merokok 
  • Berhenti mengonsumsi alkohol
  • Informasikan ke dokter bedah plastik  konsumsi obat-obatan yg dijalani rutin
  • Berhenti mengonsumsi obat-obatan anti inflamasi, aspirin, pengencer darah
  • Komunikasikan dengan keluarga siapa yang akan mengantar ke Rumah Sakit
  • Memastikan sudah mendapat informasi yang jelas mengenai operasi blepharoplasty dan sudah menandatangani inform concern ( surat persetujuan tindakan operasi )

2. Intra Operatif

a. Operasi blepharoplasty dilakukan dengan pembiusan lokal anestesi ataupun general anestesi

b. Prosedur blepharoplasty

  • Blepharoplasty bagian atas

Pada operasi blepharoplasty bagian atas, dokter bedah plastik akan membuat sayatan pada lipatan alami kelopak mata atas anda. Sayatan ini akan tersembunyi saat mata Anda terbuka. Dokter bedah plastik akan menghilangkan kelebihan kulit dan lemak yang menonjol, lalu menutup sayatan.

  • Blepharoplasty bagian bawah

Pada blepharoplasty bagian bawah, dokter bedah plastik akan membuat sayatan tepat di bawah garis bulu mata bagian bawah. Mereka akan menghilangkan kelebihan kulit di kelopak mata bawah melalui sayatan ini. Mereka mungkin juga menggunakan sayatan yang tersembunyi di dalam kelopak mata bawah (sayatan transkonjungtiva) untuk memperbaiki masalah kelopak mata bawah dan mendistribusikan kembali atau menghilangkan lemak berlebih.

c. Lama operasi blepharoplasty  sekitar 45 menit sampai satu jam untuk bagian atas atau bawah. Apabila dilakukan operasi pada kelopak mata atas dan bawah bisa mencapai sekitar 2 jam. Lama atau cepatnya tindakan tergantung derajat banyak tidaknya kelopak mata yang harus direkonstruksi.

3. Post Operatif

  • Efek samping umum post operasi adalah nyeri, sensitifitas terhadap cahaya, mata kering, perubahan penglihatan sementara, gatal atau iritasi pada lokasi sayatan. Efek samping ini umumnya ringan hingga sedang dan dapat ditangani dengan perawatan paska operasi yang tepat. 
  • Kompres es selama 72 jam segera setelah operasi, dilanjutkan dengan kompres hangat
  • Jika menggunakan jahitan yang tidak diserap oleh tubuh, jahitan tersebut akan dilepas 5-7 hari setelah operasi.
  • Memar biasanya hilang dalam waktu sekitar 2 minggu.
  • Anda dapat kembali bekerja (pekerjaan administratif) setelah 1 minggu. Jika Anda ingin menyembunyikan tingkat pembengkakannya, anda bisa menggunakan kacamata berbingkai tebal.
  • Istirahat dan tidur lebih banyak. Beberapa hari pertama setelah operasi sebaiknya tidur dengan kepala terangkat di atas dada untuk mengurangi pembengkakan dan komplikasi. Meninggikan kepala lebih tinggi dari jantung mencegah ketegangan pada wajah, pembengkakan, dan secara umum dapat membantu meminimalkan ketidaknyamanan.
  • Anda boleh mengemudi 1-2 minggu setelah operasi.
  • Hindari aktivitas fisik dan membungkuk. Terlalu banyak aktivitas dapat membuat tubuh  tegang atau stress sehingga meningkatkan aliran darah ke mata yang dapat menyebabkan pendarahan. Anda dapat melanjutkan aktivitas fisik secara bertahap 2-4 minggu setelah operasi.

 

Kemungkinan-kemungkinan resiko terjadi pada post operasi Blepharoplasty

  • Masalah penglihatan sementara yaitu penglihatan ganda atau kabur dapat terjadi setelah menjalani operasi kelopak mata. Ini biasanya berlangsung hanya beberapa hari setelah operasi.
  • Masalah penutupan mata yaitu beberapa pasien mungkin mengalami kesulitan menutup mata saat tidur; dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi ini mungkin bersifat permanen.
  • Perubahan pembengkakan atau asimetri yaitu berupa pembengkakan sementara dan sedikit ketidakseimbangan antara satu mata dengan mata lainnya dapat terjadi selama proses penyembuhan atau jaringan parut.
  • Jerawat. Setelah jahitan dilepas, komedo putih kecil mungkin muncul. Dokter bedah dapat menghilangkan komedo putih dengan jarum yang sangat halus.
  • Ektropion. Komplikasi yang sangat jarang terjadi adalah tertariknya kelopak mata bawah. Pembedahan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk memperbaiki gejala ini.

 

Referensi:

American Society of Plastic Surgeons. Eyelid Surgery. https://www.plasticsurgery.org/cosmetic-procedures/eyelid-surgery. Diakses tanggal 10 April 2024

Lam,Samuel M.&Fox,Albert J.(2024).American Academy of Facial Plastic and Reconstructive Surgery. Eyelid Surgery. https://www.aafprs.org/A/FR4.aspx. Diakses tanggal 10 April 2024.