Senin, 14 November 2022 13:31 WIB

Troponin: Penanda Serangan Jantung yang Penting

Responsive image
1247
dr. Intan Maulinar - RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta

Apakah Anda pernah mendengar istilah pemeriksaan troponin? Apakah Anda atau keluarga Anda pernah disarankan untuk cek troponin? Tes troponin adalah pemeriksaan laboratorium untuk mengukur kadar troponin dalam darah Anda. Troponin adalah sejenis protein yang ditemukan di otot jantung. Dalam keadaan normal, troponin biasanya tidak ditemukan dalam darah. Ketika terjadi kerusakan pada otot jantung, troponin muncul dalam aliran darah. Saat kerusakan jantung meningkat, jumlah troponin yang dilepaskan dalam darah menjadi lebih banyak.

Kadar troponin yang tinggi dalam darah menandakan bahwa Anda sedang atau baru saja mengalami serangan jantung. Pemeriksaan troponin juga digunakan untuk memantau angina, suatu kondisi yang membatasi aliran darah ke jantung dan menyebabkan nyeri dada. Angina dapat menyebabkan serangan jantung. Serangan jantung terjadi jika ada sumbatan di aliran darah jantung. Sumbatan ini dapat mengancam nyawa, namun demikian dengan langkah diagnosis dan pengobatan yang tepat akan menyelamatkan hidup Anda.

Pemeriksaan troponin dilakukan setelah Anda didiagnosis menderita serangan jantung dan dirawat di rumah sakit. Pengujian biasanya diulang dua kali atau lebih dalam periode 24 jam. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah ada perubahan kadar troponin dari waktu ke waktu.

Ada dua jenis troponin yang mudah dideteksi setelah serangan jantung, menggunakan huruf I dan T untuk membedakannya.

a. Troponin I (cTnI). Jenis troponin ini spesifik untuk otot jantung.

b. Troponin T (cTnT). Troponin T memang ada pada jenis otot lain di tubuh, tetapi jumlahnya sangat terbatas. Troponin T di otot jantung juga memiliki struktur yang sedikit berbeda dengan otot lain di tubuh.

Dokter akan memeriksa kadar troponin Anda jika memiliki gejala-gejala sebagai berikut:

- Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada

- Nyeri di bagian tubuh lain, termasuk lengan, punggung, rahang, atau leher

- Kesulitan bernapas

- Mual dan muntah

- Kelelahan

- Pusing

- Berkeringat dingin

Prosedur pemeriksaan troponin adalah sebagai berikut:

  1. Petugas laboratorium akan mengambil sampel darah dari pembuluh darah vena di lengan Anda, menggunakan jarum suntik.
  2. Setelah jarum dimasukkan, darah dalam jumlah yang sedikit akan dikumpulkan ke dalam tabung atau vial.
  3. Anda mungkin merasa sedikit tidak nyaman saat jarum masuk atau keluar. Ini biasanya memakan waktu kurang dari lima menit.

Troponin tidak memerlukan persiapan khusus sebelum pengambilan darah. Risiko yang ditimbulkan juga sangat kecil dalam melakukan pemeriksaan troponin. Anda mungkin mengalami sedikit rasa sakit atau memar di tempat jarum disuntikkan, namun sebagian besar akan hilang dengan cepat.

Hasil yang didapatkan dalam pemeriksaan troponin adalah kadar troponin yang normal atau meningkat. Jika hasil menunjukkan kadar troponin normal dalam 12 jam setelah nyeri dada dimulai, kecil kemungkinan Anda mengalami serangan jantung.

Kadar troponin yang sedikit meningkat mungkin menandakan adanya beberapa kerusakan pada otot jantung Anda. Kadar troponin yang meningkat tajam dalam tiga sampai 12 jam, bahkan mencapai kadar puncak dalam 24 jam menandakan adanya serangan jantung. Pada beberapa kasus kadar troponin dapat meningkat selama beberapa hari.

Pemeriksaan troponin umumnya digunakan untuk mengkonfirmasi adanya serangan jantung. Namun, segala jenis kerusakan pada otot jantung berpotensi menyebabkan kadar troponin meningkat dalam darah. Kondisi-kondisi tersebut antara lain:

- Penyakit ginjal kronis.

- Emboli paru (bekuan darah di paru-paru).

- Gagal jantung.

- Pascaoperasi jantung.

- Penyakit katup jantung.

- Irama jantung tidak teratur (aritmia).

- Sepsis (infeksi berat).

- Berolahraga terlalu berat.

- Stres.

 

Referensi:

American Heart Association. 2019. Predicting heart disease, stroke could be as easy as a blood test. Available from: https://www.heart.org/en/news/2019/04/29/predicting-heart-disease-stroke-could-be-as-easy-as-a-blood-test

Mahajan VS, Jarolim P. How to interpret elevated cardiac troponin levels. Circulation. 2011;124(21):2350-2354. Available from: https://www.ahajournals.org/doi/full/10.1161/CIRCULATIONAHA.111.023697

Sumber gambar: freepik.com