Senin, 14 November 2022 15:35 WIB

Tidur Siang dan Penyakit Jantung: Apakah Ada Hubungannya?

Responsive image
1491
dr. Angela Bonita - RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk membuktikan hubungan antara tidur siang (nap) dengan penyakit jantung. Tidur siang (nap) merupakan suatu periode tidur dengan durasi singkat, biasanya dilakukan pada siang hari. Durasi tidur siang berkisar dari beberapa menit hingga beberapa jam. Frekuensi tidur siang bervariasi, ada orang-orang yang tidur siang secara teratur maupun sesekali dalam seminggu. Beberapa orang tidur siang karena merasa mengantuk di siang hari sebagai akibat kurangnya kualitas tidur di malam hari, misalnya karena gangguan tidur.

Penduduk yang rutin tidur siang seperti di negara-negara Mediterania memiliki angka kematian karena penyakit jantung yang rendah. Hal ini menimbulkan hipotesis bahwa tidur siang menurunkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular). Namun, beberapa studi epidemiologi yang meneliti hubungan antara tidur siang dengan penyakit jantung memberikan hasil yang tidak konsisten.  Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tidur siang berhubungan dengan penyakit jantung, namun beberapa penelitian tidak menunjukkan perbedaan. Selain itu, kekuatan hubungan antara tidur siang dan penyakit jantung juga bervariasi di berbagai penelitian. Faktor penting yang menentukan hubungan antara tidur siang dengan penyakit jantung adalah durasi dan frekuensi tidur siang. 

Suatu penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang tidur siang mengalami peningkatan risiko penyakit jantung dibandingkan orang yang tidak tidur siang. Analisis juga menunjukkan bahwa tidur siang dengan durasi lebih dari 60 menit/hari meningkatkan risiko penyakit jantung secara signifikan dibandingkan tidur siang dengan durasi kurang dari 60 menit/hari. Penelitian di Yunani dan Israel menunjukkan bahwa risiko penyakit jantung meningkat signifikan pada subjek yang tidur siang dengan durasi lama. Sedangkan durasi tidur siang yang sebentar tidak berhubungan dengan peningkatan penyakit jantung dibandingkan dengan orang-orang yang tidak tidur siang. Analisis berdasarkan usia menunjukkan bahwa hubungan tidur siang yang lama dan penyakit jantung lebih dekat pada orang-orang berusia lebih dari 65 tahun dibandingkan orang berusia kurang dari 65 tahun.

Berdasarkan hasil suatu meta-analisis, risiko penyakit jantung menurun pada orang-orang yang tidur siang dengan durasi 0-30 menit/hari, kemudian risiko penyakit jantung sedikit meningkat pada orang yang tidur siang selama 45 menit/hari, dan meningkat drastis pada orang yang tidur siang dengan durasi tidur siang yang lebih lama. Subjek penelitian yang tidur siang satu hingga dua kali per minggu memiliki risiko yang lebih rendah untuk mengalami penyakit jantung dibandingkan subjek yang tidak tidur siang. Studi lain menunjukkan tidak ada perbedaan antara frekuensi tidur siang 1-2 kali per minggu dan 3-5 kali per minggu terhadap kematian akibat penyakit jantung. Tidur siang juga dapat mengurangi stress psikologi dan menurunkan tekanna darah. Penurunan tekanan darah berhubungan dengan pelebaran pembuluh darah ketika seseorang mulai istirahat dan tidur (awal fase 1 tidur). Penurunan tekanan darah tersebut mungkin berhubungan dengan penurunan risiko penyakit jantung.

 

Referensi:

Yamada T, Hara K, Shojiima N, Yamauchi T, Kadowaki T. Daytime napping and the risk of cardiovascular disease and all-cause mortality: a prospective study and dose-response meta-analysis. SLEEP. 2015; 38(12): 1945-1952.

Hausler N, Rubio JH, Heinzer R, Vidal PM. Association of napping with incident cardiovascular events in a prospective cohort study. Heart. 2019; 105: 1793-1794.

Sumber gambar: Mata Madura