Senin, 14 November 2022 14:40 WIB

Prosedur Ablasi Kateter

Responsive image
575
dr. Hans Nuari - RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta

Denyut jantung yang tidak beraturan, atau sering disebut aritmia dalam dunia kedokteran dapat ditangani secara obat-obatan dan tindakan. Tindakan minimal invasif dilakukan terutama pada pasien yang tidak membaik setelah diberikan obat-obatan. Prosedur ini disebut dengan ablasi, yang dilakukan secara minimal invasif secara perkutan melalui kateter.

Prosedur ablasi kateter secara umum digambarkan sebagai tindakan mematikan jaringan yang tidak normal pada dinding dalam jantung. Prosedur ini melibatkan energi panas atau dingin untuk merusak jaringan yang tidak normal, sehingga diharapkan alur konduksi listrik jantung kembali normal. Tindakan ini menghasilkan jaringan parut pada dinding dalam jantung, yang membantu menghambat impuls tidak normal pada kelistrikan jantung. Jaringan parut ini tidak menyebabkan gejala sisa atau nyeri pada pasien. Tindakan ini dilakukan oleh seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang mendalami pelatihan khusus di bidang aritmia dan elektrofisiologi.

Ablasi kateter dapat menjadi jawaban bagi para penderita aritmia seperti:

·Fibrilasi atrium

Fibrilasi atrium menyebabkan atrium jantung berdenyut secara tidak beraturan. Denyut yang tidak beraturan ini menyebabkan atrium jantung tidak memompakan darah secara maksimal ke ventrikel jantung. Fibrilasi atrium dapat meningkatkan risiko stroke karena terbentuknya gumpalan darah di atrium.

· Takikardia supraventricular

Pada kasus takikardia supraventricular jantung berdenyut sangat cepat (bahkan ventrikel dapat berdenyut hingga 300 kali per menit). Kondisi takikardia supraventricular yang berkepanjangan dapat merusak otot jantung

· Takikadia ventrikel

Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat berlanjut pada henti jantung dan kematian.

Prosedur ablasi kateter biasanya bukan merupakan pilihan pertama pada pasien dengan aritmia, seperti contohnya fibrilasi atrium. Namun, pada kondisi di mana obat-obatan tidak dapat mengontrol aritmia yang mengancam nyawa, ablasi kateter dapat menjadi pilihan.

Ablasi kateter semakin sering dilakukan akhir-akhir ini diiringi dengan kemajuan teknologi. Prosedur ablasi kateter menggunakan energi panas atau dingin untuk merusak jaringan tidak normal. Selama prosedur dilakukan, mungkin pasien akan merasakan sensasi tidak nyaman. Namun, biasanya pasien diberikan sedasi demi kenyamanan saat prosedur dilakukan.

Prosedur ablasi kateter dapat dilakukan dan rutin dilakukan di Rumah Sakit Pusat Jantung dan Nasional Harapan Kita. Prosedur ini ditangani oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, konsultan aritmia/elektrofisiologi. Pasien akan dievaluasi secara menyeluruh, termasuk riwayat penggunaan pengencer darah. Prosedur ini berisiko minimal dengan persiapan pasien yang baik. Hasil dari  prosedur ablasi kateter dapat mulai dirasakan sejak selesai tindakan. Proses pemulihan memerlukan waktu sekitar 5-7 hari. Setelah itu pasien dapat beraktivitas seperti biasa.

Referensi :

Cleveland Clinic Medical Professional. Catheter Ablation. Cleveland Clinic; 10/05/2021 [cited 25/9/2022]. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/16851-catheter-ablation#:~:text=What%20is%20catheter%20ablation%3F,abnormal%20heart%20rhythms%20(arrhythmias).

Sumber gambar: RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita